Apa saya salah ya bicara seperti itu pada Alle? Tapi salahnya dimana? Saya benar-benar mau dia jadi kekasih saya kan. Lalu dimana salahnya? Sejak kemarin saya mencoba untuk menghubungi Alle. Tapi HPnya selalu tidak aktif. Dia benar-benar marah ya?.
Pikiran saya terpecah kemana-mana. Bekerja juga tidak fokus. Jam juga sudah mendekati makan siang. Biasanya Alle akan datang ke kantor, dan kami akan makan bersama. Apa saya pergi ke kedainya ya? Siapa tau dia ada di sana kan? Eh, sudah pastilah. Dia memang bekerja disana.
.....
Kedainya tutup, kenapa? Apa terjadi sesuatu? Lalu dimana Alle? Apa dia dirumahnya?.
Baiklah, saya akan kesana. Mengejar cinta Alle itu memang harus penuh pengorbanan.
Saya memarkirkan mobil tepat didepan rumah Alle.
Tunggu sebentar.
Ini mobil siapa? Yang jelas bukan punya Alle, atau Ayahnya. Mobil Alle juga terparkir di garasinya. Lalu mobil siapa yang berada tepat didepan mobil saya?.
Ada tamu?.
Saya keluar dari dalam mobil, agak mempercepat langkah kaki. Maklum udah gak sabar ketemu sayang.
Pintu rumahnya juga terbuka, berarti benar ada tamu. Saya semakin mendekat. Terdengar ada suara tertawa yang saling bersahutan.
Tapi kenapa ada suara ketawa lelaki? Apa Ayahnya? Gak mungkin, suara Ayahnya lebih berat dari ini. Tanpa permisi saya masuk kedalam rumahnya.
Hei! Siapa lelaki yang duduk disebalah Alle?.
Kenapa mereka seneng banget gitu ketawa-ketawa?.
Ini pasti modus nih.
"Alle.." Sapa saya sambil berjalan mendekat ke arah mereka berdua yang sedang duduk di ruang tamu.
Cuma mereka berdua. Kemana Bunda? Ayahnya sudah pasti berangkat kerja.
Alle nampak terkejut ketika saya panggil. Mereka berdua berhenti tertawa.
"Loh El? Kok kamu bisa disini?." Tanya Alle.
"Saya hubungin kamu, tapi gak bisa dari kemarin. Saya ke kedai juga kedai di tutup. Kenapa? Kamu sakit?." Tanya saya khawatir.
Saya melirik kearah lelaki yang tadi tertawa bahagia bersama Alle.
Ganteng sih, lumayan.
Tapi masih gantengan saya. Dilihat dari mobilnya juga, yaa masih bagusan mobil saya. Sombong tidak apa-apa kan?.
Tanpa disuruh saya duduk diantara mereka berdua. Enak aja dekat-dekat milik saya.
"Maaf ya El, aku cuma males main HP. Jadinya aku matiin. Aku gak sakit kok." Katanya dengan nada merasa bersalah.
Saya tau, ini bukan salah satu alasannya. Pasti dia marah karena kemarin.
"Oh iya El, kenalin. Ini Mario anaknya teman Ayah." Lanjutnya sambil menunjuk laki-laki itu.
Ohh namanya Mario.
"Mario, ini El tem...."
"Immanuel Valandra, panggil aja El. Calon suami Alle." Sela saya sambil mengarahkan tangan kanan, untuk berjabat.
"Hahh?." Mario menganga. Kenapa memangnya? Salah? Kan benar saya mau jadi suaminya Alle. Tapi gak tau kapan.
"Mmm El kamu mau minum apa? Biar aku buatin." Mengalihkan nih?.
"Apa aja, saya ikut buatnya ya?."
Males banget kan kalo harus berduaan doang sama Mario, Mario ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lovely Mou
Humor🚫🔞🚫 Allecia Mourine namanya, wanita berumur 25 tahun yang masih betah dengan kesendiriannya. sibuk dengan usaha ice cream yang dia bangun dari umur 19 tahun. Mengapa Alle betah sendiri? Jawabannya ada di sosok lelaki yang pernah dicintainya dulu...
