Wahai kaum pria! Bukan begitu cara menyatakan perasaan kalian untuk seorang wanita. Jangan karena sesuatu, dan meminta syarat.
Heelllooo!!!
Sudah kesal dengan segala urusan pekerjaan, aku harus berhadapan lagi dengan manusia seperti El. Aku sih mau-mau saja bilang iya. Tapi masa iyaa begitu caranya. Jadi pacarnya cuma karena mau mengganti panggilan formal dia ke aku.
Dia cinta betulan gak sih? Apa jangan-jangan dia fuckboi?
Siapapun tolong aku.
Omong-omong soal covid, siapa disini yang tidak kena dampaknya? Aku rasa semua orang merasakannya.
Ohh
Kecuali
El
Dia bilangkan kalau hartanya tidak akan habis?
Bagus
Nikahin aku sekarang juga El.
Usaha kedai es krimku menurun. Siapa coba yang mau nongkrong untuk sekedar membeli es krim? Apalagi kalau ada alasan "Jangan banyak-banyak makan es krim, nanti flu. Siapa tau korona."
Jadilah kedaiku yang sekarang, sepiiii sekali. Biasanya akan banyak muda-mudi yang nongkrong disini. Sekedar numpang wifi, walau es krim yang dipesan tak sebanding dengan harga bayaran wifi di kedai setiap bulannya. Tapi itu bonus untuk pelangganku. Omset menurun drastis, bagaimana nasib para pekerjaku? Mau gaji mereka dari mana?
Duh Bundaa....
Alle pusingg....
"Alleee! Turun makan malam dulu!."
Aku sudah sampai rumah, dari kantor El tadi. Aku pergi ke kedai, dan menutup kedainya. Lalu memulangkan semua pekerjaku. Lagipula, untuk apa jika kedai dibuka? Tidak ada seorangpun yang datang. Dan berakhirlah disini, dikamarku dengan guling di pelukan.
"Duluan aja bun! Mau mandi dulu!."
Memang keluarga ini terbiasa berteriak-teriak. Jadi jangan kaget bila kalian bertamu kerumah.
Akhirnya aku memutuskan untuk membersihkan diri, salah sebenarnya. Jika dari luar rumah, kita harus langsung bersih-bersih ya. Jangan tiru aku, karena tadi aku terlalu galau untuk sekedar bersih-bersih diri.
Sekitar lima belas menit, aku turun ke meja makan. Mendapati Ayah, dan Bunda sedang menikmati makan malamnya.
"Lah cepet amat mandinya."
Sahut Bunda sambil menata piringku.
"Hmm, males mandi lama-lama."
Aku duduk tepat disebelah Ayah. Ayah juga sekarang ini bekerja dari rumah. Cuma saat-saat tertentu saja Ayah harus pergi ke kantor.
"Tadi Ayah pesen martabak tuh, nanti kalo ojolnya sampe kamu ambil ya." Kata Ayah.
"Tumben banget pesen martabak." Ucapku sambil menuangkan nasi, dan juga lauk pada piring yang sudah disiapkan Bunda tadi.
"Iya mau salam perpisahan dulu sama kamu."
Hah? Gimana?
"Salam perpisahan? Maksudnya?."
"Ayah ada proyek di luar kota, Bunda juga harus ikut. Nemenin Ayah disana, bisa 3-4 bulanan. Kalo Bunda ga ikut, siapa yang ngurusin keperluan Ayah disana."
Kenapa lama bangett?
Lagian ini lagi koronce, kenapa keluar-keluar sih.
"Kan lagi korona Yah.. Kok keluar kota gitu sih." Protesku.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lovely Mou
Umorismo🚫🔞🚫 Allecia Mourine namanya, wanita berumur 25 tahun yang masih betah dengan kesendiriannya. sibuk dengan usaha ice cream yang dia bangun dari umur 19 tahun. Mengapa Alle betah sendiri? Jawabannya ada di sosok lelaki yang pernah dicintainya dulu...
