Peringatan : Ini hanya fanfiction dan murni hanya karangan semata, jjadi jangan di sama-samain dengan real life oke? okee langsung ajaaaa...
"Yoraa, Ini ... " ucap Jeno dan Jaemin bersamaan sambil menyodorkan sebotol air mineral ke arah Yoraa.
Yoraa memberhentikan aktivitas membacanya, memandang dua botol air mineral yang berada di depannya, lalu melirik ke arah Jaemin sebentar dan juga ke arah Jeno.
"Aku enggak haus kok, minumannya buat kalian aja," tolak Yoraa secara halus.
Rasanya ingin sekali Yoraa menerima minuman dari Jaemin tapi ia meresa tidak enak jika menolak Jeno, demi kebaikan bersama Yoraa memilih untuk tidak menerima minuman dari keduanya.
Jaemin memandang Jeno tidak suka, begitu juga sebaliknya. Jaemin meminum air yang ia bawa sedangkan Jeno memilih untuk menyimpannya.
~~
Jaemin memainkan ponselnya, ia melirik ke arah Yoraa sebentar lalu diam-diam Jaemin mengambil gambar Yoraa yang tengah membaca.
Ia memandang layar kaca ponselnya, tiba-tiba satu pesan dari Haechan masuk dalam ponselnya.
DRT...
Jaemin membuka pesan dari Haechan.
Haechan
Min
NanaJaemin
Ape?
Haechan
Gue mau ngomong
NanaJaemin
Ngomong tinggal, ngomong.
Haechan
Sini lo ke kelas
NanaJaemin
Mls
Haechan
Lo dimana? Biar gua yang kesana
NanaJaemin
Gausah, gua aj yg kesana
Haechan
Oke
Jaemin mengantongi ponselnya, lalu ia bangkit dari tempat duduknya.
"Mau kemana?" tanya Yoraa.
"Gue ada urusan sebentar," balas Jaemin lalu meninggalkan Yoraa dan Jeno begitu saja.
Yoraa murung saat Jaemin pergi meninggalkannya.
~~
Jaemin melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas, di sana sudah ada Haechan, Renjun, Jisung, dan Hyuka. Mereka semua sudah menunggu Jaemin sendari tadi.
Jaemin menghampiri mereka. "Ada apa?" tanya Jaemin pada Haechan.
"Kita mau tanya sama lo," to the point Haechan.
"Nanya apa?"
"Tapi lo jawabnya jujur yeh,"
"Iyeh."
~~
Yoraa menutup bukunya pelan, ia mendesah kesal. "Jeno aku ke kelas dulu yah," Yoraa bangkit dari duduknya lalu ia meninggalkan Jeno sendirian di perpustakaan.
~~
"Lo suka sama si cupu itu?" tanya Haechan.
Yoraa memberhentikan langkah kakinya, saat ia akan masuk ke dalam kelas dan mendengar pertanyaan Haechan dari luar.
Yoraa diam ia menunggu Jaemin menjawab pertanyaan dari Haechan.
Begitu juga dengan Jaemin, ia diam membisu tak mengeluarkan sepatah katapun.
"Kenapa lo diem? Sukakan lo sama dia?!" tanya Haechan lagi.
Jaemin masih terdiam.
"Kalo emang lo benar-benar suka sama dia, kayaknya kita harus bener-bener bawa lo rumah sakit jiwa," ucap Renjun.
Haechan, Renjun, Jisung dan Hyuka menatap Jaemin. Mereka benar-benar sangat menunggu jawaban dari Jaemin.
"Jawab Min!!" paksa Hyuka.
Di luar sana Yoraa juga menunggu jawaban dari Jaemin, Yoraa benar-benar takut jika Jaemin selama ini cuma hanya mempermainkannya.
"Ah lama lo!" kesal Jisung.
Jaemin mendesah kesal, lalu menjawab. "Cuma mainan."
YOU ARE READING
BULLYING - NA JAEMIN
Подростковая литература"Udah jelek! Kumel! Hidup lagi. Mati aja sono!" cerca Jaemin pada siswi yang bernama Yoraa. "Haha udah mati aja sono, dunia aja gak sudi lihat lo hidup," tambah Haechan. "MATI! MATI! MATI!" ucap yang lainnya. Yoraa menutup kedua wajahnya dengan k...
