7

638 45 0
                                        

Peringatan : Ini hanya fanfiction dan murni hanya karangan semata, jadi jangan di sama-samain dengan real life oke? okee langsung ajaaaa...

  Sebelum baca jngan lupa comment sama vote yaa, supaya aku tambah semngat gitu;) mksh yg udah comment dan vote.💚

   Hari masih pagi, masih sangat pagi. Matahari pun belum menampakkan sinarnya. Yoraa terbangun dari tidurnya, ia membuka matanya perlahan-lahan, ia mengubah posisi tidurnya menjadi duduk.

  Yoraa menguap lalu menutup bibirnya dengan tangan kanannya, namun tiba-tiba ia teringat dengan kejadian semalam saat Jaemin menciumnya, Yoraa refleks langsung menutup bibirnya dengan kedua tangannya.

"Semalam aku lagi enggak mimpikan?" monolog Yoraa.

"Berarti Jaemin udah ngambil ciuman pertama aku dong?!" panik Yoraa.

"Ahhh!!"

~~

  Jam menunjukkan pukul 6.43, Jaemin sudah rapih dengan seragam sekolahnya, dengan baju di keluarkan, dan memakai celana cutbray:v (asekkk:v haha)

  Jaemin memandang dirinya di cermin. Matanya fokus pada bibirnya, tiba-tiba ia teringat kejadian semalam saat ia mencium bibir Yoraa.

  "Ahh!! Kenapa gue bisa cium dia sih?!" monolog Jaemin mengacak-acak rambutnya.

   ~~

  Seperti biasanya Yoraa datang ke sekolah sedikit siang, ia jalan melewati gerbang sekolah, Yoraa kembali melihat Jaemin serta CS-nya berdiri di dekat mading sekolah yang tak jauh dari gerbang sekolah.

  Kali ini Yoraa memandang wajah Jaemin, namun Jaemin bersikap biasa saja seolah-olah tak pernah ada yang terjadi di antara mereka berdua.

"Apa Jaemin udah lupa kejadian semalem?" batin Yoraa.

"Ada si cupu tuh!" seru Renjun.

"Hari ini mau di apain?" tanya Jisung.

  Jaemin diam, ia masih memikirkan kejadian semalam tanpa memedulikan ucapan sahabatnya.

"Woyy!!" teriak Haechan pada Jaemin hingga membuat Jaemin sedikit terkejut.

"Apain sih lo! Kaget tahu gak!" marah Jaemin.

"Noh ada si cupu lewat," ucap Haechan menunjuk pada Yoraa.

"Lagian pagi-pagi udah ngelamun aja, ngelamunin apa sih?" tanya Jisung.

  Jaemin tak menjawab pertanyaan Jisung, ia melirik ke arah Yoraa, dulu saat bertemu dengan Yoraa Jaemin selalu ingin menyiksanya sampai terluka dan menangis namun mengapa sekarang sebaliknya? Ada apa sebenarnya dengannya?

"Mau di apain?" tanya Renjun lagi.

"Biarin dia ke kelas," balas Jaemin dingin.

"Lah kenapa?" tanya Jisung.

"Ahh lu mah gak seru!"

   Yoraa mendesah pelan. "Gak mungkin Jaemin suka sama kamu Yor, please kamu jangan berharap berlebihan!!" batin Yoraa, lalu ia memalingkan pandangannya dari Jaemin dan melanjutkan perjalanannya menuju kelas.

"Noh lolos aja tuh anak," ucap Renjun.

"Hooh gimana sih lo!" kecewa Jisung.

"Lo sakit Min?" tanya Haechan.

  Jaemin diam memandang belakang tubuh Yoraa, ia benar-benar tidak mengerti apa yang telah terjadi pada dirinya.

"Kita ke kelas aja," ucap Jaemin.

  Dengan penuh kekecewaan, akhirnya mereka semua mengikuti ajakan Jaemin.

~~

   Sampai di depan kelas, Jaemin dan CS melihat Yoraa dan Jeno sedang bicara, setiap Jeno bicara Yoraa selalu tertawa. Namun kenapa Jaemin merasa tidak suka melihat mereka berdua? Apalagi di tambah Yoraa tertawa oleh Jenno? Ingin rasanya memisahkan mereka berdua namun Jaemin masih bisa menahan diri dan bersikap tidak peduli dengan mereka berdua.

  Jaemin melewati Yoraa dan Jeno tanpa melirik ke arah mereka, pandangannya tetap lurus dan masuk ke kelas. Namun berbeda dengan Renjun, ia malah mengoda Yoraa.

"Ciee, yang punya temen," goda Renjun.

"Asikk, kalau udah jadi jangan lupa kasih peje ye," ucap Renjun lalu pergi meninggalkan mereka berdua ke kelas.

  Jeno geleng kepala saat mendengar ucapan Renjun, sedangkan Yoraa hanya tersenyum tipis. "Aku masuk dulu yah," pamit Yoraa.

"Iyah."

~~

  Jaemin duduk di mejanya, tadi ia tidak sengaja mendengar obrolan Yoraa dan Jeno yang akan makan di kantin bersama istirahat nanti, Jaemin benar-benar tidak suka melihat mereka berdua dekat.

  Jaemin berdiri dari duduknya, ia berjalan menuju meja Yoraa.

"Mau kemana dia?" tanya Haechan.

"Entah?" balas Jisung.

  Haechan, Jisung, dan Renjun memerhatikan tingkah Jaemin.

  Sampai di meja Yoraa, Jaemin benggebrak meja belajar Yoraa, dan itu membuat Yoraa sedikit terkejut.

"Ada apa?" tanya Yoraa santai.

"Istrihat lo ikut gue!" ucap Jaemin.

"Gak bisa, aku ada janji," tolak Yoraa.

"Berani lo nolak gue?!"

    Haechan, Renjun, dan Jisung memandang aneh pada Jaemin. "Mau apa dia kesana?" tanya Renjun.

  Jaemin mematap  wajah Yoraa dingin. "Pokoknya gue gak terima penolakan!"

Tbc~

BULLYING - NA JAEMINStories to obsess over. Discover now