08. Salsa's Birthday

1K 77 1
                                        

"Seperti nun mati diantara idgham bilaghunnah. Terlihat tapi tak dianggap."

_______________

Nara menatap pantulan dirinya dicermin. Dengan dress kebesaran yang sampai mata kaki, dan tanpa polesan make up sedikitpun. Ia terlihat bukan seperti ingin pergi ke pesta, tapi seperti pergi ke pengajian.

Nara tak tau maksud Reno membelikannya baju seperti ini, tapi hatinya sakit saat Reno seolah sengaja mempermalukan dirinya.

Tok! Tok! Tok!

Reno datang dan menatap Nara dari atas sampai bawah, "Cepat turun!"

"Ara malu yah. Ara di kamar aja." Nara menunduk, tak berani menatap Reno yang terlihat marah.

"Jangan membantah Nara!" Reno segera berbalik dan menutup pintu dengan kasar.

Nara menghela nafas dan segera turun kebawah. Saat menuruni tangga semua pasang mata menatapnya aneh. Bahkan ada yang secara terang-terangan mencibirnya.

"Siapa tuh cewek? Kampungan banget!"

"Ada bu ustadzah nyasar tuh!"

"Buluk banget!"

"Anak pembantu kali.."

"Kalo gue sih, udah gue kurung tuh cewek di gudang."

"Malu-maluin!"

Nara berusaha menulikan pendengarannya saat cercaan dan hinaan itu masuk ke gendang telinganya. Sekarang Nara hanya ingin acara ini cepat selesai dan ia bisa mengurung dirinya dikamar.

Nara berjalan mendekati Salsa yang tengah bercanda ria dengan sahabatnya. Salsa terlihat cantik dengan dress selutut berwarna maroon yang melekat pas ditubuh rampingnya. Tidak seperti Nara yang terlihat seperti gembel.

"Sal, lo kok ngundang dia juga?"

Salsa melirik Nara sekilas, "Dia adik tiri gue."

"Ooh. Pantes aja lo bedua beda banget. Kek majikan sama pembantu!" Tukas temannya, lalu mereka segera meninggalkan Nara sambil tertawa.

Nara berdiri sendirian tanpa melakukan apa-apa. Banyak yang menatapnya heran, bahkan ada yang menatapnya tidak suka. Nara layaknya pajangan untuk menghibur tamu-tamu disini.

Nara sangat risih melihat banyak orang yang menatapnya. Ia benci berada disini. Tapi ia bisa apa?

Rita terlihat asik berbincang dengan beberapa teman Salsa. Wanita itu mengajak mereka ke meja makan, sambil sesekali bersenda gurau seolah mereka sudah lama kenal. Begitupun dengan Reno, pria itu sibuk menyambut tamu undangan dan mempersilahkan mereka masuk.

Nara merasa seperti orang asing disini. Ia tak punya teman untuk diajaknya bicara, jangankan untuk bicara dengannya, menatapnya saja orang tak sudi.

Menyedihkan!

Nara melihat ke sudut ruangan, terdapat banyak kado dan hadiah dari teman-teman Salsa. Juga terdapat sebuah kue ulang tahun dengan lilin yang berbentuk angka 18. Salsa terlihat sangat bahagia dikelilingi oleh orang-orang tersayangnya.

Acara berjalan dengan lancar, mereka terlihat seperti keluarga yang sempurna. Seorang anak yang mendapatkan kasih sayang penuh dari kedua orangtuanya.

Nara merasa tidak memiliki siapa-siapa disini. Ia seperti orang asing yang tiba-tiba ikut tinggal dirumah ini.

Menangis pun rasanya tak guna. Toh, tak ada yang peduli dengannya. Bahkan ayah kandungnya sendiripun tak menganggapnya ada.

Sungguh miris!

Tibalah saatnya acara yang paling ditunggu. Acara pertunangan Salsa. Orang-orang mulai mendekat untuk melihat pria yang akan menjadi calon suami Salsa nanti.

Nara tidak dapat melihat dengan jelas karena banyak orang yang berdesakan didepannya.

"Ya ampun..ganteng banget!"

"Buat gue aja ya Sal?!"

"Beruntung banget sih lo Sal!!"

"Cocok banget ya mereka?!"

"Sumpahh!! Gue iri!!"

"Eh, kayanya gue kenal tuh cowok."

"Sama. Gue juga kek pernah liat deh tuh cowok."

Nara sangat penasaran siapa sebenarnya cowok itu. Seganteng apa sih hingga buat cewek-cewek histeris?

"Baiklah acara pertunangan Salsa akan segera dimulai. Tapi sebelum itu kita sambut dulu calon menantu saya.."

Semuanya mendadak hening saat suara sepatu mendominasi ruangan itu.

"Eh Yu, itu kan temen sekelas lo?"

"Oh iya bener."

"Tuh kan bener apa yang gue bilang."

Reno tersenyum sumringah saat cowok itu menyaliminya dan Rita dengan sopan. Sedangkan Salsa menatap cowok itu dengan berbinar, "Akhirnya..gue bisa juga dapetin lo.."

"Selamat malam semua.."

Para cewek diruangan itu berteriak histeris bahkan ada yang menahan nafas saat cowok itu tersenyum. Nara mengernyit, sepertinya ia mengenal suara itu.

"Perkenalkan, nama gue Angga Sebastian. Calon tunangannya Salsa.."

Deg.

_______________

Ada yang bener gak tebakkannya?
Kasian ya Nara😔

Jangan lupa pencet bintang di pojok kiri!!!!!

GANARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang