Pagi pagi buta Jihan telah dandan sangat rapi dan cantik, ia segera masuk ke kamar Langit untuk membangunkannya, karna hari ini adalah keberangkatan Della ke London.
Jihan membuka selambu jendela supaya membiarkan cahaya matahari masuk ke dalam kamar Langit, tapi sayangnya cara tersebut tidak mempan untuk membangunkan si tukang kebo.
"Astaga anak ini, gak bangun juga." ucap irih Jihan.
"Langit ayo bangun nak."
Langit sedikit demi sedikit membuka matanya.
"Apa ma?"
"Ayo bangun, kita ikut nganterin Della."
"Males ah!" Langit membenamkan wajahnya di bantal.
"Ya udah, kamu anterin mama, nanti gak usah turun nunggu di mobil aja."
"Ngapain sih mama mau nganterin dia segala."
"Ya dia kan anak temen mama, ayo sekarang bangun terus mandi."
"5 menit ma."
Jihan lalu mengambil handuk anaknya dan di taruh di wajah Langit.
"Ayo bangun mandi."
Dengan sangat malas Langit akhirnya bangun.
"Iya ini bangun." ucap Langit sambil menguap.
Segera Langit mandi dan bersiap siap.
***
"Ayo Langit buruan." Teriak Jihan dari ruang makan yang menunggu Langit turun dari kamar.
Saat Langit turun Jihan kaget anaknya hanya memakai celana trening panjang dan kaos.
"Loh, kamu kok pakek baju itu."
"Kan Langit cuma nganterin mama, gak ikut turun." ucap Langit sambil memakai sepatu.
"Harusnya yang rapi dikit kek." Ucap Jihan kesal.
"Biarin aja deh ma, ayo berangkat."
Langit mengeluarkan mobilnya dari garasi. Setelah itu mereka berangkat menuju Bandar Udara Internasional Adisutjipto, perjalanan membutuhkan waktu 30 menit dari rumah.
Mobil Langit telah di parkirkan dan Jihan lalu turun.
Langit yang menunggu di mobil, rasa bosan menyelimutinya sudah habis 3 snack makanan dan 1 minuman, tapi mamanya tak kunjung datang.
***
"Ati ati ya nak Della di sana." Ucap Jihan.
"Iya, tapi tante jangan lupa janjinya." Jawab Della.
Jihan hanya bisa tersenyum.
"Della masuk dulu."
"Iya sayang." ucap Sarah sambil melambaikan tangannya.
"Ayo jeng kita pulang." Jihan mengajak Sarah.
"Kok Langit gak ikut?, kamu jadi kan menjodohkan mereka." tanya Sarah.
"Gimana ya jeng."
"Apa?, kan kamu sendiri yang ingin menjodohkan mereka, maupun Langit suka ataupun tidak suka."
"Iya tau, tapi kalau di lihat-lihat kasian juga Langit."
Sarah terdiam dan sangat kesal atas ucapan Jihan.
"Ya saya juga bela Della jeng, Della sudah sayang sama Langit dan itu tugasnya jeng Jihan buat Langit sayang juga sama Della!."
Langit yang telah melihat sosok mamanya ia segera menghidupkan mobilnya.
Jihan yang dari tadi diam dan melamun saat masuk ke dalam mobil, membuat Langit penasaran ada apa dengan mamanya.
"Ma?" Langit membuyarkan lamunan Jihan
"Kenapa nak?"
"Mama kenapa? Kok kayak sedih gitu."
"Mama gpp kok"
"Kalau ada apa apa ngomong ya"
Jihan tersenyum kepada Langit, ia merasa bersalah, atas ulahnya Langit akan menderita.
KAMU SEDANG MEMBACA
Biarkan aku yang pergi
Teen FictionLangit yang gelap juga membutuhkan sedikit cahaya, untuk membuat semua menjadi sempurna, tetapi cahaya yang semakin lama semakin redup karna cahaya bulan tak bisa membuat langit yang hitam menjadi benderang
