Sifra Maree
Jeon Jungkook itu pria terkonyol yang pernah kutemui di dunia ini. Kalian tahu kenapa? Karena Jungkook itu tidak pernah malu untuk mengatakan keinginannya, yaitu melakukan seks denganku.
Maksudku, dia terlalu frontal mengenai hal itu.
Memang dia gila.
Sesampainya di flat, Jungkook mencuci alat makan yang sedari kemarin belum sempat dicuci karena kami harus pergi ke acara ulang tahun Papa nya itu.
Dan tentunya, aku masih memikirkan apa yang dikatakan Jungkook semalam. Dia bilang dia jatuh cinta padaku. Oh, biar kuralat. Dia mengatakan, “Mungkin aku jatuh cinta padamu?” Jadi dia pun juga masih belum yakin dengan perasaannya.
Tentang apa yang kurasakan pada Jungkook, aku juga tidak tahu. Tapi dia adalah pria pertama yang menyentuhku, mencium bibirku, dan bahkan pria pertama yang kuberikan blowjob. Sebelumnya, tidak pernah ada yang sampai dekat padaku melebihi Jungkook.
Dia tampan dan pintar. Siapa yang tidak akan jatuh cinta? Tapi permasalahannya, apakah aku siap untuk membuka hatiku pada Jungkook? Aku belum terlalu lama mengenalnya. Hanya sebatas tahu nama dan latar belakangnya saja.
Sejauh ini, Jungkook menunjukkan sikap baik. Dia juga begitu menyayangi seorang wanita, seperti dia menyayangi Fiona. Walau wanita itu menyakiti hatinya.
“Jungkook?”
“Apa?” jawabnya dengan nada yang sangat lembut.
“Kau bisa bernyanyi?”
Jungkook mengangguk. “Bisa. Aku ada gitar di kamar. Kau mau kunyanyikan? Sebentar, ya, aku ambil.”
Padahal aku belum menyetujui, tapi dia sudah terlebih dahulu mengambil gitarnya dan kembali ke ruang tamu.
Dia duduk di sebelahku dan bertanya, “kau ingin kunyanyikan lagu apa?”
“Kau tahu lagu Delirious yang judulnya Find Me In The River?”
“Ya.”
“Aku ingin kau menyanyikannya.”
“Oke.” Katanya. “KJ dan aku sering menyanyikan lagu itu saat sedang berkumpul. Lagu itu mengingatkanku pada Tuhan. Dan setelahnya, pasti kami akan langsung ke Gereja dan berdoa.”
Aku terkekeh. “Jadi kau hanya akan ke Gereja setelah menyanyikan lagu Find Me In The River?”
“Exactly.”
“KJ itu siapa?”
“Temanku.”
Aku ingin melihat reaksi Jungkook, jadi aku bertanya. “Apa dia tampan?”
Seketika, Jungkook menatapku tajam. “Jangan pernah berpikir untuk mengencaninya, Saint Andrew.”
“Why?”
“He’s a player.”
“Well, you are one to talk.”
Jungkook mendecak. “Tapi aku itu memiliki prinsip untuk mencintai satu wanita saja ketika hatiku sudah memilihnya. Aku berjanji pada diriku sendiri untuk menyayanginya. Entah kami akan menikah atau tidak, yang terpenting aku sudah berjanji untuk mencintainya.”
Oh, betapa manisnya kalimat itu ketika keluar dari mulutnya.
“Jangan berkencan dengannya.”
“Kenapa?”
“Berkencan denganku saja.”
Aku terkekeh. “Aku bahkan tidak mengenal siapa KJ ini, jadi tidak mungkin aku mengencaninya, Jeon Jungkook. Yang benar saja.”
KAMU SEDANG MEMBACA
PORNOPHOBIA
Fanfiction[SELF-PUBLISHING & TERSEDIA VERSI EBOOK] Pornophobia. Apakah kalian pernah mendengar kata tersebut sebelumnya? I guess you've never heard of it before. Dan mungkin juga, kalian tidak tahu bahwa hal tersebut benar-benar ada di dunia ini. Aku, sebagai...
