Jeon Jungkook
Aku terkejut ketika Sifra menciumku lebih dulu di saat aku sedang bernyanyi. Maksudku, oke, aku tidak ada masalah dengan itu. Aku memang ingin mencium bibirnya terus.
Tapi, ya, aku hanya terkejut saja.
Terlebih lagi kini posisi kami menjadi aku berada di atasnya dan dia topless. Kami berdua topless. Well, kalau aku yang topless maka tidak masalah. Tapi ketika Sifra yang topless, maka hancur sudah pertahanan yang kubuat.
Sedari tadi, aku terus menghisap payudaranya dan menjilati serta menggigiti putingnya. Fuck. She’s way too sexy. I can’t get enough of her.
Saat aku sudah selesai bermain dengan payudaranya, kini aku mendaratkan kecupan pada bagian perutnya, kemudian turun hingga menuju bagian kewanitaannya yang masih tertutupi celana panjang.
“Boleh kulepas?”
Sifra mengangguk. “Ya.”
Ketika dia memberiku izin seperti itu, how could I say no? Tentunya aku menjalankan aksiku. Yang selama ini kuinginkan pada akhirnya terwujud juga.
Aku melepas celana panjangnya, sehingga dia hanya memakai celana dalam saja.
Lalu, aku tertawa saat mendapati celana dalamnya juga dihiasi gambar zebra yang besar berada di tengah-tengah, tepat di posisi di mana klitorisnya berada. Fuck. This is so funny.
Tanpa mengatakan apa pun, aku melepas celana dalam yang dikenakannya sehingga dia tidak memakai apa pun sekarang.
Dan tahukah kalian bahwa aku hampir gila. Vaginanya itu bagaikan surga untukku. Sangat merah dan menggoda. Bagaikan buah terlarang yang memenuhi Taman Eden.
Aku membuka lebar pahanya untuk memberikanku ruang agar kepalaku bisa mendekat pada vaginanya. Kemudian, aku mengecupi bagian atas dari vaginanya, lalu perpotongan menuju klitorisnya.
Sifra menggeliat di tempatnya. “Jungkook.”
Aku suka sekali mendengar mulutnya menyebutkan namaku. Ini sebagai bukti bahwa aku berhasil menaklukan Sifra Maree Saint Andrew yang memiliki permasalahan pada dirinya, yaitu pornophobic.
Tapi sekarang justru aku sedang mengecupi vaginanya dan dia menikmati ini semua.
Kugigit pahanya yang begitu indah dan lembut. Lagi, Sifra mendesah. “Please.”
“Please what?”
“D-do something.” Katanya. “Aku merasa begitu panas sekarang, Jeon Jungkook.”
Kalian dengar itu? Sifra sudah horny sekarang!
Aku segera melakukan hal yang memang seharusnya dilakukan. Bibirku menemui bibir vaginanya. Kuberikan kecupan-kecupan kecil di sana, kemudian lidahku menyapa klitorisnya.
Oh, this is heaven.
Sifra meremas rambutku untuk menyalurkan apa yang kini dirasakannya.
Sudah kubilang, bersama denganku, apa pun itu akan menjadi nikmat. Terlebih lagi persoalan oral sex. Lidahku sudah handal dalam hal ini.
Kuhisap klitorisnya sembari satu jariku masuk ke dalam vaginanya untuk membantu dia agar lebih cepat dalam orgasme.
“Jungkook, oh my Lord.”
Seluruh darah dalam diriku mengalir menuju pusat tubuhku. Ereksiku semakin naik dengan tegak karena desahannya itu. Inilah yang dilakukan Sifra Maree Saint Andrew padaku. Dia mampu membuatku hampir gila. Bahkan sudah gila sekarang.
Betapa dirinya membawa dampak yang begitu besar untukku.
Sifra mengatakan, “a-aku—Jungkook!”
“Give it to me, baby.”
KAMU SEDANG MEMBACA
PORNOPHOBIA
Fanfiction[SELF-PUBLISHING & TERSEDIA VERSI EBOOK] Pornophobia. Apakah kalian pernah mendengar kata tersebut sebelumnya? I guess you've never heard of it before. Dan mungkin juga, kalian tidak tahu bahwa hal tersebut benar-benar ada di dunia ini. Aku, sebagai...
