Mr.Dominant - 12

3.2K 248 26
                                        

Jimin masih bersikeras untuk menahan gadis itu agar tidak pergi, menggenggam dengan kuat namun tak ingin sampai menyakiti. Baginya Haerin sangat penting, lebih penting dari apapun yang ia miliki saat ini.

"Ku mohon, jangan seperti ini Ri!" Nada suara Jimin begitu lembut seolah memohon kepada yang lebih muda.

"Kau berpikir ayahku adalah pelakunya?" Suara Haerin masih setia datar dan dingin.

"Aku tidak peduli tentang itu, aku hanya ingin kau bertahan bersamaku."

"Jangan mempertahankanku jika kau bahkan tidak bisa mempercayai kami. Ayahku bukan seorang pembunuh, aku tahu betul siapa ayahku!"

"Apa kau akan tetap disini jika aku percaya ayahmu bukan pelakunya?"

"Tentu saja tidak, karena kau melakukannya untukku, bukan karena kau benar-benar mempercayainya!"

"RIII!!" Kali ini nada suara Jimin naik satu oktaf, rahangnya mengeras dan kaitan tangannya pada Haerin pun mengencang.

"Akkhhh..saa--"

"Jangan membuat kesabaranku habis Ri!" Suara Jimin kembali melembut. "Aku tidak pernah memberi kesempatan kedua untuk siapapun! Selagi aku mempertahankanmu jangan seenaknya sendiri! Kau pikir selama ini aku tidak tersiksa karena harus merawat seseorang yang sudah merenggut nyawa keluargaku?"

Haerin tertawa getir ditempatnya. Perkataan Jimin begitu menyakitkan untuk memaksa masuk rungunya dan menekan ulu hatinya hingga menyebabkan nyeri.

"Kalau begitu lepaskan aku Ahjussi, aku tidak akan memohon untuk kembali padamu!"

"Baiklah jika itu keputusanmu." Jimin melepaskan genggamannya pada lengan Haerin, membiarkan Haerin melangkah menuju kamar, menyaksikan setiap gerak sang gadis yang kini tengah sibuk memakai kembali pakaiannya.

Haerin segera menyambar tas dan ponselnya yang berada diatas nakas, membuat langkah besar meninggalkan Park Jimin yang masih stagnan di tempatnya.

Gadis itu telah sampai di ambang pintu, tangannya bergerak untuk memotek gagangnya, membuka dan bergegas pergi.

"Begitu kau melangkahkan kakimu untuk keluar dari kamar ini, ku pastikan alat bantu pernapasan ayahmu akan di lepas, kau tau apa yang akan terjadi selanjutnya bukan?" Suara Jimin kembali menginterupsi. Haerin otomatis menghentikan langkahnya lantas menoleh kearah sang penginterupsi.

"Brengsek!" Umpat Haerin setelahnya.

"Semua keputusan ada ditanganmu sayang, aku tidak akan memaksamu untuk bertahan denganku. Tapi jika terjadi sesuatu dengan ayahmu setelah ini, itu bukan salahku." Jimin melenggang pergi meninggalkan Haerin yang masih tak berkutik di tempatnya.

.

.

.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mr.Dominant [M] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang