[COMPLETED] Mature content!
Sebagian diprivat, follow untuk membaca!
Kau tau artinya memiliki?
Itu artinya aku tidak akan pernah melepaskanmu apapun yang terjadi.
Kau hanya akan menekuk lututmu dihadapanku, membuka matamu untuk melihatku, dan berser...
Tidak lupa aku ucapkan selamat datang untuk kalian yang baru bergabung di dominan😚🤗
Vote dulu yuk, ramein kolom komentar juga 🤤 aku suka kalo kolom komentar rame kayak kemaren :v drop hati ungu juga 💜
Udah? Oke let's get it...
💜
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Matahari merangsek naik menuju peradaban, menghiasi langit yang berwarna biru cerah, menyinari seluruh alam semesta guna memberi kehidupan. Orang-orang kembali memulai hari dengan berlalu lalang di jalanan lantas berhenti di sebuah halte guna menunggu sang penjemput datang.
Namun disisi lain, kicauan burung yang bernyanyi bersahutan pun tak membuat tubuh lelah pria itu untuk bergerak dari ranjang kebesaran miliknya.
Tubuhnya terlampau lelah sekedar untuk bangun pagi-pagi sekali, sebab seingatnya semalam ia tak langsung pulang setelah berkunjung ke rumah penuh iblis itu. Ia mengajak sang jelita duduk di pinggiran sungai Han, berkencan secara sederhana katanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di ruangan lain, seorang gadis dengan kaos yang terlampau besar untuk tubuhnya yang mungil itu tengah berdiri dan sibuk dengan sesuatu di tangannya. Gadis itu menghela nafas berkali-kali sebab usahanya nampak sia-sia. Pada akhirnya ia menyerah, meletakkan kembali kaleng berisi makanan instan itu di atas meja dan meninggalkannya begitu saja.
"Aish!! Menyebalkan sekali." Gerutunya seraya mendudukkan diri dikursi pantry.
"Ada apa? Pagi-pagi begini sudah menggerutu seperti itu hmm?" Sebuah lengan berotot melingkar sempurna diatas perut rata sang gadis, menumpukkan wajahnya diatas pundak sang jelita sambil sesekali membubuhkan kecupan manis di pipi merona yang lebih muda.
"Ahjussi, kenapa sudah bangun? Apa aku berisik?" Tanya Haerin kemudian.
"Tidak, aku hanya takut kau akan meledakkan dapurku." Jawab yang lebih tua sembari terkekeh.