Haerin duduk di kursi penumpang samping Suho dengan mengedarkan pandangannya ke arah luar jendela. Dua tangannya bergetar hebat, nafasnya memburu, jika saja ia adalah gadis lemah mungkin ia sudah menangis saat ini. Namun Haerin tak selemah itu. Bagaimana pun sifat angkuh dan keras milik ayahnya menurun hampir sembilan puluh persen padanya. Pikirannya menelisik jauh dari tempat kini ia berada sehingga tubuh yang tengah duduk disamping Suho seperti sebuah patung tanpa nyawa. Tak ada pergerakan dan tak ada satu ucapan pun yang keluar dari mulutnya hingga sampai di halaman besar rumah sakit tempat ayahnya dirawat.
"Ayah jangan tinggalkan aku" ucapnya dalam hati.
Haerin menghirup udara sebanyak-banyaknya seraya menutup matanya sejenak sebelum suara Suho kembali menginterupsi masuk ke dalam indra pendengarannya dan mengembalikan kesadarannya.
"Haerin-ah.. semua akan baik-baik saja! Kau percaya ayahmu adalah orang yang kuat kan?"
Haerin mengangguk pelan. Setidaknya ada Suho yang kini menggenggam tangannya erat dan menenangkan dirinya. Entahlah kemana perginya dua kekasih tampannya saat Haerin dalam keadaan seperti ini.
"Ayo masuk" Suho membawa Haerin masuk ke dalam rumah sakit untuk melihat keadaan ayahnya.
******
"Apa ibu tidak datang?" Tanya Haerin pada Suho yang masih setia duduk di sampingnya.
"Ibumu belum menjawab panggilanku, mungkin masih sibuk" Ucap Suho lirih.
"Apa pekerjaannya lebih penting dari ayah?" Kali ini suara gadis tujuh belas tahun itu bergetar.
"Ibumu pasti datang.." Ujar Suho menenangkan.
"Sekarang kau melihatnya? Hidupku tak seindah itu kan? Keluargaku berantakan!" Gumam Haerin lirih seraya menundukkan wajahnya.
"Setidaknya mereka masih bisa kau lihat dan mereka juga menyayangimu.."
"Aku...lelah oppa" getaran suara Haerin terdengar dengan jelas. Gadis itu menangis terisak di sana.
"Aku akan menghubungi Jungkook!"
Tak ada jawaban.
Haerin masih setia menangis dan terisak ditrmpatnya. Dadanya sesak. Hidupnya yang terlihat sempurna nyatanya tak seindah itu. Kaki dan punggung nya penuh duri. Ia terlihat kuat dan tegar dihadapan banyak orang. Tapi tidak di hadapan Suho. Haerin tak bisa menyembunyikan satu rahasia pun pada Suho sebab pria itu lah yang dengan sabar menemani Haerin kemanapun ia pergi dan tetap setia menemani Haerin dalam keadaan susah maupun senang.
*****
Udara malam ini begitu dingin ditambah guyuran air hujan yang mendadak jatuh membasahi bumi menambah dingin untuk orang orang yang menghabiskan waktunya sendirian. Tapi nyatanya tidak dengan pria Jeon. Pria itu malah berkeringat di sekujur tubuhnya. Jungkook masih bergerak dengan liar diatas tubuh seorang wanita dan masih sibuk menusukkan miliknya kedalam kepemilikan sang wanita membuat udara di dalam ruangan besar berwarna gelap itu menjadi panas. Desahan desahan sensual terdengar cukup lantang hingga ke penjuru ruangan. Bahkan beberapa kali wanita itu terdengar menjerit kenikmatan akibat permainan kasar yang Jungkook berikan. Tiga tusukan terakhir hingga akhirnya kedua manusia itu mengerang bersama mencapai pelepasan untuk kesekian kalinya. Jungkook melepaskan miliknya dari pusat sang wanita lantas berjalan dengan langkah besar menuju kamar mandi. Sebelum suara halus wanita itu menghentikan langkah pria Jeon.
"Kapan kau akan meninggalkan Haerin?"
Jungkook menoleh, tatapannya begitu dingin disertai helaan nafas di detik berikutnya. Tak ada jawaban, Jungkook kembali melangkahkan kakinya menuju kamar mandi mengabaikan wanita yang masih terkulai lemas di ranjang besar miliknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr.Dominant [M] ✓
Fanfiction[COMPLETED] Mature content! Sebagian diprivat, follow untuk membaca! Kau tau artinya memiliki? Itu artinya aku tidak akan pernah melepaskanmu apapun yang terjadi. Kau hanya akan menekuk lututmu dihadapanku, membuka matamu untuk melihatku, dan berser...
![Mr.Dominant [M] ✓](https://img.wattpad.com/cover/226151380-64-k959830.jpg)