Pada sayu mata Bapak,
Ketulusan tumbuh subur disana
Pada sayu mata Bapak,
Tanggung jawab bertengger gagah
Pada sayu mata Bapak,
Terdapat kebun cinta yang tiada layu
Mata Bapak yang sipit
Di dalamnya terpampang luas kerja keras
Mata Bapak yang sipit
Di dalamnya ribuan tak terhitung jejak hidupnya
Mata Bapak yang sipit
Di dalamnya ada segara sabar yang sangat lebar
Aku di mata Bapak
Tidak pernah menjadi besar
Meski usiaku belasan bahkan sampai puluhan kelak
Aku tetaplah anak-anak di mata Bapak
Seperti dulu ketika masih kuncir dua
Aku di mata Bapak
Harus selalu bahagia apa pun kondisinya
Menjadi sesuatu yang di nomor satukan
"Yang penting kamu, nak," kata Bapak
Bapak di mataku
Adalah manusia yang tidak minta apa-apa
Tidak menuntut dibelikan ini itu bahkan ketika aku sudah berpenghasilan
Bapak di mataku
Adalah manusia yang tidak minta apa pun
Kecuali doa
Teruntuk Bapak
Teruslah sehat, teruslah kuat
Aku menjadi manusia yang paling bersyukur memilikimu, Pak
Terima kasih banyak
Bapak
Indri
10/9/2020
21:20
Indekos, Sunter Muara
KAMU SEDANG MEMBACA
DIKSI
No FicciónKelak, jejakmu dan jejakku menyatu menjadi kenang yang merindu dan dirindu oleh semesta. DIKSI adalah saksinya. ~selamat membaca dan menyelami dunia lain~ Temukan aku: Ig: @its.indee Twitter: @ItsIndee
