Jung Hani, remaja blasteran Korea-Indonesia yang memiliki keberuntungan yang sangat diinginkan sebagian besar remaja di Dunia, bagaimana tidak? diusianya yang belum menginjak 16 tahun, Hani sudah berhasil menjadi salah satu manajer sekaligus mental...
Suara dentuman musik dari ruang latihan yang entah sudah diputar berapa kali, namun masih tidak membuat ketujuh lelaki tampan yang sedang menari tersebut lelah. Bahkan terlihat semakin bersemangat. Hal ini karena berita yang mereka terima pagi ini.
*Dorm*
"Jungkook-ah ayo cepat selesaikan mandimu, jangan menyetel musik keras keras" Teriak Hani.
Dorm Bangtan seperti biasanya, selalu ramai. Tujuh orang sudah mengelilingi meja makan mereka, menunggu si bungsu yang masih saja menyetel musik di dalam kamar mandi.
Akhirnya setelah beberapa menit, yang ditunggu datang juga tergopoh-gopoh hanya dengan memakai hoodie dan celana pendek.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ayo makan!" Ucapnya semangat membuat yang lain hanya menggeleng gelengkan kepalanya namun tersenyum maklum, sang maknae selalu terlihat manis apapun perbuatannya jadi selalu termaafkan.
***
Saat ini mereka sedang bersiap-siap untuk berangkat latihan untuk acara akhir tahun. Hani dengan santai melihat laporan yang masuk tentang jadwal yang sudah disusun manager Sejin sambil menunggu yang lain siap.
Meskipun yang ditunggu sebenarnya hanya tinggal satu orang.
"Jimin Hyung, cepat, kau lama sekali!" Rengek sang maknae disebelah Hani.
*Tringgggg*
Incoming call *MMA Staff*
/Eoh? Ada apa? Bukankah waktu itu mereka sudah menghubungi manager Sejin/ Pikir Hani bingung, tanpa sadar seseorang disebelahnya melirik dan melihat siapa penelpon sang manager.
Lalu Hani memutuskan untuk mengangkat telepon tersebut.
"Yoboseyo? Nde Bangtan Sonyeondan manager imnida" .... "Nde, majayo, waegeureseyo?" .... "Mwo?" Teriak Hani yang tiba-tiba berdiri membuat kaget seisi ruang tamu dorm. Bahkan Suga sampai menjatuhkan handphonenya untungnya tidak sampai jatuh ke lantai. .... "Jinjjayo? Kau tidak sedang bercanda kan?" Ucap Hani semangat. .... "Terimakasih, terimakasih banyak" Ucapnya lalu mematikan telepon dan beralih menatap Namjoon.
Mata Hani berkaca-kaca. Semuanya bingung ingin merespon seperti apa, apalagi Jimin yang baru datang saat managernya menutup telepon tadi.
Akhirnya air mata itu jatuh, mereka total bingung. Suga langsung berdiri dan memegang kedua bahu Hani.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hei, kau kenapa? Tadi bersemangat saat menerima telepon, mengapa sekarang menangis?" Tanya Suga bingung, sedangkan yang lain masih mematung di tempatnya masing-masing.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.