Setelah kejadian di kamar pemuda Kim, Jungkook sering terlihat tak fokus. Bisikan yang diucapkan Taehyung benar-benar membuat dirinya menjadi lebih pendiam. Bahkan saat tadi makan malam, Taehyung menyenggol gelas berisi susu panas dimeja dan terkena Jungkook yang tepat berada disampingnya. Susu panas itu mengenai paha si pemuda manis, dan si pelaku hanya berucap–
"Maaf, aku tak sengaja. Aku berniat mengambil sendok didekat gelas itu" katanya
Menghela nafas panjang, Jungkook membaringkan tubuhnya di kasur berukuran king size. Mungkin besok ia akan berinteraksi lebih baik lagi dengan Hyung barunya itu. Sedikit memiringkan tubuhnya menghadap jendela, sinar bulan yang menembus tirai tipis itu. Berniat menutup matanya sebelum—–
"Kookie? Eomma boleh masuk?" sang Ibu bertanya dengan menyembul kan kepalanya di muka pintu.
Jungkook mengangguk kan kepalanya dan membenarkan posisinya menyender pada kepala kasur. Memperhatikan sang eomma yang menenteng kotak dengan gambar plus berwarna merah, dan mendudukkan diri di pinggir kasur sang empunya.
"Boleh Eomma liat lukanya?" Sang empu pun memperlihatkan lukanya kepada eomma nya. Meringis kecil ketika luka itu bergesekan dengan celana pendeknya. Jieun pun membuka kotak p3k dan mengambil kapas beserta obat merah. Jari lentik nya men tap tap kan kapas yang sudah dituangkan sedikit obat merah. Pemuda manis itu pun hanya meringis merasakan perih, lukanya tak separah itu hanya saja obat itu yang membuat sensasi perih— gerutunya didalam hati.
Setelah selesai mengobati luka, Jieun pun membereskan kembali peralatan itu. Menatap sang putra, lalu mengelus surai brown yang terasa lembut. Menyuruh nya untuk kembali berbaring dan membenarkan selimut untuk memastikan pemuda manis ini tetap hangat. Mengecup keningnya cukup lama dan terlihat ekor matanya yang sedikit mengeluarkan air. Menjauh kan bibirnya lalu beranjak bangun dan mematikan saklar lampu ruangan itu. Dan jangan lupa—
"Jaljjayo kookie, Eomma sayang kookie" ucapnya tulus diiringi senyum teramat manis.
"Nado jaljjayo Eomma, kookie juga sayang Eomma" balas nya dengan senyum yang mirip sang ibu.
Jieun pun menutup pintu dengan perlahan, tak tahu bahwa kedua manik pemilik kamar yang kini memburam karena air mata terus memberontak ingin keluar.
"Aku tak boleh lemah, Eomma sudah terlalu terpuruk dengan keadaan ku yang seperti ini. Appa, kau melihat ku disana? Aku sekarang akan memiliki Hyung. Appa, tolong perhatikan aku terus disana. Aku di sini akan berusaha terus untuk membuat Eomma tersenyum Appa" lirihnya diakhir kalimat. Karena ia tak tahu, sampai mana kesempatan nya untuk terus membuat Eomma nya tersenyum.
—————
Perkumpulan kerabat dekat maupun jauh kini berada di satu gedung. Dekorasi berkelas classic adalah sebuah pilihan yang tepat untuk suasana di malam hari ini. Pernikahan Jeon Jieun dan Kim Seo Joon berjalan lancar, Jieun yang menggunakan gaun putih mengembang dengan tatanan rambut diurai dan sedikit aksesoris bunga untuk menambah kesan sang putri dan Seo Joon yang memakai tuxedo hitam dengan style rambut belah pinggir merupakan pasangan serasi yang benar menonjol untuk malam hari ini.
Tak luput dari itu, pemuda manis yang kini sedang duduk di salah satu bangku undangan memperhatikan sang ibu dengan ayah barunya yang terlihat bahagia. Senyum itu, Jungkook sudah lama tak melihatnya sejak ayahnya meninggal. Sedikit menjauh dari letak acara, Jungkook pun keluar memilih untuk duduk di taman bunga yang tak terletak jauh dari acara. Memandang langit terlihat beribu bintang yang seakan ikut andil dalam merayakan pernikahan sang ibu. Tersenyum manis dengan manik monolid menyerupai kelinci. Sekilas merasakan rindu dengan perlahan manik itu pun menyendu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My hyung or ?
Casuale"Eomma! Apa hyungku sangat keren? Apa dia bisa melindungiku seperti hyung hyung yang lain? Aku tak sabar untuk bertemu eomma!" . . "Hyung.. aku tak apa kau tak menyukai ku. Tapi aku takkan menyerah untuk mendekatimu, dan merasakan bagaimana senangny...
