[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA]
Daniel Grissham, cowok dengan rahang kokoh serta memiliki manik indah berwarna hijau. Dengan terpaksa harus menikah dengan seorang gadis yang telah dihamili oleh Kakanya sendiri.
Karena tidak tau apa yang telah terjadi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Mengelap keringat yang keluar dari pelipisnya, juga hidung yang memerah membuat Embun menghela nafas pelan. Meja dan buku di perpustakaan ini sangat berdebu, Embun yang mempunyai alergi terhadap debu pun di buat bersin bersin dan flu dadakan.
Beruntung Embun selalu menyimpan tissue di saku seragamnya.
"Selesai." ujar Embun seraya berkacak pinggang. Akhirnya hukuman ini selesai.
Embun keluar hendak ke toilet siswi, membersihkan tangan serta wajahnya yang nampak kusam dan penampilannya yang kelewat berantakan.
Suara air yang mengalir dari keran mendominasi suasana. Embun membasuhi wajahnya setelah selesai mencuci tangan dengan sabun cair yang sudah tersedia.
"Aku takut." ujarnya tiba tiba.
"Onal, aku takut menanggung ini sendirian. Aku butuh kamu. Tapi kenapa kamu malah pergi? Kamu gak mikirin gimana keadaan aku saat ini?" Embun menatap dirinya di pantulan cermin.
"Aku emang kecewa, aku merasa gagal dan hancur, tapi aku gak pernah benci kamu." kata Embun mulai meneteskan air matanya. Hatinya hancur. Fikirannya penuh bahkan tidak ada sisa ruang sedikitpun di dalam sana.
Sakit, kecewa, sedih, malu, terpukul semua teraduk menjadi satu.
Bagaimana rasanya? Sudah tidak dapat di jelaskan. Tetapi yang pasti Embun sangat terpuruk saat ini.
"Dalam satu waktu, aku kehilangan dua harapan. Masa depan, dan orang yang menemaniku di masa tersebut."
***
"Siap." terdengar helaan nafas kasar dari cowok yang tengah menyiapkan satu mangkok bubur ayam.
Daniel, membuatkan makanan untuk bundanya yang masih terbaring di atas kasur. "Semoga Bunda suka." katanya seperti sebuah doa.
Ketika satu langkah keluar dari dapur. Daniel teringat akan seseorang.
Ya, ternyata Ronald yang tiba tiba mampir ke dalam fikirannya. Saat Ayahnya mengatakan bahwa Ronald di temukan tewas bunuh diri, Daniel tidak di beritahukan apapun lagi. Bahkan Daniel tidak tau apakah acara pemakaman sudah di laksanakan atau jasad Ronald masih di otopsi?
Daniel juga tidak ingat hari apa jenazah Ronald di temukan.
Terserah, Daniel juga sebenarnya tidak perduli.
Tok...Tok...Tok...
"Bunda." panggil Daniel pelan dari belakang pintu.
"Masuk Nak." jawab Elina dari dalam sana, Daniel pun memutar knop pintu dan mulai masuk ke dalam kamar mewah kedua orang tuanya.
"Bunda makan ya? Daniel tau pasti Bunda belum makan dari pagi, tadi Bibi bilang Bunda gak mau sarapan." kata Daniel mendapat senyum kecil dari Elina. Daniel memang nakal dan segala macam tetapi dengannya, Daniel sangat terlihat lembut dan penurut.