Vote dan komennya ya!
Jangan lupa follow akun ini juga...
***
Mungkin akibat obrolan sensitif saat di koridor rumah sakit membuat aura di sekitar Daniel dan Embun menjadi sunyi dan sepi. Masing masing dari keduanya membungkam memfokuskan apa yang sedang mereka lalukan sekarang ini.
Daniel yang fokus kepada jalanan di depan sebab dirinya tengah menyetir mobil dengan kecepatan sedang.
Juga Embun yang menatap keluar jendela mobil seraya mengangkat tangannya. Mengelus pelan dan lambat kaca jendela tersebut seperti ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.
Memang, Embun-kan mempunyai banyak bahan untuk dipikirkan. Entah itu masalah atau yang lainnya.
Setelah membelokkan setirnya ke arah kanan. Tak sengaja Daniel melihat apa yang sedang Embun lalukan. Tidak tau dari mana rasa kasihan ini hadir terhadap cerita sedih kehidupan gadis itu. Tetapi kalian harus tau bahwa Daniel tidak sekejam yang dibicarakan orang orang di luaran sana.
"Bunda bilang, gue sama lo makan di luar aja. Lo mau makan apa?" tanya Daniel dengan suara seraknya.
Jangan di tanya, Embun terkejut tiba tiba suara Daniel terdengar memecah keheningan.
"Ng—nggak usah. Aku udah makan sama Regan tadi. Kita langsung pulang aja." kata Embun. Bukan karena tidak lapar. Ia sangat membutuhkan makanan karena saat belajar bersama Regan, Embun terlalu fokus sampai tak memakan makanan pesanannya.
Ya, ia berbohong kepada Daniel.
Tetapi ia hanya takut kalau harus makan di luar dengan Daniel, banyak faktor yang dapat menambah masalah lagi.
Pertama, jika ada teman sekolah yang melihatnya berduaan dengan Daniel.
Kedua, ia tau pasti sebenarnya Daniel keberatan. Bisa bisa lain kali Daniel akan membantah ucapan Elina jika meminta Daniel untuk mengajaknya makan di luar. Lalu terjadilah pertengkaran, apalagi jika ada Anson di sana. Bisa semakin runyam.
Dan banyak lagi hal yang tak terduga. Lagipula sudah cukup, Daniel sudah membantunya walau terpaksa. Jangan menyusahkan cowok itu lagi walau hanya untuk beberapa jam kedepan.
Menoleh menatap gadis di sampingnya. Daniel menghembuskan nafas pelannya. Membelokkan setir mobilnya kembali, kali ini hal itu membuat mobil mewahnya memasuki halaman restoran paling terkenal di Jakarta.
"Gue lapar. Kalo lo mau pulang duluan, lo bisa cari taksi atau ojek online." kata Daniel keluar dari mobilnya secepat kilat dan berjalan pergi meninggalkan Embun yang membeo.
Sebentar, Embun belum bisa mencerna keadaan saat ini.
Namun seperdetik kemudian, Daniel kembali lagi dan membuka pintu mobil dengan mengatakan. "Tapi kalo lo mau ikut gue, keluar dari mobil sekarang."
***
Suasana yang membuat siapapun akan tercengang. Di dalam restoran itu sungguh amat sangat indah, dekorasi serta konsepnya membuat mata siapapun berbinar senang layaknya melihat sesuatu yang jarang manusia tatap di dunia.
Lebih tepatnya ini adalah asumsi Embun sendiri. Buktinya, Daniel dan beberapa pengunjung di sana nampak biasa saja. Mereka tidak mengedarkan pandang menikmati pemandangan yang ada walau ini di dalam sebuah bangunan restoran!
KAMU SEDANG MEMBACA
Difficult [On Going]
ChickLit[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Daniel Grissham, cowok dengan rahang kokoh serta memiliki manik indah berwarna hijau. Dengan terpaksa harus menikah dengan seorang gadis yang telah dihamili oleh Kakanya sendiri. Karena tidak tau apa yang telah terjadi...
![Difficult [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/242407294-64-k475072.jpg)