Makasiii yang masih baca sampai bagian ini...
Happy Reading^^
***
"Nggak! Daniel mau pernikahan ini di batalin, Daniel gak setuju!" bentak Daniel murka.
"Apa yang kamu katakan? Jangan mempermalukan saya di depan semua orang!" tak mau kalah, Anson juga membentak Daniel tepat di depan wajah cowok tersebut tanpa ragu.
"Mempermalukan? Jelas jelas, putra kesayangan anda yang lebih mempermalukan keluarga ini!" balas Daniel kembali. Wajahnya memerah menahan semua amarahnya yang dari dulu ia tahan hingga saat ini.
"DIA TIDAK PERNAH MEMPERMALUKAN SAYA!"
"Oh ya? Setelah menghamili dia!" Daniel menunjuk Embun yang menunduk diam dalam tangis yang pelan. "Putra kesayangan anda malah pergi dan tiba tiba ditemukan bunuh diri. Karena apa? Karena dia gak mau tanggung jawab sama apa yang dia perbuat!" Daniel bak tak terkontrol kembali.
"Dan kabar buruknya adalah. Saya yang dari dulu anda sebut pembawa masalah, yang harus bertanggung jawab!"
"Diam kamu!" tangan Anson sudah melayang hendak memberikan Daniel sebuah hukuman kembali.
"Apa?! Tampar saya! Tampar saya sekarang!" tantang Daniel. "Tamparan yang anda berikan tidak akan mengubah saya!" katanya lagi.
"Dia pergi bukan karena tidak mau bertanggung jawab. Jangan asal bicara!" marah Anson mengurungkan niat awalnya.
Ia tidak habis fikir atas semua ucapan yang Daniel keluarkan. Lama kelamaan sangat sangat kurang ajar.
Jika dibiarkan, Daniel akan kehilangan kontrolnya dan semakin menjadi jadi.
"Seterah apa kata anda, tetapi saya tidak akan pernah mengubah apa yang sudah saya ucapkan." tegas Daniel bersamaan dengan keringat yang mengucur di pelipisnya. Membentak dengan oktaf yang tinggi, membuat urat urat lehernya timbul ke permukaan kulit.
Lelah? Tentu, siapapun itu pasti ingin keluarganya baik baik saja.
Tidak seperti keluarga Grissham ini.
Pria berjas hitam itu diam tak berkutik. Sedangkan Elina sudah banjir air matanya, saat saat seperti inilah yang dapat membuatnya mati rasa dan tidak mampu berbuat apapun lagi.
Dan gadis dengan gaun putih itu hanya menangis dalam diam, tak pernah terfikirkan kalau dirinya akan menikah dengan cowok bernama Daniel.
Sungguh semua ini seperti mimpi yang entah buruk atau bisa jadi indah, tetapi Embun sangat sangat terkejut dengan keadaan seperti sekarang ini.
"Daniel, Bunda mohon jangan batalkan pernikahan ini Nak." mohon Elina.
"Bunda minta tolong sama Daniel, Bunda mohon." mintanya, sekarang giliran Daniel yang tak bisa berkata kata lagi. Menolaknya akan membuat hati Elina sedih namun menerimanya akan membuat masa SMA-nya hancur.
"Daniel gak sudi nikah sama dia." ujar Daniel tajam. Dan isak yang tidak tertahan keluar dari bibir Embun.
Kenapa semua jadi berantakan? Kemana masa depannya yang cerah itu pergi? Cepat kembalikan kepada Embun!
"Tidak sudi?! Apa kamu pernah bertanya, sudi tidak gadis itu mau menikah dengan kamu?!" kata Anson memperkeruh keadaan.
"Jika dari kami berdua sama sama tidak sudi, kenapa pernikahan ini harus berlangsung?" balas Daniel.
"Karena kami tidak punya pilihan!"
"BAHKAN ANDA TIDAK MEMBERIKAN SAYA KESEMPATAN UNTUK MEMILIH" bentak Daniel menciptakan keadaan yang hening. Mungkin Anson kehabisan kata kata untuk melawan perkataan Daniel lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Difficult [On Going]
ChickLit[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Daniel Grissham, cowok dengan rahang kokoh serta memiliki manik indah berwarna hijau. Dengan terpaksa harus menikah dengan seorang gadis yang telah dihamili oleh Kakanya sendiri. Karena tidak tau apa yang telah terjadi...
![Difficult [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/242407294-64-k475072.jpg)