Bismillahirrahmanirrahim
© Ardita
Lampung Selatan, Sabtu 24 Oktober 2020
______
Aku tau kalian jomblo, jadi karena aku baik hati dan tidak sombong aku update deh malam ini, untuk nemenin malam Minggu kalian whahaha><
Padahal aku juga jomblo. Plak!
Oke, happy reading, semoga sukaaaaaa
[]
“Pak Alvin ayo cek up, kata dokter kemarin apa? Bapak harus periksa keadaan kaki Bapak,” paksa Maira sedikit kesal karena dari tadi Alvin tak meladeni ucapannya.
“Kalau Bapak gak mau periksa keadaan kaki Bapak, mau sampai kapan sembuhnya? Pasti bisa lebih dari satu bulan dan masalahnya saya akan lebih lama lagi menjaga Bapak!” teriak Maira, emosinya hampir memuncak karena sifat cuek Alvin.
“Apa susahnya sih cek up? Gak sakit kok! Gak sampe diamputasi!” cerocos Maira.
“Yaudah kalau Bapak tetap gak mau saya pulang aja!” Maira sudah ingin keluar tapi tiba-tiba Alvin memanggilnya.
“Maira tunggu!”
“Apa? Mau ngomong apa? Kalau Bapak gak mau periksa jangan ajak saya bicara!” rajuk Maira benar-benar kesal. Sungguh dia ingin cepat-cepat mengakhiri semua ini, Maira ingin hidup bebas. Niat pulang ke Lampung ya untuk liburan tapi kenapa dirinya malah terjebak pada situasi ini?! Astaghfirullah Maira sabar, kamu gak boleh terus-terussan ngeluh, oke? Semangat!
“S..saya gak meladeni kamu bicara karena saya sakit gigi Maira kam... Aghhh!” rintih Alvin kesakitan sambil memegang pipi kirinya.
“Astaghfirullah Bapak sakit gigi? Kok bisa? Ya Allah kenapa gak bilang dari tadi!” panik Maira langsung membuka laci untuk mencari obat.
“Nyari apa kamu?” tanya Alvin, “di rumah saya gak ada obat. Ayo langsung ke puskesmas. Sakit banget ini astaghfirullah,” keluh Alvin.
Bukannya kasihan melihat Alvin seperti itu Maira malah membuyarkan tawanya. “Hahahaha!”
“Kenapa ketawa? Ada yang lucu?” sewot Alvin.
“Lucu aja direktur perusahaan, orang yang paling sombong dan sukanya marah-marah ternyata bisa sakit gigi juga hahaha,” tawa Maira semakin pecah melihat wajah Alvin kesal.
“Oh udah berani kamu sama saya? Awas ya kam..... Aghhh!”
“Udah deh jangan sok-sokan banyak bicara, mending Bapak diem, adem anyem. Biar saya antar Bapak ke rumah sakit, oke?”
Tanpa persetujuan dari Alvin, Maira mendorong kursi rodanya keluar dari kamar. Alvin membiarkan saja Maira melakukan itu, sebenarnya dia ingin memarahi Maira habis-habissan tapi giginya sedang tidak bersahabat.
Lihat saja kalau Alvin sudah sembuh, dia akan membalas dendam! Berani sekali Maira menertawainya!
***
Setelah mengenal Alvin lebih dari dua minggu, Maira jadi tahu kalau pria itu sebenarnya butuh asisten karena Alvin itu teledor tingkat akut! Pulpen yang sedang dipegangnya saja dia lupa, dan yang lebih parahnya lagi dia malah marah-marah ke Maira karena pulpennya hilang. Betapa malu dirinya ketika tahu pulpennya di genggaman tangannya sendiri. Sudah fitnah Maira, marah-marah ke Maira, dia tidak minta maaf lagi! Memang meminta maaf adalah salah satu hal di dunia ini yang sulit dilakukan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Untukmu Imamku
Novela Juvenil"Maaf Maira, saya nggak bisa menjelaskan. Saya salah, yang saya bisa saat ini hanyalah menikahimu." -Alvin Zaidan Al-Kahfi- "SAYA NGGAK MAU KAMU MENIKAHI SAYA! SAYA MAU KAMU MENJELASKAN YANG SEBENARNYA TERJADI? PAHAM NGGAK?! DASAR BRENGSEK!" ...
