"Seakan beberapa orang diciptakan untuk tidak memiliki emosi bahagia"
✈✈✈
Kalian pikir aku akan mendatangi Emily dan meminta semuanya berakhir begitu saja? Tentu tidak. Aku akan membuktikan jika Emily selama ini juga membohongiku, dengan begitu dia akan jujur tentang apa yang dia rasakan salama ini. Semua kebohongan Emily adalah tentang Ayah dan kehidupannya hanyalah tentang Ayah. Untuk itu, aku akan mencari lebih tentang Ayah.
Beberapa hari yang tersisa aku bertahan dengan menghapal perilaku Ayah. Jam tenangnnya ketika berangkat pagi sebelum dia bangun serta pulang sebelum dia pulang dan jangan ada pembicaraan. Di rumah, kami sempat bersitatap beberapa kali, tapi aku tak bicara lebih yang dapat memancing perdebatan.
Sesuatu terjadi pada Emily dan itu karena orang ini.
Untuk itulah, aku mendedikasikan diri tidak datang ke sekolah hari ini demi mencari tahu semuanya. Sammy sudah kutelepon dan kebetulan timnya tidak ada jadwal pertandingan Ganda Pura hari ini. Dengan begitu, tidak ada salahnya jika dia membolos.
Aku mengendap dan membuka lemari pakaian Ayah. Membongkar laci di sana, dan tidak menemukan surat-surat yag berhubungan dengan kepekerjaannya di suatu perusahaan percetakan. Di kota kecilku, perusahaan percetakan besar hanya ada sekitar lima buah untuk percetakan surat kabar besar dan buku. Semuanya ada di pusat kota.
Tanganku terus mencari dan mencari hingga menemukan satu kartu kerja di perusahaan percetakan. Dari tahunnya menunjukkan waktu yang sudah lama. Mungkin ketika aku balita dan waktu itu aku belum mengerti apapun tentang pekerjaan Ayah.
"Takkan kubiarkan Emily membela orang sepertinya lagi." Aku naik cepat ke lantai dua dan memasukan buku misterius serta buku diary Emily ke dalam tas. Langkahku cepat mengunci pintu rumah dan berlari menuju jalan seraya menunggu angkot. Aku memegang kartu nama itu dan melihat identitas diri Ayah sekali lagi sebelum kemudian menopang dagu dan menatap keluar jendela angkot.
Kepada Langit, Awan, dan Angin ...
Salah satu dari milyaran siang hari ini, aku bahkan meragukan diri sendiri
Bahkan mendongak kepala dan menatapmu pun aku ragu
Bahkan menarik napas dan yakin akan apa yang kuhidu pun aku ragu
Aku menyisikan helaian rambut ke belakang seraya membayar ongkos ke supir angkot. Setelahnya, mataku menerawang jauh gedung tiga lantai di depanku saat ini.
Apa hal baik saat ragu menjemputmu di pintu?
Kenapa aku pilih tinggal ketika ingin hilang? Aku Tanya padamu, angkasa
Kenapa harus aku?
Perlahan kubuka pintu dan satpam menanyaiku serta menuntunku menuju ke tempat costumer service. Selagi dia menyapaku ramah, aku menyodorkan kartu kerja itu dan menanyakan perihal Ayah di sini.
Masa depan, harapan, bualan dan delusi yang dibesar-besarkan
Aku hanyalah cetakan yang telah engkau buatkan tuk ikuti apa yang kau mau
Tak ada bagian dan pijakan di bumi bagiku, dan bagi kelauargaku
"Dia tidak berkerja di sini lagi, saya tidak pernah melihatnya. Namun, Dari ID-nya dia sempat berkerja di sini, tapi berhenti sekitar Sembilan tahun yang lalu."
Aku tertegun, saat itu saat sedang krisis-krisisinya masalah di antara Ayah dan Ibu sebelum mereka bercerai.
Tak ada sesak yang dapat hentikan napas ini
KAMU SEDANG MEMBACA
Emily's Clue [TAMAT]
Teen Fiction🏅Runner Up Shana Writing Comp 2021 Kategori Secret 🏅3rd Place ODOC The WWG 2020 Ketika kehilangan sang Kakak, Emily, akibat perceraian orang tua, hidup Cheryl serasa berhenti sepihak. Tak ada perkembangan dalam dirinya. Dia seperti gadis mati yang...
![Emily's Clue [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/218115154-64-k400598.jpg)