Chapter 11

1.8K 124 8
                                        

Iseng-iseng mau vote ah, wkwk

Kalian termasuk tim mana nih?

A. Tim Bian-Carrol

B. Tim Bian-Hanin

Kalau aku sih netral, wkwkwkwk


Happy Reading ^_^


Bian menuruni tangga rumahnya dengan semangat. Seperti yang sudah ia rencanakan tadi malam bahwa di hari Minggu pagi ini ia akan mengajak Hanin untuk sekedar bersantai di taman kota.

Namun suara tawa dari ruangan depan membuat Bian mengernyitkan keningnya. Bukannya itu suara Carrol?

"Kamu kesini?" tanya Bian pada Carrol yang tengah duduk manis bersama mommy nya.

"Bian katanya Carrol mau minta diantar sama kamu ke Gramedia." ucap mommy nya.

"Kamu sendiri udah rapi, emang ada janji Ian?" tanya Carrol.

"Enggak kok. Yaudah kalau mau diantar, bentar aku ke kamar dulu kunci mobilku tertinggal." ucap Bian.

"Aku bawa mobil kok Ian." ucap Carrol.

"Gak papa nanti aku juga bawa, kita sendiri-sendiri aja ya bawa mobilnya biar kamu gak usah muter-muter dulu kalau mau pulang." usul Bian.

Carrol pun menganggukkan kepalanya setuju. Mereka memang begitu sering keluar bareng namun bawa mobil masing-masing. Alasannya? Karena Bian terlalu malas untuk mengantar Carrol dan harus terjebak macet.

Di kamar Bian segera menghubungi Hanin.

"Hallo Hanin." ucap Bian langsung ketika Hanin mengangkat panggilannya.

"Hallo." ucap Hanin.

"Maaf banget ya sepertinya agenda kita hari ini gak jadi." ucap Bian dengan nada menyesal.

"Oh gitu, iya gak papa kok Dok." ucap Hanin.

"Kamu pasti udah siap-siap ya? Maaf sekali lagi." ucap Bian.

"Nggak kok. Saya baru aja selesai mandi. Oke Dok gak masalah." ujar Hanin sambil tertawa.

"Yaudah kalau gitu, lain kali saja ya." kata Bian.

"Heem. Saya tutup telponnya ya Dok." jawab Hanin.

"Iya." ucap Bian.

Bian menghembuskan napasnya, bahkan Hanin tidak menanyakan alasan kenapa mereka tidak jadi pergi.

***

Hanin menatap pantulan dirinya di cermin, ia bahkan telah berdandan dari satu jam yang lalu. Ia tertawa sumbang menyadari kebodohannya, kenapa ia harus repot-repot berdandan seperti ini?

Hanin mengambil tas nya dan bersiap akan pergi. Walaupun Bian membatalkan rencana mereka setidaknya Hanin tidak mau menyia-nyiakan sapuan make up nya.

Hari Minggu mall cukup ramai dikunjungi, Hanin berhenti di toko sandal & sepatu ia melihat-lihat sepatu yang kiranya cocok untuknya. Jika dipikir-pikir Hanin selama ini hanya bekerja dan bekerja. Ia bahkan sangat jarang sekali menghabiskan waktu me time nya seperti ini.

Hanin mengambil sebuah flat shoes berwarna pink peach. Warnanya sangat cocok dengan pakaian Hanin sekarang, ia pun segera mencobanya dan itu tampak cantik di kaki mungilnya.

Hanin melihat jam di pergelangan tangannya, sudah lewat pukul 12 dan pantas saja perut Hanin berdemo minta diisi. Dari tadi ia telah berkeliling membeli barang-barang mulai dari sepatu, tas, bahkan baju. Hanin pun segera bergegas menuju food court di mall tersebut.

Rencana [Telah Terbit]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang