Ibu tunggu ya nak sebelum jam pelajaran selanjutnya
Lia
Baik bu
Dengusan kasar Lia membuat Una yang duduk di sampingnya sambil mengerjakan tugas kimianya sontak menoleh. Melempar tatapan penasaran namun tak berani untuk langsung bertanya menyadari betapa kerutan di kening sahabatnya itu kian jelas.
Lia
Gas
Bagas
Dimana sih lo?!
Bagas IPA 3
Eh Lia
Kebetulan banget
Lo kumpulin rapor anak anak ya
Gua lagi sama Viona nih
Lia
Najis
Maksiat terus diduluin
Bagas IPA 3
Iri tanda tak mampu
Dah sana kumpulin
Udah diteror nih gua
Kalau berat minta bantuin siapa kek
Komplotannya Jeno gak kemana mana tuh tadi
ada di kelas
Read
Lia terlalu bad mood untuk sekedar merespon chat terakhir Bagas. Mengalihkan pandangannya pada jam dinding di ruang broadcast untuk selanjutnya Lia mendengus pelan. Bagas sialan. Tau begini Lia tak akan mau waktu ditunjuk jadi wakil ketua kelas waktu itu.
"Na gua ke kelas duluan ya."
"Masuknya masih dua puluh menit lagi Li, tumben banget."
"Ada tugas negara. Gua duluan, jangan lupa nanti pintunya dikunci, kuncinya lo aja yang bawa. Bye Una!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Baru selangkah Lia masuk ke dalam kelas helaan nafas sudah terdengar lagi, kelasnya itu hampir kosong dan itu artinya tak ada yang bisa Lia mintai bantuannya untuk membawa rapor yang tak sedikit apalagi ringan itu ke ruang guru sekarang.