04. Rapor dan ruang guru

649 95 57
                                        

Bu Mami

Nak Lia

Kok rapor belum dikumpulkan juga ya?

Ibu tunggu ya nak sebelum jam pelajaran selanjutnya

Lia

Baik bu

Dengusan kasar Lia membuat Una yang duduk di sampingnya sambil mengerjakan tugas kimianya sontak menoleh. Melempar tatapan penasaran namun tak berani untuk langsung bertanya menyadari betapa kerutan di kening sahabatnya itu kian jelas.

Lia

Gas

Bagas

Dimana sih lo?!


Bagas IPA 3

Eh Lia

Kebetulan banget

Lo kumpulin rapor anak anak ya

Gua lagi sama Viona nih

Lia

Najis

Maksiat terus diduluin

Bagas IPA 3

Iri tanda tak mampu

Dah sana kumpulin

Udah diteror nih gua

Kalau berat minta bantuin siapa kek

Komplotannya Jeno gak kemana mana tuh tadi

ada di kelas

Read

Lia terlalu bad mood untuk sekedar merespon chat terakhir Bagas. Mengalihkan pandangannya pada jam dinding di ruang broadcast untuk selanjutnya Lia mendengus pelan. Bagas sialan. Tau begini Lia tak akan mau waktu ditunjuk jadi wakil ketua kelas waktu itu.

"Na gua ke kelas duluan ya."

"Masuknya masih dua puluh menit lagi Li, tumben banget."

"Ada tugas negara. Gua duluan, jangan lupa nanti pintunya dikunci, kuncinya lo aja yang bawa. Bye Una!"

Baru selangkah Lia masuk ke dalam kelas helaan nafas sudah terdengar lagi, kelasnya itu hampir kosong dan itu artinya tak ada yang bisa Lia mintai bantuannya untuk membawa rapor yang tak sedikit apalagi ringan itu ke ruang guru sekarang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Baru selangkah Lia masuk ke dalam kelas helaan nafas sudah terdengar lagi, kelasnya itu hampir kosong dan itu artinya tak ada yang bisa Lia mintai bantuannya untuk membawa rapor yang tak sedikit apalagi ringan itu ke ruang guru sekarang.

SympathyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang