"Prnya pak heechul udah belom?" tanpa menoleh, kintan langsung membuka tas berwarna hitam miliknya dan mengeluarkan buku bergambar batik yang dulu dia ambil dari kamarnya jungmo
Ryujin senyum kesenangan saat kintan langsung menyodorkan buku kepadanya. Syukur banget temannya ini gak nyuekin dia walaupun gak bicara satu katapun. Pasalnya, kintan dari tadi pagi diem aja dan gak bales chat dari dia. Mungkin masih kesel sama perihal kemarin
"Lo kemarin pulang bareng siapa?" tanya ryujin ke kintan. Kintan ingat kalau kemarin dia gak bales chat dari ryujin sama sekali, termasuk nanyain dia pulang sama siapa
"Mingyu." jawab kintan, bohong. Dia bohong karena males nanti dihujani banyak pertanyaan sama ryujin kalau jawab jujur. Ditambah dia masih kesel sama temannya ini
Ternyata pertanyaan ryujin barusan membuat kintan mengingat kejadian kemarin saat sungchan nganterin dia pulang. Apalagi pas sungchan minta nomornya dia. Sampai ekspresinya sungchan aja dia ingat
Dari kemarin, kintan sukses dibuat gak tenang oleh cowok itu. Kepikiran terus. Dia kaget kenapa sungchan tiba-tiba minta nomer dia. Dan pastinya dia kasih karena gak keberatan juga
Kintan memandang room chatnya. Setelah itu menghela napas saat tidak ada notif. Ia meletakkan benda pipih itu ke dalam loker dan melanjutkan membenarkan kerajinannya yang akan ia kumpulkan nanti
Kintan langsung mengambil hpnya lagi saat ada suara notif dari hpnya. Setelah itu dia menghela napas lagi. Ternyata cuma notif dari jungmo yang bilang kalau nanti ada latihan paskib
Setelah itu dia mantengin vidio orang lagi bikin layangan dihpnya. Iya, kintan memang seramdom itu anaknya. Orang bikin layangan aja dia tonton
Kintan bosen karena bingung mau ngapain. Dia udah selesai ngebenerin kerajinannya
"Heh mau kemana?" tanya ryujin saat kintan jalan keluar kelas
"Ke kantin, mau makan."
"Gue ikut. Bentar tinggal sekalimat doang." kintan menganguk. Dia membiarkan ryujin menemaninya karena kalau sendirian juga gaenak. Ya walaupun sekarang dia lagi sok-sokan ngambek sama ryujin, tapi gaenak banget diem-dieman sama sahabat sendiri
"Gue kayak biasanya, cimory sama seblak." ucap kintan ke ryujin yang habis menawarkan diri buat mesen makanan
Kintan memilih untuk melanjutkan menonton vidio orang buat layangan tadi sembari menunggu ryujin kembali
"Kok nasi goreng?" pekik kintan pelan saat ryujin menyodorkan nasi goreng ke dia. Padahal dia tadi jelas bilang seblak. Bukan nasi goreng. "Gue disuruh kak jungmo bawain lo nasi goreng bukan seblak. Udah makan aja."
Kintan mendengus kesal. Apa maksud dari kakak sepupunya ini? Dia mau protes ke jungmo yang lagi duduk di meja lain tapi gak jadi. Karena malu juga mau ngehampiri karena ada temen-temenya jungmo
"Nih gue beliin cimory, sebagai permintaan maaf kemarin."
"Makasih sayangku." ucap kintan saat ryujin meletakkan dua minuman yang jadi favoritnya dari bulan lalu ke atas meja. Setelah itu menyantap makanan lagi
"Lo kenapa sih?" tanya ryujin ke kintan. Ryujin bingung sendiri karena kintan tiba-tiba mukanya berubah jadi kesel saat setelah menatap layar handphonenya
"Daritadi gue dapet notif, ternyata chat dari jungmo doang." jawab kintan lalu fokus makan lagi. Sedangkan ryujin mengerutkan dahinya dan mamandang curiga ke gadis yang duduk di depannya
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Us ; Sungchan
Fanfiction[TAHAP REVISI] ft. jung sungchan [non baku] © mccanaa ㅡ 2020
