Semua mata langsung fokus ke kintan yang baru masuk ke kelas. Kintan baru saja menyelesaikan hukumannya bersama jungmo karena telat. "Lo kenapa bisa telat?" tanya chaeryeong ke kintan yang duduk dibangkunya
"Mama bangun kesiangan." jawabnya lalu menidurkan kepalanya ke meja. Kepalanya mendadak menjadi pusing karena ia tadi belum sarapan. Ditambah anak itu disuruh menyapu halaman sekolah dibawah terik matahari
Kintan memejamkan matanya, bertujuan untuk beristirahat sebentar. "Tan lo mau ikut lomba apa?" ah sepertinya ia gagal untuk tidur sekarang
"Ada apa aja?" tanya kintan ke mingyu yang sedang membawa kertas ditangannya. "Tinggal lomba fotografer doang. Semuanya udah di booking anak-anak. Udah pas pemainnya."
Kintan menghela napas. Dia gak jago ngefoto sebenarnya. Tapi salahnya dia juga kenapa telat. Pasti kalau dia gak telat bisa ikut lomba yang lain. "Gausah ikut deh."
Mingyu mendecak pelan, "wajib. lo tanya aja sama chaeryeong." kintan melirik ke chaeryeong sebentar lalu mendengus kesal. "Yaudah gue ikut." jawabnya pasrah. Dengar-dengar memang lomba ini wajib diikuti semua siswa kecuali anak osis. Yang gak ikut malah kena denda. Sorry, dia gamau ngehabisin uangnya cuma buat bayar denda lomba doang
"Oke, lo pas event jangan lupa bawa kamera." kintan menganguk dan memandangi punggung ketua kelasnya itu yang menghilang perlahan
"Ayo lo gamau ganti baju?"
Kintan mendongakkan kepala. "Oh iya ya sekarang olahraga." kintan berjalan malas mengikuti ryujin dan chaeryeong yang ada di ambang pintu. Rasanya badannya udah capek banget dan gamau ikut olahraga. Tapi dia ingat harus ikut susulan tes lari minggu kemarin
"Lo seriusan jin mau ikutan tes basket?" tanya kintan setelah ryujin bilang kalau dia mau ikut tes basket hari ini. "Kenapa gak?"
"Lo beneran udah sembuh?" ryujin menganguk. Dia gak bohong. Dia ngerasa udah sehat banget sekarang. Lagian hari ini genap semingu setelah kejadian dia pingsan tiba-tiba
Dan malah seharusnya ryujin yang khawatir sama kintan karena cewek itu hari ini kelihatan lesu banget
"Gue kebelet. Lo berdua duluan aja deh." chaeryeong dan ryujin menganguk setelah itu jalan keluar kamar mandi. Kintan bergegas masuk lagi ke kamar mandi. Dia tiba-tiba kebelet
Kintan menghela napas lega. Setelah itu dia berjalan cepat ke lapangan. Disana sudah ada teman-temannya dan beberapa anak kelas lain yang lagi main bola. Sumpah kintan jadi kepo, mereka emang gak pegel main futsal pas panas-panas? Dia aja yang baru nyapu halaman rasanya udah mau pingsan
Kintan berhenti setalah ada suara yang menginterupnya. "Eh tolong tendang bolanya kesini lagi." teriak seorang cowok yang sangat kintan tau itu siapa. Itu jimin
Kintan nganguk dan nendang bola yang ada di depan kakinya ke tengah lapangan. Kintan yakin banget mereka pasti ngakak pas ngelihat dia nendang bolanya. Karena lemes banget nendangnya. Tapi dia gak peduli. Yang penting bolanya sampai ke mereka
"Tan lo dicari sungchan tuh. Dia haus katanya." celetuk asahi yang jalan mendekat ke kintan
Kintan diam dan malah jalan menjauh dari asahi dengan muka lempeng. Cewek itu kelihatan acuh banget
Asahi menggaruh tengkuknya heran, "kok dia biasa aja sih njir?"
ㅡBetween usㅡ
Hari ini tiba-tiba hujan deras. Kintan jadi harus nunggu hujan reda dirumahnya ryujin karena dia pulang bareng sama ryujin. Kebetulan jarak rumah ryujin dengan sekolah dekat. Jadi mereka memilih untuk menunggu disana sebentar
Kintan gak diem-dieman doang dirumahnya ryujin. Buktinya sekarang dia sibuk mengaduk adonan kue yang dibuat sama bundanya ryujin
Hobi bundanya ryujin sama mamanya sama banget. Sama-sama suka bikin makanan dan jago masak
"Ini dimasukin telur lagi te?"
"Iya say."
"Bun ini kok gak ngembang-ngembang sih?Pegel." ryujin ngerengek setelah beberapa menit dia ngemixer adonan kuenya gak kunjung ngembang juga
"Masih lama anakku. Baru aja lima menit."
Kintan terkekeh pelan. Bundanya ryujin emang asyik banget. Suka bercanda. Mangkanya dia gak canggung lagi sama bundanya ryujin. Easy going banget lah
"Tan ada telpon nih. Lo angkat dulu."
Kintan mengusapkan tangannya ke celemek yang sekarang ia pakai, guna menghilangkan bekas adonan yang menempel ditangannya
"Halo?"
"Tan halo? lo ke rumah sakit deket sekolahan ya."
Kintan mengernyit. Setelah itu menatap layar handphonenya lagi. Benar ini telpon dari nomornya jungmo. Tapi kenapa suaranya beda?
Kintan jadi was-was. Bisa aja hpnya jungmo jatuh dan ditemuin orang jahat
"Hal....o ini siapa?"
"CEPETAN KESINI ABANG LO HABIS KECELAKAAN." kali ini suaranya beda dari sebelumnya. Kali ini dia kenal suaranya siapa. Ini sanha gak lain temen deketnya jungmo
Kintan diam mencerna perkataan sanha barusan. Kenapa otaknya mendadak lemot?
"Tan lo disana kan?"
Kintan tiba-tiba lemas. Blank, bingung, kaget semuanya sampur aduk. Ia menggenggam erat ujung roknya. "Rumah sakit mana kak?"
"Rumah sakit deket sekolah. Lo cepetan ya. Jungmo masuk ugd." hatinya bertambah perih ketika mendengar kalimat terakhir
"Kenapa tan?" tanya ryujin setelah menyadari ada perubahan ekspresi dari temannya ini. "Kak jungmo kecelakaan jin."
"Hah? Sekarang dimana?" tanya ryujin ikutan panik. Ditambah dia ngelihat kalau matanya kintan jadi berkaca-kaca
"Rumah sakit deket sekolah."
"Tante maaf ya kintan pamit dulu." ucap kintan lalu melepas celemek bergambar buah semangka itu ke atas meja
"Gapapa kintan, kamu kerumah sakit diantar ryujin aja ya?"
"Ayo, gue anter." ryujin mangambil cardigan warna lilacnya dari lemari setelah itu memakainya. Kintan menganguk dan gak nolak karena bingung juga kesana mau naik apa
Setelah berpamitan mereka bergegas keluar. Kintan sempat hampir terjatuh karena tersandung saking paniknya
Untungnya ryujin tanggap dan megang badan temennya ini
ㅡBetween usㅡ
classmeet online gak ada asyik-asyiknya ya wkwkwk mana yang osis wajib ikutan
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.