Happy Reading
Typo tandai 👍👍
Vote anda coment nya🥰🥰
Jennie menyeret koper nya dengan lemas. Air mata tak pernah berhenti mengalir diwajahnya. Jennie melalui ruang tamu di mana tempat Taehyung mengobati kaki Joy yang tengah terluka.
Taehyung menatap Jennie sebentar, entahlah ada rasa khawatir yang terserah didalam hati nya saat ini. Tapi Taehyung dengan cepat menepis pikiran itu.
'Sudah lah Tae dia itu cuman wanita jalang yang sudah menyelingkuhi mu'.
Taehyung kembali mengobati Joy dan berusaha acuh pada Jennie. Jennie merasa hatinya sangat sakit. Dirinya ingin Taehyung menghentikan langkah nya, hem..... Tapi sudahlah.
'Mungkin memang ini yang terbaik'.
Jennie kembali menyeret koper nya dan berlalu meninggalkan Taehyung yang sedang asik mengobati Joy. Joy tersenyum senang misi nya sudah berhasil.
Jennie menutup pintu kediaman Kim dengan perlahan. Rasanya sangat berat meninggalkan rumah ini karena banyaknya kenangan dirinya bersama Taehyung.
Jennie melangkahkan kakinya kelaur dari gerbang , baru saja selangkah keluar dari gerbang panggilan Rowoon padanya membuat Jennie memberhentikan langkah nya.
"Jennie! " Panggil Rowoon yang kini sedang asik bersandar di mobil nya. Jennie menoleh kearah Rowoon dan menatap Rowoon bingung.
"Rowoon? Kenapa disini? "
Rowoon berjalan mendekat kearah Jennie "mau kemana? Ayo aku Antar" Bukan menjawab pertanyaan Jennie Rowoon malah balik bertanya.
Jennie mengangkat kedua bahunya acuh "hem... Entahlah aku juga belum tau ingin kemana"jawab Jennie.
" Kau tidak mau pulang kerumah orang tua mu? "
Jennie menggeleng "tidak, aku tidak mau ayah dan ibu tau aku bertengkar dengan Taehyung"
Rowoon mengangguk mengerti "hem.... Bagaimana kalau kau ikut aku"
"Kemana? "
"Kerumah appa ku! " Rowoon pun menarik Jennie dengan perlahan, karena keadaan Jennie yang sedang mengandung. Rowoon memasangkan sabuk pengaman Jennie yang membuat jarak diantara mereka menipis.
Jennie memandangi wajah Rowoon yang sangat dekat dengan wajahnya tampan itulah kata yang terbesit diotak Jennie. Perhatian Rowoon saat ini membuat hati Jennie menghangat, andai saja Rowoon itu Taehyung pasti Jennie sangat senang.
Setelah Rowoon selesai memasangkan sabuk pengaman nya, Jennie baru tersadar oleh sesuatu, bukannya tadi Rowoon mengajak nya kerumah appa
"Tunggu kerumah appa? Bukan nya appa dan eomma sedang berada diluar negeri? "
Rowoon mengangguk "benar appa dan eomma diluar negeri, tapi kali ini aku akan mengajak mu kerumah appa ku yang ada di Busan"
Jennie mengangguk paham, huft.... Dirinya baru ingat bahwa Kim Taehyung dan Kim Rowoon itu saudara tiri. Jennie menyamakan posisi duduk nya dan menoleh kearah Rowoon yang sedang asik menyetir.
Jennie memandangi Rowoon dari mulai wajah, leher, bahu dan kini sampailah ke lengan Rowoon yang kekar. Tatapan Jennie salah fokus pada gelang yang dipakai Rowoon. Gelang itu adalah gelang besi yang terukir sebuah nama.
Jennie mengheja huruf-huruf yang terukir indah pada gelang yang dipakai Rowoon "Kim seok-woo? " Gumam Jennie bingung.
"Ya, itu nama ku! " Sahut Rowoon cepat. Jennie kaget Rowoon punya dua nama? . Jennie menoleh kearah Rowoon "kau punya dua nama? "
"Yap! Sudahlah jangan banyak tanya oke! Aku sedang menyetir ini kau ingin kita celaka? " Tanya Rowoon yang tertua saja dijawab Jennie dengan gelengan Kepala.
Jennie menatap jalanan yang sepi, banyak pepohonan yang menjulang tinggi yang berjajar di pinggir jalan. Jennie merinding entah mengapa bulu kuduk nya langsung berdiri melihat kesunyian jalan dan banyaknya pohon yang membuat jalan yang mereka lewati semakin seram.
"Rowoon ini gak ada orang lain selain kita? "
"Gak ada Jennie, kamu liat aja sekarang jam berapa? Ini udah lewat tengah malam"
Jennie merapat kan jaketnya, entah mengapa hutan di pinggir jalan ini membuat nya khawatir, pasti ada hewan buas, itulah yang sekarang berada didalam otak Jennie.
Saat sedang asik menyetir Rowoon , tiba-tiba saja Rowoon melihat ada yang menghalangi jalan mobilnya. Rowoon membulat kan mata nya kaget kalau mengetahui yang menghalangi jalan nya tadi ada seekor beruang yang sangat besar.
Jennie tak kalah terkejut, hati nya semakin gusar kalau melihat beruang tersebut sudah mengobrak-abrik bagian depan mobil Rowoon. "Rowoon ayo jalan! "
Rowoon menghadapi mobilnya dengan cepat, tapi entah mengapa mobilnya seperti susah dikendalikan. Keadaan semakin mencekam kalau Jennie melihat beruang tadi masih mengejar mereka.
"Rowoon beruang nya ada di belakang! " Teriak Jennie histeris, Rowoon semakin melajukan laju mobilnya. Tapi karena tidak ada pencahayaan dijalan dan lampu mobilnya hanya hidup sebelah karena sudah dirusak beruang tadi.
Rowoon tidak bisa mengendalikan mobilnya karena minim nya pencahayaan, dan tidak sadar bahwa mereka akan menabrak pembatas jalan.
"Rowoon awas! " Teriakan Jennie tidak mengubah apapun mobil mereka kini sudah terjun bebas kedalam dasar jurang . Namun banyaknya pepohonan membuat mobilnya menjadi tersangkut.
"Jen! Peluk aku dan kita akan melompat sekarang! "
Rowoon menarik Jennie kedalam pelukan nya "jangan khawatir Jen! Aku janji kita berdua akan selamat dan aku akan selalu melindungi mu"
Jennie mengeratkan pelukan nya pada Rowoon. Rowoon membuka pintu mobilnya dengan paksa, dirinya harus bisa keluar sebelah mobil ini meledak.
"1"
"2"
"3"........
Rowoon melompat sambil memeluk Jennie. Rowoon melindungi Jennie dari hantaman pepohonan yang berdiri menjulang tinggi. Rowoon telah banyak melindungi tubuh Jennie dari hantaman pohon sampai dirinya kehilangan kesadaran dan melepaskan pelukan nya.
" Rowoon! "Pekik Jennie ketika melihat Rowoon tidak sadarkan diri dengan Kepala yang berlumuran darah. Terjal nya jurang membuat Jennie kesusahan menggapai Rowoon.
Jennie berpegangan pada sebuah pohon, Jennie menangis saat ini dirinya tidak mau jatuh kebawah sana karena banyaknya bebatuan.
Jennie menggapai Rowoon. Jennie sudah tidak sanggup lagi dirinya ikhlas jika harus tiada sekarang. Jennie menggapai tangan Rowoon dan melepaskan pegangan hingga......
Brukh.....
Duar!! ...
Suara itulah yang terakhir Jennie dengar sebelum kegelapan merenggut kesadarannya.
TBC....
Hayoloh gimana nih?

KAMU SEDANG MEMBACA
Nerochytis(END)✔
Random"aku hanya tenggelam dalam lautan harapan yang telah kubuat sendiri" "jangan pernah berharap lebih, karena kamu itu hanyalah parasit didalam rumah ini" mencoba bertahan adalah satu-satunya cara agar jennie bisa mendapat sebuah balasan manis nya cin...
