Nerochytis 2(B)

1.1K 139 7
                                        

Jennie memasak dengan riang bersama Bibi Jung karena selain menyukai taman dan bercocok tanam, Jennie juga suka memasak karena memasak adalah hobby nya.

Sejak kecil Jennie selalu membantu ibunya didapaur. Jennie tidak seperti teman-teman nya yang lebih suka menghambur-hamburkan untuk makan direstoran mewah atau sekedar berbelanja make up, karena Jennie tahu kondisi perekonomian keluarganya jauh dibawah.

"Bibi Jung biar aku saja yang menghidangkan makanannya dimeja" Tawar Jennie pada Bibi Jung yang hendak membawa hidangannya kemeja makan.

"Tidak usah Nyonya Jennie, Nyonya sudah banyak membantu" Tolak Bibi Jung halus.

"Tidak apa-apa bisa, aku sudah biasa kok menyiapkan makanan"dengan halus Jennie mengambil mangkuk yang sudah terisi penuh dengan Soup.

" Terimakasih Nyonya "Jennie merengut tidak suka ketika Bibi Jung memanggilnya Nyonya.

" Ish.... Bibi jangan panggil aku Nyonya! panggil saja aku Jennie "protes Jennie dengan raut wajah yang menggemaskan, Bibi Jung saja rasanya ingin mencubit pipi Jennie yang sangat menggemaskan.

" Aish.... Baiklah Bibi akan menuruti kemauan mu"Jennie tersenyum senang mendengar nya.

"Nah begitu dong! Ayo Bi kita hidangkan makanan nya" Ajak Jennie.

"Melihat mu, aku seperti melihat anakku sendiri" Ucap Bibi Jung, Jennie menoleh kearah Bibi Jung yang tampak sedih ketika mengingat anaknya, Jennie bisa merasakan kerinduan Bibi Jung pada anaknya.

"Memangnya anak Bibi kemana? "

"Anak Bibi bekerja di Busan, dia membuka usaha toko bunga kecil-kecilan disana, huft... Bibi sangat merindukan nya" Ucap Bibi Jung dengan wajah sendunya.

"Kalo begitu anggap saja aku sebagai anak Bibi, karena aku juga merindukan ibuku"

"Bolehkah? " Tanya Bibi Jung dengan wajah gembiranya, dengan cepat Jennie mengangguk mengiyakan.

"Iya Bi, jadi mulai sekarang jangan panggil aku menggunakan embel-embel Nyonya! Karena tidak ada seorang ibu yang memanggil anaknya Nyonya kan? "

"Em... Baiklah tapi Bibi mohon, bila di depan Tuan besar dan Nyonya besar Bibi harus memanggil mu Nyonya oke"

"Em... Oke! "

Jennie dan Bibi Jung pun menghidangkan makanan yang sudah dimasak diatas meja panjang kaca yang terlihat mewah, Jennie sampai-sampai ternganga dibuatnya karena seluruh interior nya sangat mewah dan juga bisa Jennie pastikan harganya sangat mahal.

"Bibi! "

"Ya ada apa Jen? " Tanya Bibi Jung yang masih fokus menuangkan air kedalam gelas.

"Jam berapa biasanya orang-orang di rumah ini pulang?" Tanya Jennie.

"Sebentar lagi, mereka akan pulang...

Tit.... Tit....

Suara klakson mobil terdengar, membuat Bibi Jung dan Jennie bertatapan.

" Nah itu sudah datang"dengan cepat Jennie berlari kearah pintu utama karena bel rumah sudah berbunyi. Jennie membukakan pintu dengan senyuman yang mengembang di wajah cantiknya.

"Selamat datang" Sambut Jennie riang ketika membukakan pintu, terlihat wajah tak bersahabat Taehyung dan wajah sinis Joy menatap kearahnya.

"Jangan sok akrab deh" Dengus Joy sambil berlalu kearah Jennie dan menabrakan bahunya ke bahu Jennie dengan kasar, yang membuat Jennie sedikit terdorong kebelakang.

"Awas bodoh! Kau menghalangi jalanku" Ucap Joy kasar dan berlalu meninggalkan Jennie yang hanya bisa tersenyum miris diperlakukan seperti itu, kini Jennie beralih kepada Taehyung yang masih menatap datar dan tak bersahabat.

Nerochytis(END)✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang