Nerochytis 9(A)

875 105 6
                                        

Next 25 vote

Happy Reading ❤❤




Joy menarik kopernya dengan cepat. Joy mengetuk pintu rumah dengan sedikit tergesa-gesa karena rasa khawatir nya. Tak selang berapa lama tampak seorang wanita paruh baya yang membukakan pintu dan tersenyum kearah Joy.

"Wah Nyonya Joy, silahkan masuk Nyonya, Tuan besar sedang menemani nona Aera yang tidak mau tertidur"

"Apa! Aera belum tidur bi? "

"Iya Nyonya, nona Aera susah tidur karena badannya yang panas dan sesak nafas nya kambuh"

Mendengar penjelasan sang pembantu, kekhawatiran Joy semakin bertambah "yasudah, BI tolong bawakan koper saya kedalam ya! " Joy berlari memasuki rumah dan menaiki anak tangga dengan cepat.

Ceklek....

Aera menoleh pada pintu yang terbuka tiba-tiba "Mama! " Pekik nya riang, Aera rasanya ingin bangun dan memeluk ibunya dengan erat, tapi Aera sadar bahwa kini tubuhnya sedang lemas.

Joy langsung menghampiri dan memeluk putri nya itu "Aera Mama kangen nak" Joy memeluk putri nya dengan erat dan meneteskan air mata, dirinya cukup terpukul tidak bisa selalu ada disekitar putrinya.

"Aera kangen Mama, kok mama gak tinggal disini aja sih? "

Pertanyaan Aera tentu saja membuat Joy bingung ingin menjawab apa sekarang. Menghela nafas sejenak, Joy berpikir jawaban apa yang akan dirinya berikan untuk sang anak.

"Mama kan kerja sayang"

"Tapi papa juga kerja, kita udah kaya Ma, jadi Mama gak perlu ke Seol lagi buat pemotretan"

"Tapi kan....

" Ekhem! Sebaiknya kalian tidur, Aera jangan tanya Mama macam-macam ya, kan Mama baru nyampe"

Aera mengangguk lesu, Aera sadar tidak seharusnya dirinya memojokkan Mama nya "huft iya pa"

"Bagus kalo gitu,papa ke ruang kerja dulu ya, ada perkerjaan yang harus diselesaikan"

"Yasudah kalau begitu, Mama ganti baju dulu ya! ".




🥀Nerochytis🥀




Jennie mengusel-ngusel didada bidang Taehyung, tampak sekarang suaminya itu tertidur sangat lelap. Jennie mendengus kesal, mengapa Taeyhung tidak bangun? Dirinya kan haus.

" Taeyhung! "

"Eung hhh"

"Taeyhung bangun aku harus dan ingin minum, kalau tidak mau bangun tidak kukasih jatah sampai sebulan" Ancam Jennie.

Mendengar ancaman sang istri tentu saja mata Taeyhung terbuka dengan lebarnya,sebenarnya sih dia sudah bangun tapi terlalu malas untuk membuka mata.

"Iya Jen! aku bangun! Mau apa? "

"Mau minum"

Taehyung bernafas lega syukur saja Jennie tidak meminta hal yang aneh-aneh. "Yasudah tunggu disini akan ku ambilkan, atau kamu mau ikut? "

Jennie menggeleng "tidak kamu aja yang ambilin"

"Oh, oke! " Taehyung beranjak dari tempat tidur, baru beberapa langkah Taehyung berjalan langkah kaki nya terhenti oleh Jennie.

"Tunggu! "

Taehyung memilih lemas kearah Jennie "apalagi Jen" Tanya Taehyung dengan fake smile nya yang hanya dibalas cengiran dan wajah tampa dosa dari Jennie.

'Huft sabar Tae, untung istri kalau kagak udah di lempar ke sungai Amazone "

"Ck... Malah cengar-cengir gak jelas"kesal Taehyung, bukannya menjawab tingkah Jennie malah semakin aneh dengan tersenyum alasan psikopat didalam Drama yang biasa sang istri tonton.

'Huft dasar korban drama! '

" Tae aku mau minum dari gelas bambu"pinta nya lucu. Taehyung tidak habis pikir dengan permintaan istrinya ini.

"Tadi aku nonton drama kolosal mereka minumnya pakai bambu, aku kan jadi pengen tolong kamu carikan ya"

Taehyung hanya bisa mengusap kasar wajahnya dan tersenyum dengan tidak ikhlas kearah Jennie "yaudah aku cariin ya" Ucap Taehyung lembut berusaha untuk sabar dengan kelakuan absurd istrinya ini.

Selama hamil tingkah Jennie memang aneh dan sedikit menyebalkan, Taehyung tidak bisa membayangkan bagaimana anaknya nanti jika lahir, apakah tingkah nya akan lebih menyebalkan dari Jennie. Huft si bapak Taehyung ini memang tidak sadar diri sekali, dia tidak sadar bahwa dirinya lebih menyebalkan.













TBC.....

Maaf pendek 😅😅😅

Tapi cuman mau ingetin lagi jangan lupa vote and coment nya hehe😅😅😅.


Nerochytis(END)✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang