Vote and coment
🥀Happy Reading🥀
.
.
.
.
.
Taehyung tergagap, jantung nya berdetak dengan cepat ketika melihat wanita yang sudah menabrak nya tadi.
"J-Jennie? " Panggil Taehyung dengan gagalnya. Pikiran nya masih tidak menyangka akan bertemu wanita nya setelah sekian lama mencari.
Wanita tadi menatap Taehyung dengan tatapan aneh. Taehyung dengan cepat memeluk wanita tadi dengan erat.
"Jennie aku rindu" Perempuan tadi mendorong-dorong tubuh Taehyung dengan kuat sehingga pelukan Taehyung terlepas.
"Heh! Jangan macam-macam ya! Dan jangan sok kenal " Ucap perempuan tadi galak. Bukan nya takut Taehyung malah meneliti pakaian wanita yang ada didepan nya ini.
Penampilan Jennie menurut Taehyung sangatlah berbeda dari Jennie yang dulu. Jennie yang dulu sangat menyukai pakaian yang tertutup dan cenderung menyukai dress yang berwarna soft. Berbanding balik dengan Jennie yang sekarang Taehyung lihat.
Jennie yang sekarang memakai tank top hitam yang dipadukan dengan blazer hitam bermotif bunga dan jangan lupa Jennie hanya memakai hotpants. Taehyung merasakan emosi saat melihat pakaian Jennie, dengan cepat Taehyung mencekal tangan Jennie dan menariknya ke parkiran mobil.
"Hei lepas kan! "
"Tidak! Kau harus pulang bersama suamimu! " Mata Wanita tadi membulat dengan sempurna.
Apa? Suami?.
Wanita tadi menendang Taehyung dengan kuat sehingga Taehyung tersungkur. Cekalan Taehyung terlepas.
"Hei! Jangan sembarangan, aku sudah punya suami tampan yang menunggu ku dinegara ini! Huh.... Bara saja pulang ke Korea aku sudah bertemu orang gila" Wanita itu menatap Taehyung dengan tajam dan dengan cepat berlari meninggalkan Taehyung.
Taehyung menatap kepergian wanita nya dengan sendirinya. Banyak pertanyaan yang terlintas dikepala nya saat ini. Taehyung sangat bingung kenapa Jennie seperti tidak mengenal nya.
Dia lupa ingatan atau sengaja pura-pura tidak mengenal ku?.
🥀Nerochytis 🥀
Jennie keluar dari taksi sambil membawa belanjaannya yang sangat banyak. Jennie berjalan kearah sofa toko. Jennie menghela nafasnya dengan pelanggan . Sungguh melelahkan.
"Sudah pulang? " Tanya Seok-woo yang kini tengah menyuapi Woobin makan dalam gendongan nya.
"Hum..... Tapi aku sangat lelah"
"Yasudah mandilah, airnya sudah kusiapkan"
Jennie mengangguk dan berjalan mendekat kearah suami dan anak nya.
Cup. Jennie mencium gemas pipi bulat Woobin yang sama persis seperti punya nya.
"Woobin ucul nya Eomma" Jennie menguyel-nguyel pipi Woobin dengan gemas. Seok-woo pun dengan cepat melepaskan tangan Jennie dari Woobin karena tidak mau Woobin menangis.
"Hei sudah! Woobin nanti menangis" Seok-woo menatap Jennie dengan galak. Bukannya seram dimata Jennie seok-woo malah terlihat menggemaskan.
Jennie mendekat kearah Seok-woo dan menangkap wajahnya dengan kedua tangan mungilnya "hum.... Kau sangat menggemaskan"
Cup.
Jennie dengan cepat mencium bibir Seok-woo. Hanya ciuman kilat tapi tentu saja bisa membuat jantung Seok-woo berdebar-debar . Jennie tersenyum manis dan dengan cepat berlari kearah tangga menuju kamarnya.
Kini Jennie sedang bercermin , dirinya kini sudah wangi dan sudah berganti pakaian menjadi pakaian santai ala rumahan. Jennie keluar dari kamar nya dan mencari-cari sang anak dan suami.
Rumahnya yang sederhana dan tidak terlalu besar memudahkan Jennie menemukan keberadaan Woobin dan suaminya. Bisa Jennie lihat sekarang Woobin tengah bermain dikereta bayinya sedangkan sang Appa sedang berkutik dengan peralatan masak nya.
Grep.....
Jennie memeluk Seok-woo dari belakang dengan erat. Seok-woo yang sedang memasak pun sedikit terkejut dengan pelukan Jennie. Jennie mendusel-dusel dipunggung kekar sang suami. Hum....sangat nyaman pikirnya.
"Jen! Tolong lepas pelukan mu, aku mau menghidangkan ini" Ucapan Seok-woo sambil mengode Jennie untuk melepaskan pelukan nya. Pelukan pun terlepas Jennie memperhatikan Seok-woo yang sedang menghidangkan makanan diatas meja nya. Tanpa sadar Jennie tersenyum dengan sangat manis.
"Oppa I Love you".
🥀Nerochytis 🥀
Di meja makan keluarga Kim saat ini tampak ada yang berbeda. Nyonya Kim menatap putra sulungnya dengan tatapan aneh tapi ada juga rasa bahagia di hati nya saat melihat Putra nya tersenyum kembali.
" Taehyung kau kenapa? "
Taehyung menatap Eomma nya dengan tatapan berbinar "Eomma aku bertemu dengan nya! "
Nyonya Kim mengernyit bingung "siapa? "
"Jennie! "
Nyonya Kim tersenyum ketika melihat antusias Taehyung ketika menyebut nama Jennie. Taehyung seperti hidup kembali.
"Aku akan mengejarnya lagi Eomma. Aku tau aku sudh terlalu jahat padanya dan mungkin karena itu dia pura-pura tidak mengenal ku" Taehyung mendadak menjadi lesu ketia mengingat Jennie tidak mengenal nya.
Melihat Putra sulungnya sedih dengan cepat, Nyonya kim mengelus punggung Taehyung lembut.
"Jangan sedih! Kejarlah ingat tulang rusuk tidak akan pernah tertukar".
TBC......
Huaaa aku update di tengah-tengah kelas daring hehe😅😅😅
Vote and coment ya.
Kira-kira Nyonya Kim bakalan dukung yang mana ya?
Jennie udah cinta tu sama Rowoon.
Hayuk Tae jangan nyerah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nerochytis(END)✔
Random"aku hanya tenggelam dalam lautan harapan yang telah kubuat sendiri" "jangan pernah berharap lebih, karena kamu itu hanyalah parasit didalam rumah ini" mencoba bertahan adalah satu-satunya cara agar jennie bisa mendapat sebuah balasan manis nya cin...
