"aku hanya tenggelam dalam lautan harapan yang telah kubuat sendiri"
"jangan pernah berharap lebih, karena kamu itu hanyalah parasit didalam rumah ini"
mencoba bertahan adalah satu-satunya cara agar jennie bisa mendapat sebuah balasan manis nya cin...
Taehyung duduk termenung di meja kerja nya. Pikiran nya entah melayang kemana. Sudah seminggu sejak kepergian Jennie Taehyung selalu menyibukkan diri nya dengan berkas dikantor dan sesekali menemani Joy belanja.
Hampa! Itulah yang Taehyung rasakan saat ini ada perasaan cemas yang melanda hati nya. Taehyung menggeleng kan kepala nya dan mengacak-acak rambutnya kasar.
"Arghhh...... Sudahlah Tae! Jangan memikirkan nya terus! " Teriak Taehyung sambil mengobarkan abrik meja kerja nya. Barang-barang yang tersusun rapi dimeja kini sudah berserakan dilantai.
Sungguh ruang kerja Taehyung saat ini seperti sebuah gudang yang berantakan. Bersyukur Taehyung tidak melempar figura foto pernikahannya dengan Joy dan Jennie.
Cklek.....
Joy membulat kan matanya karena kaget ketika melihat ruangan Taehyung yang seperti kapal pecah. "Taehyung apa yang kau lakukan? " Tanya Joy ketika melihat Taehyung sedang duduk melamun dilantai yang sudah dihiasi oleh barang-barang yang tengah berserakan.
Taehyung tak menjawab pertanyaan Joy "ayo kita pergi! Aku sedang lapar" Taehyung berlalu meninggalkan Joy yang tengah tercengang karena bingung dengan sikap Taehyung yang aneh.
'Huh... Dasar aneh! '
Taehyung dan Joy kini tengah berada di sebuah restoran bintang lima. Sedang menikmati hidangan mahal dan mewah. Saat makan tiba-tiba saja Taehyung teringat dengan masakan Jennie. Yah! Sudah satu minggu ini Taehyung tidak merasakannya lagi.
Taehyung merasa sedih, namun Taehyung dengan cepat menepis pemikirannya'untuk apa aku memikirkan wanita jalang itu'.
Joy yang tengah melahap seekor lobster, berhenti sejenak ketika melihat Taehyung sedang melamun. Joy menepuk lengan Taehyung pelan "Taehyung! " Panggil Joy yang membuat Taehyung sedikit terperanjat.
"Ya? "
"Kau kenapa Tae? Makanya tidak enak ya? "
Taehyung menggeleng "tidak tapi tiba-tiba saja aku teringat dengan masakan Jennie" Ucap Taehyung tanpa sadar. Joy yang mendengar ucapan Taehyung yang mengingat Jennie pun merasakan panas dihati nya.
"Kamu kenapa sih masih ingat dia? " Tanya Joy dengan nada yang kasar.
Taehyung tidak menjawab pertanyaan Joy dan malah melanjutkan acara makan nya yang tertunda. Joy mendengus kesal,dengan cepat Joy kembali mengambil sendok dan garpu nya.
Baru saja ingin makan dengan tenang tiba-tiba saja handphone Joy berbunyi, Joy dengan cepat merogoh tas nya dan mengambil handphone nya yang sedang berdering.
Joy kaget ketika melihat nama sang penelepon. 'Cih kenapa sih dia nelpon gangguin aja'. Joy menatap Taehyung yang sedang asik memakan makanannya.
"Taehyung aku ke toilet dulu ya"Izin Joy
"Hmmm"
Balas Taehyung cuek.Joy dengan cepat bergegas ke toilet guna mengangkat telpon nya.
"Ya hallo? "
"Joy Aera merindukanmu" Ucap orang di sebrang sana yang sukses membuat Joy sedikit terpaku.
"Aera sakit dan dia ingin bertemu dengan mu" Joy menggigit bibirnya perasaan gelisah sedang menyelimuti hati nya saat ini.
"T-tapi aku hari ini sibuk" Ucap Joy 'ya sibuk membuat Taehyung kembali lagi padaku'batin Joy.
"Oh begitu yasudah aku akan memberi tau Aera nanti"
"Iya sudah dulu ya, aku sekarang sangat sibuk"
"Iya kau jaga selalu kesehatan jangan terlalu lelah, yasudah aku tutup ya"
Sambungan telpon terputus. Joy menghela nafasnya berat. Joy tidak habis pikir dengan dirinya sendiri karena telah menelantarkan putri semata wayang nya.
'Aku memang ibu yang buruk'
'Dan bagaimana dia bisa sesabar itu padaku'.
TBC....
Maaf pendek hehe 😅😅
Soalnya author lagi sick😭
Hayuk gimana chap ini Jennie gak ada loh.
Dan untuk mas Tae nyesel nya belum dimulai dan ini masih permulaan heheh🤣🤣
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.