Minggu terakhir di tahun ini.
Entah sudah berapa kali hari Minggu yang aku lewatkan semenjak bulan Agustus.
Dengan rutin setiap hari minggu waktuku hanya dengan pena, menata setiap kata diatas kertas putih polos.
Lembar demi lembar kugaris bawahi setiap namamu yang telah diukir.
Ini adalah Kertas yang ke 22 dengan Pena keduaku.
Sampai saat ini kertasnya masih putih polos, dengan pena yang masih memakai tinta hitam, dan perasaan yang masih saja menetap pada rumah yang sama.
Dilembar yang ke 22 ini, ku akhiri rasah ini, dengan pena yang akan kuganti setelah ini.
Cukup,, aku sudah sangat lelah dalam menanti.
Rasa ini seakan membuat aku mati setiap hari.
Dengan penantian yang tak pasti, dan hati yang tidak pernah kunjung kembali.
Terimakasih.
Telah mengajarkanku, bahwa tidak selamanya yang aku nanti akan kembali.
Dan dia yang telah berjanji, tidak selamanya akan bisa menepati.
27 Desember 2020
By: Jessi
KAMU SEDANG MEMBACA
Ruangpena
PoetryFollow dulu baru baca! Di Vote and komen setelah di baca😊 Setiap kata yang ada Hanya untuk menggambarkan sebuah rasa. Jangan lupa difollow juga akun Ig Piu yang baru😊🤗 @ruangpena20
