aku selalu dipandang sebelah mata.
aku selalu menjadi yang terlemah.
tempatku selalu dibelakang mereka.
aku selalu ditertawakan.
aku selalu diremehkan.
aku selalu dikecewakan bahkan ditinggalkan oleh mereka yang kuanggap kawan.
aku tahu aku bukan siapa siapa.
aku hanyalah seorang anak yang terlahir dari keluarga biasa saja.
dan kini telah memilih jalanku sendiri.
tanpa keluarga ataupun teman.
tanpa mereka yang kukira bisa memberi jalan.
tanpa mereka yang kukira bisa memberi kenyamanan.
Untukku.
panasnya matahari pun menjadi teman disiang hari.
cahaya rembulan menjadi lentera penerang dimalam hari.
angin malam menjadi selimut penghangat saat terlelap dalam tidur.
dan kesunyian malam seperti menjadi lagu yang memiliki irama penenang sendiri.
mungkin memang aku tak butuh mereka.
karena aku sudah terbiasa sendiri dalam berkelana.
untuk tetap menjadi manusia yang kuat dan tidak lemah.
untuk menjadi manusia yang selalu siap berdiri lagi kapanpun aku terjatuh.
dan manusia yang tidak pernah mengenal kata menyerah meski gagal berkali kali.
08 November 2020
By: Jessi
KAMU SEDANG MEMBACA
Ruangpena
PoesíaFollow dulu baru baca! Di Vote and komen setelah di baca😊 Setiap kata yang ada Hanya untuk menggambarkan sebuah rasa. Jangan lupa difollow juga akun Ig Piu yang baru😊🤗 @ruangpena20
