Chap 15

4.1K 259 67
                                        

Semua karakter milik Masashi Kishimoto sensei
Thor cuma pinjam tanpa izin
Ide cerita asli milik thor
Genre : persahabatan, cinta, aksi
Pair : rahasia thor
Sifat karakter berbeda dengan versi anime
Terkadang ooc dan aneh
Typo bertebaran





Happy reading










Di jalan desa Konoha terlihat seorang pemuda yang tengah berjalan bersama seorang gadis yang berpegangan tangan dengannya. Lalu ada tiga gadis lain yang berjalan di belakang mereka.

Ekspresi mereka sangatlah berbeda. Sang pemuda yang saling bergandengan tangan dengan gadisnya terlihat begitu bahagia. Gadis yang digandengnya juga sangat bahagia. Kedua gadis di belakangnya tersenyum melihat sepasang insan yang tengah berbahagia. Namun ada satu gadis yang tidak suka dengan kebahagiaan yang dirasakan oleh sepasang insan itu.

'Harusnya aku yang di sana. Kenapa Sasuke malah berubah menjadi perempuan? Naruto jadi kepincut sama gadis jadi - jadian itu,' umpat Hinata dalam hati. Hatinya sedang terbakar api cemburu.

Sasuke yang diam - diam melirik ke belakang, tepatnya kepada Hinata yang sedang panas terbakar api cemburu olehnya.

'Yang dipikirkan si dobe adalah aku. Selama ini aku yang selalu ia kejar. Gadis Hyuga itu sama sekali tidak dilirik olehnya,' suara hati Sasuke. Ia terus bergelayut di tangan Naruto. Malunya hilang ketika melihat Hinata berada di depan rumah Naruto yang sedang berbicara akrab dengan kekasihnya.

Kelima remaja yang merupakan shinobi dari desa Konoha itu terus berjalan sampai ke tempat diselenggarakan festival kembang api dan juga pasar malam yang selalu mendampingi acara tersebut.

Beberapa shinobi lainnya yaitu Shikamaru, Chouji, Shino, Kiba, Rock Lee, Tenten dan Sai sedang berdiri di pintu masuk pasar malam.

"Yo, minna! Sedang apa kalian di sini?" sapa Naruto tanpa melepaskan tautan tangannya dari tangan Sasuke.

Semua anggota tim roki yang sedari tadi menunggu rekan tim mereka(shikachouji menunggu Ino, Kibashino menunggu Hinata. Sisanya hanya ingin pergi bersama).

Shikamaru menepak bahu Naruto. "Kau bergerak cepat, ya, Naruto!"

Naruto mengernyitkan alisnya. "Apa maksudmu? Bergerak cepat apanya?"

Kiba berjalan menghampiri Naruto yang sedang berpegangan tangan dengan Sasuke.

Bukh. Kiba merangkul lengan Naruto yang menganggur tak dipegang oleh Sasuke. "Kalau Sasuke jadi secantik ini sih..aku juga bersedia jadi pacarnya. Hehe.. "

Naruto melepaskan rangkulan tangan Kiba. "Tidak bisa! Sasuke hanya punyaku. Jadi, kubur niatmu itu, Kiba." Naruto judes dan galak.

Kiba tertawa. "Iya iya. Selamat ya karena kalian sebentar lagi akan me..."

Kiba hampir saja keceplosan jika Shino tidak memasukkan keripik kentang yang sedang Chouji makan dimasukkan ke dalam mulut Kiba.

"Karena kami apa?" tanya Naruto penasaran dengan kelanjutan perkataan dari Kiba.

"Hubungan kalian. Hanya kau yang bisa menjadi pawang dari shinobi pelarian yang super kuat itu," jawab Shino dengan nada datar. Ia melirik rekan satu timnya yang sedang merasa cemburu.

Naruto tersenyum canggung. "Ya aku memang pawang ular karena Sasuke adalah ratu ular putih yang berhasil kujinakkan."

Cup. Tanpa merasa malu Naruto menarik tangan Sasuke dan mencium pipinya di hadapan semua anggota tim roki. Bahkan warga desa yang hendak masuk juga menyaksikan adegan manis yang terkesan mesum tersebut.

Different Ending (End) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang