"Ric, lo udah belajar belum?" tanya Sanha saat melihat Eric yang sudah duduk disamping mejanya. Tampak santai, gak seperti Bomin yang fokus pada catatannya yang sudah berwarna warni.
"Udah, tapi tetep ga masuk otak sih."
"Btw siapa aja yang tau ulangan bio hari ini?" Sanha mengerutkan alisnya bingung. "Ya sekelas tau lah."
"Maksud gue, kelas lain."
Sanha tampak berpikir, "Ntah. Mungkin punya temen disini, jadi nyebar kayak kabar burung."
"Kenapa emang?" sambungnya karena mendengar pertanyaan yang cukup aneh dari Eric. Biasanya gak terlalu peduli sama jadwal ulangan kelas lain karena Eric tipe yang pasrah sama jawabannya.
"Sendernim tau kalau sekarang gue ulangan bio." Sanha membulatkan matanya terkejut. "Kok bisa?!" Sedangkan Eric menaikkan bahunya atas pertanyaan yang dilempar Sanha. Pertanyaan yang lagi-lagi mendapatkan jawaban yang sama.
"Ya makanya gue nanya. Lo malah balik nanya," cibir Eric.
Sanha hanya menunjukkan cengirannya.
"Coba tanya Daehwi di kelas sebelah," saran Sanha beberapa saat setelah mereka mulai terdiam.
"Saran yang bagus, anak muda." Eric lalu menepuk-nepuk pundak Sanha.
"Ya dong, jelas."
"Btw Sunwoo, Hyunjoon, sama Bomin mana deh? Tumben belum dateng?" tanya Sanha saat menyadari bahwa teman ributnya itu tidak ada disekitarnya. Biasanya mereka juga pasti akan ribut tentang sendernim.
"Gatau, belum dateng kali. Biasa, kebo. Kalau Bomin, sayur kita, UDAH di perpus."
Eric tertawa. "Terus lo ngapain di kelas merenung?"
Sanha mengedipkan matanya, melirik perempuan yang duduk di pojok dekat pintu. "Biasalah."
KAMU SEDANG MEMBACA
Daily Note; Eric Sohn
FanfictionEric has a secret admirer?! "Jangan mau sekolah di sini. Sekolahnya horror, banyak setannya. Soalnya gue sering nemu notes anon di dalem loker." -Eric Sohn, si receiver notes ganteng. Eits, bukan hantu dong. Udah jelas banget. Eric udah bukan anak k...
