"Sudah dilalui rintangannya, sampai menjadi temu yang diharapkan. Namun, tidak berhenti di sana tantangan. Jika, dia yang dicari tidak mengenali."
Berbeda dengan hari yang sudah berlalu. Biasanya jam pulang dihabiskan berbincang terlebih dahulu dengan dosen, hanya mempersingkat menunggu seseorang yang tidak pasti bubar. Padahal, nyatanya orang itu tidak ada di sana. Disayangkan memang, tetapi Acha juga bersyukur bisa bertemu dengan Bram. Orang yang kenal, bahkan dekat dengan Devid, lelaki yang dicarinya itu. Mereka sudah kenal lama, lewat kumpulan anak MAPALA, di mana katanya Devid memang suka pendakian yang tidak biasa, sedangkan Bram seseorang yang digilai wanita, mengapa? Tentu saja, dia mahir memberikan hasil tangkapan kameranya.
Selain dari MAPALA, Bram juga sering dibayar oleh Devid atas jasa pemotretan. Jika, Devid dan Devita diundang menjadi penyanyi di kafe. Tidak sekali dua kali saja, sejak SMA mereka pula sering mendapati undangan. Jadi, siapa pun akan mengenal Devid yang selalu bersama Devita. Mereka sempat digosipkan berpacaran, tetapi nyatanya hanya sahabatan. Namun, anehnya Devita enggan membenarkan, ia selalu tersenyum kecil menanggapi. Seolah, memang mereka itu pacaran, tetapi dirahasiakan.
Tepat dosen keluar, Acha pula langsung berkemas. Tadi, sempat pula ditanya apakah Acha belum mengerti dengan materi yang disampaikan? Dengan cepat Acha menjawab ia paham. Kenyataannya dia itu selalu paham, hanya membuang waktu saja memang. Selesai berkemas, ia melesat pergi menuju sebuah bangunan yang berada di seberang. Di mana Bram sudah menunggunya, sudah biasa sebuah kamera tergantung di leher. Mereka bertukar senyum, lalu tanpa menunggu lama, Bram mengajak Acha ke parkiran, di mana mobil hitam miliknya terparkir.
Mobil pun berjalan pelan, jantung Acha pula berdebar tak karuan. Sekarang? Dia akan bertemu dengan Devid yang lama tidak dijumpainya? Ya, sekarang. Kedua jemari Acha saling bertautan. Terasa dingin menusuk. Padahal cuaca di luar sangat panas. Butuh waktu sekitar setengah jam menuju Sekretarit UKM MAPALA, sedangkan Acha seolah dipermainkan oleh waktu. Di antara ingin cepat bertemu dan enggan menemui lelaki itu. Di depan, sebuah gedung berdiri dengan kokohnya. Beberapa motor dan mobil terparkir teratur.
Sebuah bendera dan slogan anak MAPALA terbentang di depan. Bram pun menghentikan laju mobil tepat di samping mobil lain yang terparkir. Mereka keluar, langsung disambut matahari yang terik. Bram melirik jam tangan miliknya, ternyata telat lima menit. Ia pun bergegas mengajak Acha masuk, mereka melewati beberapa ruangan yang tertutup rapat. Sampai, mendapati pintu yang sedikit terbuka.
"Mereka udah masuk, kita telat lima menit," ucap Bram, sebelum tangannya mendorong pintu.
Acha terdiam menelan ludahnya susah payah. "Jadi, udah ada banyak orang di dalam?"
Bram mengangguk. "Iya, gua lupa harusnya jam datang sekarang lebih awal dari minggu kemarin," gerutunya, sambil menatap layar ponsel. Tadi, Bram tidak memainkan ponsel di kampus. Jadi, tidak sempat menerima pesan, bahwa pertemuan sekarang dipercepat waktunya.
"Ya udah, daripada makin telat, masuk, yuk!" lanjut Bram. Namun, tangan Acha segera mencekalnya.
Mereka saling bertatapan. Bram pun terdiam, mencoba mengartikan tatapan Acha yang sangat membingungkan.
"Gua takut," bisik Acha.
"Takut kenapa? Bukannya elo yang mau masuk MAPALA?"
"Devi-"
Brak!
Pintu di depan mereka terbuka lebar. Langsung berpandangan dengan lelaki berjaket hitam dan tubuh besar. Bram pun menyalami lelaki itu, dengan cepat Acha pula mengikuti. Ia adalah ketua organisasi MAPALA namanya, Santosa Jailani atau biasa dipanggil, Pak Santo. Mereka pun diperintah masuk, jangan bisik-bisik di balik pintu. Namun, lelaki dengan sedikit rambut beruban itu menatap Acha. Ia tidak mengenali perempuan bersama Bram, lalu Bram pun memperkenalkan bahwa Acha anggota baru.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA SEGI EMPAT 3 [COMPLETED]
Teen FictionPINDAH KE DREAME Rank 19-08-21 #1 Devid #1 Indomembaca #2 Bestseller #2 Akudandia #4 Trend (Series 1 & 2 Di Dreame 16+) Follow sebelum baca, ya, guyss. Kepergiannya hanya meninggalkan jejak seorang anak. Janjinya menemani hilang begitu saja, berlal...
![CINTA SEGI EMPAT 3 [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/225183986-64-k554922.jpg)