"Jangan mendekat! Gua takut Alex nyangka kita pacaran. Padahal nyatanya kagak, Bambang ...."
Acha
Karena Acha masih mematung di tempat, sedangkan Alex dari depan menunggu dua manusia yang sudah berdiri enggan bergerak, Alex pun meneriaki mereka agar cepat menyusul temannya yang sudah keluar.
Firman kembali mengajak Acha, hanya bisa pasrah dengan keadaan, Alex berada di belakang dan Acha berduaan bersama Firman. Mimpi buruk apa Acha semalam? Hingga Pangerannya tiba-tiba tergantikan.
"Duluan sana!" ketus Acha, Firman makin memepetkan jarak di antara mereka.
"Lah, kan, ada kamu, ngapain sama mereka?" tanya Firman bingung, padahal ia tahu, Acha pastinya akan berduaan dengan Alex.
Dari belakang, Alex sudah menduga dua manusia di depannya pacaran tapi malu-malu, padahal baru awal masuk, pikirnya.
Sampai di ruang OSIS, acha tahu tempat Alex di mana, ia pun duduk di salah satu bangku khusus rapat yang dibentuk melingkar. Tepatnya Acha duduk paling depan, karena di tengah atau di samping kiri akan ada Alex. Harus bersyukur lagi, memang urutan duduk sesuai dari kelas unggulan.
Semua orang di sana mengambil tempat duduk masing-masing dan perkiraan Acha hanya berduaan dengan Alex kembali pudar, Firman berada di samping kanannya. Tak mungkin Acha mengusir di depan semua orang, ia hanya bisa mengembuskan napas kasar.
Dirasa sudah lengkap dan kursi telah diduduki semua orang, kecuali anggota OSIS hanya berdiri menatap pelaksanaan rapat. Di ujung, berhadapan dengan Alex, tentunya ada wakil ketua OSIS, Feby.
Pembukaan telah disampaikan langsung, doa diucapkan dalam hati masing-masing.
"Ini bukan rapat kalian sudah lolos sleksi, hanya untuk saling mengenal satu sama lain. Jadi, meski tidak lolos, kita bisa saling sharing, dengan begitu, yang ke satu perkenalan juga tanya jawab dan yang kedua mendata nomor ponsel kalian, mengerti?" jelas Alex.
Semua bawahannya mengangguk mantap, termasuk Acha tepat di sebelahnya. Senyumannya dibuat agar Alex melayang ke langit dan terdampar di hati Acha selamanya.
Firman tersenyum miring, hari paling bahagia baginya sekarang. Ia akan tahu nomor ponsel Acha, pastinya akan selalu Acha angkat. Skenario Firman dimulai, ia akan pura-pura tak mengingat nomor ponselnya, nyatanya ia menuliskan nomor Acha diam-diam.
"Kita mulai dari sebelah kanan, ya," ucap Alex sembari menyodorkan buku tebal ke arah Acha.
"Silakan, perkenalan dulu, lalu catat nomor ponselnya," tutur Alex.
Secepat mungkin, Acha menyambarnya. "Hallo, namaku Acha Sastro Marisa, dari SMP Merdeka, pengalaman selama tiga tahun itu, bertanggung jawab sebagai wakil ketua OSIS," jelas Acha diakhiri senyuman.
"Bagus, semoga langkahnya semakin lebar, terganti menjadi ketua di Garuda, ya," ujar Feby berbasa-basi.
Acha mengangguk. "Aamiin, kak."
"Ada pertanyaan?" tanya Alex.
Namun, tak ada yang mengangkat tangannya. Acha menuliskan nomor ponselnya yang sudah berada di luar kepala. Setelahnya tanpa melirik Firman, ia geser buku tebal itu.
"Saya, Firman Hasannudin, dari SMP Setia, pengalamnnya sebagai Sekretaris OSIS," jelasnya.
Dirasa tak ada yang mau bertanya, Alex menyuruhnya untuk mengisi nomor ponsel.
Firman menggaruk rambutnya yang tak gatal. "Maaf, Kak, saya belum hafal nomornya. Kemarin baru diganti," ucap Firman berbohong.
"Bawa ponselnya? Silakan liat aja," titah Alex.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA SEGI EMPAT 3 [COMPLETED]
Fiksi RemajaPINDAH KE DREAME Rank 19-08-21 #1 Devid #1 Indomembaca #2 Bestseller #2 Akudandia #4 Trend (Series 1 & 2 Di Dreame 16+) Follow sebelum baca, ya, guyss. Kepergiannya hanya meninggalkan jejak seorang anak. Janjinya menemani hilang begitu saja, berlal...
![CINTA SEGI EMPAT 3 [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/225183986-64-k554922.jpg)