Vote dulu guys!😈
Musim dingin datang, ketika tubuh tropis Wina tak siap menerima dinginnya hawa di negeri Paman Sam tersebut. Kondisi hamilnya membuat tubuh Wina sangat lemah, ia harus dilarikan ke rumah sakit karena kedinginan hebat, sampai-sampai Devan membatalkan pertemuannya dengan sang ibu yang sedang menemani suaminya melakukan perjalanan bisnis di sana.
"Ck! Semenjak kamu kenal Wina, kamu mulai lupa kalau kamu masih punya Mommy. Dan sekarang Mommy butuh kamu, tapi kamu lebih mementingkan Wina. Mama kecewa, Dev!" murka Andriana ketika Devan membatalkan janji temunya.
"Mom, Wina sakit, mana tega aku ninggalin dia?" ujar Devan memohon pengertian.
.
Flashback On
"Setidaknya kalo penampilannya kayak emak-emak, bajunya kinclong dikit dong. Masa ke kampus pake baju ditambal gitu, terus kotor lagi, gak dicuci apa?"
"Kek gembel jadinya..."
"Emang gembel kali, tuh baju mungut di tong sampah."
"Aduh pandangan gue merasa terganggu deh, liat gak ada pantesnya sama sekali."
"Mukanya juga lesu, kuyu. Padahal dipakein pelembab dikit aja gak masalah, pake bedak kek biar gak keliatan lusuh banget tuh muka."
"Gue gak ngerti deh, sama cewek modelan dia, sok alim tapi gak menjaga kebersihan."
Wina hanya diam, kata-kata itu terlalu menyakitkan, tapi itu faktanya. Inginnya begitu, meski ia tidak memiliki uang, ia bisa memiliki pakaian yang sedikit pantas, minimal hijabnya lebih baik.
Tapi ia bekerja kasar, cuci piring di restoran memang memakai celemek, tetapi tidak bisa melindungi baju dan hijabnya dari cipratan minyak atau kuah bekas makanan di piring-piring yang ia cuci. Kadang ada yang bisa dihilangkan, ada yang tidak, kalau dikasih pemutih bakal pudar warnanya, kalau dikasih sejenis v*nis hilang tapi tidak bisa membuat noda hilang sempurna.
Ketika ia bersih-bersih rumah, toilet dan sebagainya, bajunya juga sering terkena noda yang kasusnya sama saat terkena noda bekas makanan. Ada juga satu keadaan ketika musim hujan, ia terciprat air dari kendaraan lewat ketika ia menyebrang dan berjalan di trotoar.
Setiap tahun, belum tentu uangnya cukup untuk beli baju baru. Bajunya yang lusuh ia pakai hampir setiap hari, kerja, ngampus, ngaji dan kegiatan lain. Ketika ia memiliki uang, ayah dan adik-adiknya minta untuk bayar hutang dan keadaan darurat seperti iuran dan segala macam kebutuhan keluarga.
Ia masih muda, remaja perempuan yang tidak bisa membeli kebutuhan pokoknya sendiri. Ia bertekad kuliah agar ia bisa menumpas kebodohan, mendapatkan pekerjaan yang layak dan menjunjung derajat keluarga.
Saat itu ia terduduk di sebuah kursi taman, menatap sepatunya yang sudah bolong dan sobek, tapi ia tak bisa membeli yang baru meski yang seharga 30an ribu. Uangnya sudah dibagi-bagi, untuk kuliah, beli peralatan mandi dan cuci, bayar kost, beli bedak bayi, lotion, lip glos dan dikirim ke kampung.
Kadang perih itu hanya mampu ia keluarkan dalam bentuk air mata. Tentu saja ia ingin beli gamis, sepatu, hijab, tas dan kebutuhan pokok lain yang bisa dikatakan layak. Tapi apalah daya, ia tak bisa memenuhi keinginannya sendiri. Tentu ia sedih, namun ia tak bisa melukai hati siapapun.
Ujiannya berat, ini ujian untuk seorang Wina, karena hanya Wina yang bisa menghadapinya.
Begitulah Allah tempatkan ujian di tangan kita masing-masing karena kita bisa menghadapinya, hanya kita bukan orang lain.
Maka jangan iri pada rezeki orang lain, karena pasti ada titik terang jika kita memang berusaha dan percaya, 'kita pasti bisa'.
Kejadian pembullyan itu terkadang dilihat sendiri oleh Devan, sesudah atau sebelum menjadi pegawainya. Simpatinya tidak bisa ia tunjukkan dengan barang dan uang, tapi dengan memberi pekerjaan. Karena Devan tau, Wina gadis 'tidak enakan *orang Jawa biasanya gitu' yang tidak bisa menerima barang kecuali dengan usahanya sendiri. Tetapi Devan memberikan THR atau bonus pada semua karyawannya, sehingga Wina tidak curiga bahwa itu awalnya ditujukan padanya.
Flashback Off
Mohon maaf selanjutnya, anda hanya bisa membaca kelanjutannya di Versi cetak, bisa dilihat di google play infonya menyusul😘
KAMU SEDANG MEMBACA
Bukan Sugar Daddy (END)
RomanceDosen >< Mahasiswi Wina tidak cantik itu fakta. Ketidak cocokannya dengan seorang Devan membuat semua orang menyalahkan Wina karena berhasil menggaet hati duda tampan dengan profesi ganda sebagai dosen dan pengusaha itu. Bahkan Devan sendiri tak per...
