Kriteria Calon Istri

6.4K 370 7
                                        

Follow akun AubiAtmariniAiza 🥀

Tepat satu bulan Wina bekerja di tempat Devan, ia sudah menjadi baby sitter. Dengan semangat Wina menerima itu, ia memang suka anak kecil apalagi anak selucu Gavin.

Anak itu tidak semerepotkan yang ia bayangkan, dari kecil Devan sudah mengajarkan sopan santun. Wina cukup kagum dengan sifat Devan yang berbeda di kampus dan di rumah, saat menghadapi Gavin ia menjadi lembut walau kadang tegas. Cara dia menghadapi Gavin, caranya mendidik Gavin yang masih belajar bicara. Diajarkan bahasa Inggris pula, Wina jadi ikut belajar dari sana.

Seperti pagi ini, tiba-tiba Andriana--ibu Devan datang berkunjung, mengunjungi putra sulungnya, sekaligus putra kandung satu-satunya. Andriana dengan heboh menyambar Gavin dalam gendongan Wina saat itu.

"Yuhu! Grandma datang Gavin sayang!" pekiknya heboh sambil menggendong Gavin dan menciumi wajah gembul cucunya.

Devan memutar bola mata, sementara Wina hanya tersenyum menatap Andriana.

"Selalu saja datang tiba-tiba," Devan memeluk ibunya dan cipika-cipiki.

Satu bulan ini Wina melihat banyak sisi lain Devan yang tidak terduga, laki-laki matang dengan usia ampir menginjak kepala 4 itu hanya terlihat seperti singa di khalayak ramai. Saat bersama keluarganya di rumah, ia menjadi sosok hangat yang membuat Wina kagum.

Tiba-tiba lamunan Wina buyar oleh panggilan Andriana yang mengejutkannya, sambil melambaikan tangan.

"Heh! Kamu siapa?" tanya Andriana memberikan tatapan menilai dari atas sampai bawah.

Wina jadi gugup ditatap seperti itu, tetapi Devan segera mengambil alih Gavin dari gendongan sang ibu dan mengajaknya makan siang bersama.

Weekend begini, Devan selalu di rumah. Selain karena tidak punya kekasih atau lebih tepatnya bosan melayani wanita-wanita itu, ia malas mengunjungi ibunya sekeluarga lantaran dicecar masalah ibu baru Gavin. Ia akan dijodohkan dengan anak teman-teman keluarga itu. Devan tidak suka.

"Saya..." dipotong oleh Devan.

"Mom, ayo sarapan dulu. Nanti Devan mau ajak Gavin jalan-jalan, mommy mau ikut kan?" tanya Devan sambil merangkul ibunya dengan tangn yang lain.

Andrina langsung melupakan pertanyaanya dan menurut saja.

Di lain sisi Wina hanya mematung melihat kepergian majikannya, padahal ia ingin menjawab kalau ia baby sitter Gavin.

‹‹‹‹ VOTE ‹‹‹‹

@Dapur

"Kamu udah dapet pengganti buat momong Gavin, Dev?" tanya Andriana sambil mencicipi bubur sum-sum menu pagi ini.

"Belum mom, sebenernya gadis yang tadi gendong Gavin itu gebetan Devan mom. Jadi, Devan undang dia ke sini tiap hari buat PDKT," ujarnya tersenyum.

Membuat Andriana keselek, "what?! Dev, dia bukan tipe kamu banget. Why harus cewek kayak gitu?" tanya Andriana setelah meminum air yang disodorkan Cici padanya.

"Kayak gitu gimana sih mom? Dev tertarik sama dia kok, apa salahnya?" jawab Devan santai.

Andriana langsung heboh, seperti biasa bahkan si kecil Gavin seperti sudah biasa mendengarnya.

"Dev, selain karena tampilannya, mom gak setuju. Emang kamu tau latar belakangnya? Dari keluarga mana dia?" melipat kedua lengan.

Devan menghela nafas, "mommy kok ribet banget sih? Terserah Devan lah mau menjalin hubungan sama siapa. Lagian juga di usia yang udah 40an ini Dev mau cari orang yang benar-benar cinta sama Dev dan Gavin secara tulus, yang setia dan gak neko-neko. Kebanyakan orang yang dikenalin mom juga cuma suka sama Dev aja, mereka menolak keberadaan Gavin. Ada yang pura-pura suka pun, Dev udah tau isi pikirannya."

Bukan Sugar Daddy (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang