Follow akun saya AubiAtmariniAiza😘
Devan baru saja memasuki kelas, seperti biasa ia merupakan dosen paling praktis yang hanya membawa tablet serta peralatan minimalis lain yang harganya selangit.
Pakaian hari ini cukup casual, dengan kaos putih dibalut jaket biru dengan tatanan rambut seperti biasa rapih. Ia langsung menyapa dan duduk di meja dosen.
"Good morning class!" sapanya kemudian mengedarkan pandangan ke seluruh kelas dengan pandangan dingin.
Wina ada di urutan kedua tengah, Devan menghela nafas mengetahui Wina seperti biasa kalem.
"Good morning sir!" balas semua anak didiknya.
Para gadis sudah siap dengan pengajaran dosen idola itu, namun salah seorang gadis paling menonjol menanyakan perihal lain, melihat ekspresi Devan yang tak segarang biasanya. Artinya Devan sedang dalam suasana hati yang baik.
"Maaf sir, boleh saya bertanya?" ia mengangkat tangan kanan.
Devan yang sedang menarik layar monitor, mengangguk mengizinkan.
"Bapak mau nikah yah? Maaf pak, saya lihat cincin bapak seperti cincin couple."
Deg!
Seisi kelas langsung menjatuhkan tatapannya pada tangan kiri Devan, begitupun Wina yang baru sadar keberadaan cincin itu.
Entah setan mana, bukannya marah Devan malah tersenyum.
"Iya, rencananya tahun ini. Kalian boleh datang, saya akan kasih undangan buat siapa saja yang mendapat nilai A dalam UAS."
Deg!
Wina tak ingin GR dan biasa saja, ia berusaha menyembunyikan cincin dari Devan yang masih tersemat di jari manis kirinya. Devan mengancam akan mengurangi nilainya kalau cincin itu dilepas barang sedetikpun.
"Yah!"
"Yah, kok Bapak tega sih?"
"Pak Devan gak jomblo lagi, hiks!"
"Belum juga maju udah terguling dulu gue! Huwaa!"
"Siapa sih calonnya? Gue santet sekalian tuh cewek!"
"Siapa namanya? Gue bakal santet online langsung tuh cewek gatel!"
Wina yang mendengar kata santet itu langsung merinding, bagaimana tidak? Bagaimana kalau benar calon Devan itu Wina?
"Bapak nikahnya sama siapa?"
Kecewa, para gadis kecewa.
"Rahasia! Yang bakal tau pertama kali hanya orang yang datang ke acara saya besok. Do'akan saja, lancar."
Di tengah keributan kelas, Devan menatap Wina yang sudah panas dingin sambil menyembunyikan tangan kirinya di bawah meja.
Wina memang aneh, banyak orang yang mengejar Devan bahkan bangga jika bertitle sebagai calon istrinya. Tapi lihat? Wina bahkan terlihat malu dan takut jika ada yang tau kalau ia adalah calon istrinya. Namun, ia bangga mencintai Wina. Gadis itu pantas diperjuangkan dan selalu membuatnya terpesona dengan tatapan teduhnya.
‹‹‹‹VOTE‹‹‹‹
Devan buru-buru menghampiri Wina yang sedang berada di taman belakang rumah, di kampus tadi ia melihat Wina tidak memakai cincinnya setelah kelas selesai.
"Wina!"
Wina yang sedang mendorong ayunan Gavin, menoleh ke arah Devan yang terburu-buru.
"Iya Pak, ada apa?" tanya Wina heran melihat Devan seperti itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bukan Sugar Daddy (END)
RomansaDosen >< Mahasiswi Wina tidak cantik itu fakta. Ketidak cocokannya dengan seorang Devan membuat semua orang menyalahkan Wina karena berhasil menggaet hati duda tampan dengan profesi ganda sebagai dosen dan pengusaha itu. Bahkan Devan sendiri tak per...
