Jarum jam sudah menunjukan pukul 9 malam, namun Sunghoon masih belum bisa bertemu dengan Sunoo-nya. Dia harus bertahan sebentar lagi di kafe tempatnya bekerja paruh waktu. Ini melelahkan, tapi Sunghoon tidak punya pilihan.
Pagi sampai sore, ia harus sibuk berkuliah, sepulang kuliah, Sunghoon akan mencari pekerjaan sebagai kuli panggul ke berbagai toko, pekerjaan ini tidak memakan waktu yang lama, hanya saja energi Sunghoon terkuras habis. Setelah selesai dengan pekerjaan di toko, barulah ia pergi ke kafe untuk bekerja shift sore sampai malam.
Melelahkan.
Baik kalian maupun Sunghoon tidak pernah berharap memiliki kehidupan sekeras ini. Sunghoon sangat ingin hidup nyaman tanpa memikirkan uang, dia bisa saja bermalas-malasan di apartemen saat ini, namun Sunghoon tak tega jikalau Sunoo harus hidup susah karenanya.
Sunghoon mungkin bisa makan dengan mie instan setiap hari, tapi Sunoo belum tentu bisa. Sunghoon bisa tidak tergoda membeli barang-barang baru, tapi Sunoo belum tentu.
Huft, kalian tidak akan pernah paham bagaimana rasanya menjadi Sunghoon. Dia hanya memiliki Sunoo, maka dari itu semua rasa sayang Sunghoon dilimpahkan pada Sunoo secara penuh. Sunghoon tidak akan membiarkan Sunoo hidup dengan penuh penderitaan. Dewa sudah percaya padanya, sampai dengan berbaik hati mengirim Sunoo untuk menemani hari-hari gelapnya, maka Sunghoon harus menebus kebaikan Dewa dengan cara menjaga Sunoo.
Sunghoon bukan orang tidak tau malu dan tidak tau rasa terima kasih, Sunghoon akan bertanggung jawab penuh atas kepercayaan yang telah orang lain beri padanya.
Kringgg!
Ponsel Sunghoon berbunyi nyaring, ada panggilan masuk dari Jay, ah mungkin sahabatnya itu ingin memberitahu keadaan Sunoo.
"Ya?"
"KAK HOONIE!!!"
"Eh, Sunoo?" jawab Sunghoon, dia tersenyum tipis kala bayangan wajah Sunoo dengan senyuman manis terlintas begitu saja didalam benaknya.
"Iya, ini Sunoo," ucap Sunoo dibalik telefon, "Kak Hoonie, gak kangen Ddeonu ya?"
"Kangen———banget..."
"Bohong!" nada bicara Sunoo terdengar seperti sedang kesal, "Kalau kangen pasti kakak jemput Sunoo, ini ngga tuh."
Sunghoon kembali tersenyum tipis, "Maaf, tunggu sebentar lagi ya?"
"Lama," jawab Sunoo kesal, "Dari pagi sampai malam banget Sunoo gak ketemu kak Sunghoon. Udah kangen berat."
"Maaf-maaf, kakak juga sama kangen Ddeonu, banget. Tapi kakak belum bisa pulang sekarang, tunggu sebentar lagi ya."
"Hmm, oke!"
Sunghoon tersenyum lega mendengar jawaban Sunoo, "Nanti mau dibawain apa?"
"Gak usah."
"Gapapa, Sunoo mau beli apa hm? Nanti kakak beliin sekalian jemput kamu."
"Sunoo mau kak Sunghoon, udah itu aja lebih dari cukup." jawab Sunoo.
Sunghoon jelas dibuat senang mendengar jawaban manis Sunoo. Rasa lelah yang menggerogoti tubuhnya lantas hilang secara perlahan, Sunoo adalah obat penyembuh paling ampuh untuk Sunghoon.
"Oke, kalau gitu kakak tutup ya telefonnya? Gak enak sama pekerja lain, kakak harus kerja."
"Uhmmm, ya udah. Semangat ya! Ddeonu sayang banget sama kak Hoonie."
"Iya, kakak juga sayang Ddeonu, dah!"
"Dadah!"
Sambungan telefon diputus oleh Sunghoon. Lelaki tampan itu tersenyum tipis sembari menatap layar ponselnya, entah lah Sunghoon tidak tau bagaimana cara agar tidak tertarik pada Sunoo. Setiap hari, rasa Sunghoon pada Sunoo terus tumbuh dengan baik.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Egg Boy | sungsun
General FictionSunghoon kaget sampe kejengkang pas lihat seorang lelaki manis keluar dari telur raksasa tanpa busana didalam kamarnya. [ terinspirasi dari webtoon "Eggnoid", penyampaian dan alur cerita sangat berbeda] warn : - bxb - homophobic lebih b...
