Sunghoon kaget sampe kejengkang pas lihat seorang lelaki manis keluar dari telur raksasa tanpa busana didalam kamarnya.
[ terinspirasi dari webtoon "Eggnoid", penyampaian dan alur cerita sangat berbeda]
warn : - bxb
- homophobic lebih b...
Sunghoon dan Sunoo baru saja selesai makan, ini sudah cukup siang tapi mereka baru sarapan. Sunghoon memberi Sunoo beberapa lembar tissu untuk menghapus noda makanan disekitar bibirnya. Sangat sulit hidup dengan remaja bersifat bayi.
Baju yang baru saja Sunghoon pakaikan kepada Sunoo sudah habis dengan noda makanan, Sunoo masih harus belajar menggunakan alat makan, seperti sendok, garpu, dan sumpit.
"Lo bisa ganti baju sendirikan?" tanya Sunghoon, dia tak mau dua kali memakaikan Sunoo baju. Cukup sekali aja, Sunghoon melihat tubuh polos Sunoo.
Sunoo mengangguk, "Sunoo bisa kok, kak."
"Bagus. Ini pake, jangan lupa cuci tangan pakai sabun, sabunnya dikit aja! Oke?"
Sunoo menganggukan kepalanya lagi, dia masuk ke dalam kamar mandi, meninggalkan Sunghoon yang tengah menghela nafas berat. Padahal hari ini adalah hari yang Sunghoon damba-dambakan.
Ia ingin tidur, membaca komik, dan bermain game seharian karena tidak ada jadwal kuliah. Tapi telur raksasa yang tiba-tiba muncul didalam kamarnya membuat harapan itu pupus seketika. Kali ini, Sunghoon harus membersihkan banyak noda makanan, dia laki-laki, tapi dia sungguh benci tempat yang kotor.
Selesai membersihkan ruangan dan mencuci piring kotor, Sunghoon langsung mendudukan tubuhnya disofa, tak lama dari itu Sunoo juga keluar dari kamar mandi. Dia menggunakan pakaian dengan cara yang benar, meskipun waktu yang dibutuhkan cukup lama, tapi tak apa, dia bisa belajar lebih cepat lagi.
"Sunoo, sekarang lo belajar cara pegang sendok. Gini cara pegangnya, kalo lo megangnya gitu, makanan lo bakalan jatuh berserakan." ucap Sunghoon, dia memberi Sunoo sendok kemudian mempraktekan bagaimana cara memegang sendok dengan benar.
Mereka berdua menghabiskan waktu untuk belajar. Cukup banyak hal-hal yang dipelajari Sunoo hari ini, tetapi lelaki manis itu senang karena Sunghoon mengajarinya dengan amat sangat sabar.
Cuplikan-cuplikan ingatan Sunoo tentang kehidupannya di dunia lain, kembali menyapa. Sunoo memang tidak bisa mengingat semua hal yang terjadi, tapi dia bisa mengingat dua wajah sahabat baiknya, dengan begitu Sunoo merasa bersyukur, dia bisa mewujudkan impiannya untuk bertemu dua sahabat baiknya di bumi ini, itupun kalau mereka mengingat Sunoo.
Belum genap sehari, tapi tingkah laku Sunoo sudah cukup baik. Dia tidak kelihatan seperti penghuni asing, Sunoo terlihat seperti manusia pada umumnya, dan Sunghoon merasa lega akan hal itu.
"Sunoo, diusia lo sekarang, harusnya lo kuliah. Lo dulu suka sekolah gak?"
Sunoo terdiam, dia menganggukan kepalanya, tapi sedetik kemudian langsung menggeleng cepat, "Untuk apa sekolah?"
"Buat belajar lah!" jawab Sunghoon, "Lo mungkin gak tau, tapi hidup di dunia ini gak gampang, selain harus punya duit, lo juga harus berpendidikan."
"Baiklah———"
Ting tong...
Sunghoon menoleh kearah pintu, lelaki tampan itu mengerutkan keningnya heran. Dia jarang mengundang tamu ke rumahnya, dan jarang punya sahabatnya main ke apartemen tanpa memberinya kabar.
"Gue buka pintu dulu, lo diem disini." ucap Sunghoon, dan Sunoo hanya mengangguk pelan.
Ketika pintu dibuka, Sunghoon dibuat lebih terkejut lagi. Dia melihat seorang lelaki yang jelas tak ia kenal, anehnya lelaki itu membawa satu tas belanja besar berisi makanan ringan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Lo siap——"
"JUNGWON!" teriak Sunoo, sebelumnya lelaki manis itu mengintip, dia ingin tau siapa yang datang mengunjungi kediaman Sunghon, tapi setelah melihat wajah orang tersebut, Sunoo kaget sekaligus senang karena berhasil bertemu dengan Jungwon.
Tanpa tau malu, Jungwon mendorong tubuh Sunghoon agar tak menghalangi jalannya. Dia masuk ke dalam apartemen Sunghoon dan memeluk tubuh Sunoo dengan erat. Jungwon kira, dia akan terjebak dalam kerinduan tanpa temu.
Sunghoon memejamkan matanya, lalu mengambil nafas. Jelas dia kesal karena orang yang tak ia kenal, tanpa tau malu masuk ke dalam apartemennya. Sunghoon tidak menyukai hal itu, apalagi Sunghoon juga tak mudah bergaul dengan orang baru, terkecuali Sunoo.
"Kamu itu beruntung banget dapet wali seganteng itu!" ucap Jungwon, dia duduk disamping Sunoo sambil mengeluarkan semua snack yang ia bawa.
"Iya kah?" jawab Sunoo sambil terkekeh kecil, "Tapi, kak Sunghoon memang sangat baik, juga tampan."
Sunghoon yang merasa terpanggil, menoleh kearah Sunoo. Dia agak malu karena mendengar pujian dari Sunoo, seperti kata orang, bayi itu polos dan suci, ucapannya tidak akan pernah berbanding terbalik dengan kenyataan. Sunghoon jadi mendadak merona.
Jungwon menatap Sunghoon, dia melihat jelas rona merah dipipi lelaki tampan tersebut, "Oh nama kamu Sunghoon? Aku sering lihat kamu bareng kak Jay, aku lega karena Sunoo berada ditangan orang baik."
"Lo kenal Jay?" tanya Sunghoon, dia ikut duduk dan bergabung dengan dua kawan lama itu.
Jungwon mengangguk, "Tentu, aku lahir di bumi-kan buat kak Jay."
Sunghoon diam, dia kaget karena sebelum ini Jay tidak pernah menceritakan hal apapun soal lelaki manis yang kini berada dihadapannya itu. Sementara itu, Sunoo tersenyum manis, dia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.
"Wonnie, apa hidup kamu berjalan dengan penuh kebahagiaan?" tanya Sunoo penasaran.
"Yaps!" jawab Jungwon dia sangat bersemangat untuk menceritakan kisah hidupnya selama berada di bumi, "Sunnie, kamu harus tau siapa itu kak Jay, dia anak tunggal dan berasal dari keluar kaya raya. Apapun yang aku mau, pasti dibeliin."
Sunoo menganga mendengar cerita sahabatnya itu, "Keren!"
Sunghoon melirik Sunoo, lalu mendengus sebal, "Gue juga keren!"
Sunoo dan Jungwon menatap Sunghoon dengan heran. Sunghoon yang menyadari hal itu langsung berdiri dan melenggang pergi keluar dari apartemennya.
Jungwon menatap Sunoo, dia tersenyum kala mendapati mimik wajah Sunoo yang terlihat bingung sekaligus khawatir akan kepergian Sunghoon. Jungwon menepuk pundak Sunoo pelan.
"E—eh, iya kenapa?"
"Sunnie," ucap Jungwon dia menggenggam tangan Sunoo erat, "Jangan jatuh cinta ke kak Sunghoon ya?"
Sunoo mengerutkan keningnya," Jatuh cinta? Apa itu?"
Jungwon terkekeh kecil, dia lupa kalau dia tengah berbicara dengan bayi besar.
"Ya pokoknya nanti kalau kamu ngerti apa itu cinta, jangan pernah jatuh cinta ke kak Sunghoon." ucap Jungwon sambil tersenyum manis.
Karena tidak mengerti, Sunoo hanya mengangguk mengiyakan ucapan Jungwon agar lelaki manis itu senang, "Iya, Wonnie."
Jungwon memeluk tubuh Sunoo, banyak hal lain yang sebenarnya ingin ia ceritakan pada Sunoo. Tapi akan sulit memceritakan kisah rumitnya pada Sunoo yang masih polos, Jungwon harus menunggu lagi.
Dibalik pelukannya, Jungwon menggigit bibir guna menahan isak tangis. Dengan suara pelan Jungwon berkata, "Karena ketika kamu suka ke wali kamu sendiri, kenangan lama kamu bakalan terungkap, ini gak mudah Sunoo. Lebih baik gak ingat sama sekali, daripada harus ingat semua hal yang udah pernah terjadi dan gak akan bisa diulang."
🐣🐣🐣
ENHYPEN belum resmi debut tapi udah bikin pusing karena teorinya (ㄒoㄒ) bighit emang menguras otak (。•́︿•̀。).