15 : mimpi

8.8K 1.4K 422
                                        

"Hikssss..."

Dengan sabar, Sunghoon memeluk tubuh mungil Sunoo dan mengusap punggung lelaki manis itu. Sebagai orang yang bertanggung jawab penuh atas Sunoo, tentu saja Sunghoon merasa marah kala si manis tiba-tiba mengumpat padanya. Dia menjelaskan arti 'tolol' yang benar kepada Sunoo, tapi sepertinya cara Sunghoon menjelaskan sedikit menyinggung perasaan lembut Sunoo.

Hingga akhirnya, Sunoo menangis, dan Sunghoon lah penyebabnya.

"K—kak Hoonie marah, hiks..."

Sunghoon menghela nafas berat, jujur saja dia tidak marah pada Sunoo, karena Sunghoon tau disini Sunoo adalah seorang korban dari kegabutan Jay.

"Ngga, kakak gak marah. Masa kakak marahin Sunoo, buat apa coba? Kakak cuma kasih tau Sunoo, kalau arti tolol itu gak baik, tolol itu kata yang sebaiknya gak boleh lagi Sunoo ucapin. Percaya deh, kakak gak bisa marah ke Sunoo."

"Beneran?" tanya Sunoo, dia menatap Sunghoon dengan tatapan polos, hidung mancung Sunoo memerah, matanya juga terlihat sembab, sungguh menggemaskan, benar-benar terlihat seperti seorang bayi.

"Iya." jawab Sunghoon sambil tersenyum tipis dan mengeratkan pelukannya pada tubuh mungil Sunoo.

Senyuman cerah Sunoo kembali, dia tersenyum senang sambil membalas pelukan Sunghoon tak kalah erat. Adegan saling peluk mereka tak lepas dari tatapan jengah Jay dan Jungwon. Iya, Sunghoon dan Sunoo memang masih berada dikediaman Jaywon.

"Udah ganggu kegiatan malam kita, mereka malah mesra-mesraan lagi, gak tau diri banget ya, sayang?" cibir Jay yang langsung dihadiahi pukulan keras Jungwon diperutnya.

"Om yang gak tau diri, udah tua masih aja suka menyebar ajaran sesat, gak takut masuk neraka hah?!"

Jay meringis pelan, pukulan Jungwon bukan lah pukulan main-main, "Tua palamu, aku seumuran sama Sunghoon!"

"Bodo amat!" jawab Jungwon, lelaki manis itu memang masih merasa kesal pada Jay, bagaimana bisa Jay mengotori pikiran murni Sunoo dengan ajaran sesatnya?

Beruntung Sunghoon tidak semarah itu pada mereka. Dan beruntung pula sekarang Sunoo sudah paham apa arti 'tolol' yang sesungguhnya. Jujur saja, Jungwon merasa sedikit khawatir melihat kelakuan polos Sunoo, Jungwon takut jikalau Sunoo dimanfaatkan oleh orang-orang diluar sana.

Sekali lagi, kehidupan di bumi sangat keras, berbeda dengan kehidupan Sunoo di dunianya. Mau tidak mau, Sunoo harus cepat-cepat tumbuh lebih dewasa lagi.

Dan Jungwon selalu berdoa, semoga saja Sunoo bisa lebih cepat beradaptasi dengan kehidupan di bumi. Jungwon harap, Sunoo akan lebih cepat memiliki pola pikir dewasa. Meski tentu saja, semakin Sunoo dewasa, maka semakin rentan ia jatuh cinta. Tak menutup kemungkinan, Sunoo akan membalas perasaan Sunghoon juga.

🐣🐣🐣

Malam sudah semakin larut, namun Sunghoon masih setia berkutat dengan tumpukan tugasnya. Sesekali dia akan menoleh kearah Sunoo, lelaki manis itu juga belum terlelap, katanya sih Sunoo belum mengantuk, dan ingin menemani Sunghoon belajar.

Padahal Sunghoon tau, Sunoo berbohong. Mata sipit Sunoo sesekali terpenjam, dia kelihatan sangat mengantuk. Sunghoon paham, Sunoo pasti kelelahan sebab seharian bermain dengan Jungwon juga Jay.

The Egg Boy | sungsunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang