"Fik... ayo kita keluar"hampir satu jam fajri membujuk fiki untuk pergi keluar tpi tetapsaja hasilnya nihil
"apaan si lo pada klo mau keluar ya keluar aja gw lgi gk pengen kemana mana"serkas fiki
"Lo klo ada masalah cerita fik jgn begini"fenly mulai kesal
"Lo ada masalah?klo ada masalah cerita fik sma kita..kita kenal bukan cuman satu atau dua tahun fik..kita kenal udah hampir lima tahun,jdi klo lo ada masalah tolong cerita sma kita siapa tau kita bisa bantu"zweitson berucap panjang lebar
"Gw gak papa..udh gw mau tdr"fiki membalikkan badannya membelakangi sahabatnya
"Yaudh klo gitu kita mau nginep di sini mumpung besok libur"ucap fajri
"Terserah lo pada"kata fiki tanpa menghiraukan sahabatnya
Skip....
Tengah malam fiki terbangun dari tidurnya. Fiki melihat para sahabatnya,dan benar saja mereka benar' menginap malam ini. Ia melihat fajri dan zweitson tengah tertidur di sofa dengan zweitson yang tertidur dengan mukanya tertutup oleh buku dan fajri tertidur dengan hanphone yg masih bertengger di tangannya,sedangkan fenly tidur di kasur bersama fiki. Fiki terbangun dari tidurnya karena ia merasa tubuhnya sedang tidak bersahabat. Ia merasa perutnya sangat melilit dan mual yang menyiksanya
"Ssstttt...."fiki meremas perutnya
***
Fenly kini sedang tertidur pulas,tpi suatu panggilan alam membuatnya harus terbangun dari tidurnya. Fenly membuka perlahan netranya,ia ingin pergi le kamar mandi. Saat fenly ingin ke kamar mandi ia merasa ada yang aneh dari fiki,ia melihat fiki yang tengah gusar dlm tidurnya
"Eehh..fik lo kenapa?"tanya fenly
"Hmm..gw gak papa"ucap fiki samar
"Aah anjiirr..gw kebelet"fenly langsung berlari menuju kamar mandi
Seusai fenly dari kamar mandi dan menyelesaikan panggilan alamnya,ia lengsung menghampiri fiki kembali
"Eehh...fik lo kenapa njirr...muka lo pucet setan"umpat fenly
"Gw gak papa"ucap fiki lirih
"Bentar gw bangunin dua curut dlu"fenly panik
"Jangan kasian mereka"
"Bdo amat gw gk perduli"
Fajri menghampiri fajri dan zweitson yang tengah tidur di sofa
"Ajii...son...bangun"fenly mengguncangkan tubuh fajri dan zweitson
"Woy..bangun apa kebo bgt si lo pada"fenly geram dan akhirnya ia melemparkan bantal sofa ke arah fajri dan zweitson
Fajri dan zweitsonpun terbangun karna ulah fenly
"Hoaaamm...ngapain si lo rusuh bgt"kata fajri yang masih mengantuk
Zweitson masih mengumpulkan kesadarannya
"Itu ji...fiki itu..anu..."fenly panik
"Ngapasi anu..itu..anu..gak jelas lu"oceh fajri
"Emang fiki kenapa?"kata zweitson
"Ahh..udah mending lo liat aja noh"fenly menarik fajri dan zweitson untuk mengajak mereka menghampiri fiki
Fajri dan zweitson kaget saat melihat fiki yang tengah bergelung di bawah selimut dengan keruatn di dahinya seperti orang menahan sakit
"Eeh fik..lo kenapa?"tanya fajri
"Gw gak papa"
"Gak papa gimana..orang jelas lo lgi kesakitan gini"cerocos fajri
"Udah mending gw panggil bang shandy dlu"ucap zweitson
"Jangan.."elak fiki
"Bdo amat gw gak perduli sma omongan lo" zweitson melangkahkan kakinya keluar dri kamar fiki menuju kamar shandy yg terletak di sebelah kamar fiki
Zweitson membuka pintu kamar shandy yang ternyata tidak di kunci olenh sang pemelik kamar. Saat zweitson masuk kedalam kamar itu ternyata ada ricky dan farhan yang dirasa ricky dan farhan tengah menginap juga seperti ditinya,fajri dan fenly.
"Woy...abang-abang..."zweitson heboh
Shandy,ricky juga farhan terbangun dari tidurnya karna ulah zweitson
"Ngapain si son tengah mlm teriak teriak serasa di hutan aja"cerocos ricky
"Itu bang...anu...aahh itu..."zweitson gelagapan
"Ngomong yang bener eeh"kata farhan
"Berisik lo son gw mau tidur lgi dah diem"shandy menarik selimutnya dan memejamkan kembali matanya
"Itu bang...si fiki sakit"
"APA...."
Hayyii akhirnya aku bisa
Up lgi..
Gimana ni ada yg kangen gk sma cerita aku?
Maaf bgt aku up nya lama karna ada sebuah kendala di cerita ini
Klo klian mau lanjut jgn lupa comen and vote ya
KAMU SEDANG MEMBACA
ABOUT FIKI
FanfictionTerlihat ceria di depan banyak orang bukan berarti tidak mempunyai masalah atau beban dalam hidup seseorang. Ini kisah seorang anak remaja yang terlihat bahagia seakan tak memiliki beban dan selalu ceria didepan banyak orang, ternyata mempunyai seb...
