Fiki sudah sampai di depan pekarangan rumahnya,ia memarkirkan motornya di bagasi. Fiki bergegas masuk kedalam rumah,saat dia membuka pintu nampak ada shandy yg tengah duduk memegang laptop di ruang keluarga.
"Bang..."ucap fiki pelan
Shandy melirik ke arah fiki,lalu ia menutup laptopnya dan meletakkannya diatas meja.
"Ngapain lo pulang?masih inget rumah?"serkah shandy
Fiki hanya menundukkan kepalanya
"Udh sana lo jadi berandalan aja,lo udh gk mau dengerin ucapan gw kan. Lo mau bebas kan,yaudh sekarang lo gw bebasin. Dan satu lagi jangan harap gw mau maafin kesalahan lo"kali ini shandy benar-benar marah dengan fiki
Shandy mengambil laptopnya dan pergi menuju kamarnya meninggalkan fiki sendiri di ruang keluarga.
"Bang gw bisa jelasin semuanya..."teriak fiki dari ruang keluarga.
"Arrrggghh..."erang fiki saat shandy tak memperdulikannya.
Akhirnya fiki pergi menuju kamarnya. Ia membanting pintu kamarnya dan menguncinya. Fiki membanting semua barang yg ada di kamarnya,ia menjambak surai hitam miliknya
"Anj**g kenapa bang shan gk mau denger ucapan gw, kenapa gk ada yg bisa ngertiin gw. Semua egois,semua pada mentingin diri mereka sendiri tanpa melihat gs yg butuh perhatian mereka. Kenapa takdir bisa selejam ini sma gw" serkas fiki seperti orang kerasukan.
Ia masih melanjutkan aksinya membanting semua barang yg ada. Sampai sekstika entah hal apa yang melintas di fikirannya,fiki membuka laci kamarnya dan mengambil benda kecil nan tajan dari laci itu. Fiki masuk kedalam kamar mandi sambil membawa benda itu,ia menyalakan shower dan menggoreskan benda tajam itu di lengan tangannya. Fiki merasa dirinya lebih tenang saat melakukan hal itu,darah segar mengalir bersamaan dengan air.
"Luka yg gw buat saat ini gk sebanding sakitnya dengan luka yg ada di hati gw"monolog fiki
Seusai fiki melakukan aksinya ia membersihkan tubuhnya. Fiki keluar dari kamar mandi dan ia merasa fikirannya lebih tenang dari pada tdi.
***
Dikamar shandy, shandy sebenarnya mendengar semua yg fiki ucapkan. Pasalnya kamar fiki dan shandy bersebelahan dan fiki berucap itu dengan teriakan yg kencang membuat shandy mendengar semuanya
"Fik gw ngerti apa yg lo rasain,gw juga ngerasain hal yg sama. Tpi,kenapa lo ngelakuin hal buruk kya gtu dan bikin gw benci sma lo fik. Gw fikir lo bisa diajak berjuang bareng dan mempersatukan mereka biar kya dlu lagi. Dan nyatanya lo malah melampiaskan semua masalah lo dengan suatu hal yg bakal ngejerumusin lo ke jalan yg gk bener. Gw cuman takut ayah tau kelakuan lo dan dia bakal marah dan ngelukain lo"cicit shandy pelan dan tanpa sadar ia menitihkan bukir bening di pelupuk matanya.
Shandy menghempaskan tubuhnya keatas kasur dan bergulat dengan fikirannya.
***
Di sebuah caffe ada farhan,ricky dan gilang yg sedang berbincang santai diasana
"Eehh.. itu si fiki kenapa jdi gtu ya?..bisa-bisanya dia main ke clup tanpa sepengetahuan shandy...gw yakin shandy bakal diemin gw sma farhan si"cerocos gilang
"Bakal di kacangin dah gw sma si gilang"lanjut farhan
"Rick sebenernya lo tau gk si masalah apa yg fiki rasain saat ini?"tanya gilang
"Shandy udah cerita semuanya sma gw tentang masalah keluarganya saat ini"jelas ricky
"Apaan woyy...gw kepo"farhan heboh
Ricky menghela nafas dan menjelaskan semua tentang masalah yg dialami shandy dan fiki.
"Gw kasian sma fiki,di usianya yg masih segitu dia harus nerima kenyataan yga pahit"tutur farhan
"Nah iya,gw dlu seumuran fiki masih suka di manja sma mama papah gw. Gk kebayang si jdi fiki harus nerima senua takdirnya"kata gilang
"Iya,mungkin fiki tertekan dengan masalah yg dia punya sekarang dan dia blum bisa menanganinya dengan dewasa"lanjut ricky
"Kerumah shan yuk?...gw pengen minta maaf sma dia"ajak farhan
"Iya gw nyesel bgt malam itu gk buruan larang fiki buat gk minum"lanjut gilang
"Yaudh yuk kita ketempat shan"kata ricky
Mereka bertiga pergi meninggalkan caffe dan pergi kerumah shandy menggunakan mobil sport milik farhan
Gimana guys ceritanya
Klo kalian suka jgn lupa
Vote and comen yg banyak ya
Biar aku semangat ngelanjut
Cerita ini😊
KAMU SEDANG MEMBACA
ABOUT FIKI
FanficTerlihat ceria di depan banyak orang bukan berarti tidak mempunyai masalah atau beban dalam hidup seseorang. Ini kisah seorang anak remaja yang terlihat bahagia seakan tak memiliki beban dan selalu ceria didepan banyak orang, ternyata mempunyai seb...
