Sesampainya fiki di rumah ia langsung di suguhkan oleh keributan yang diciptkan oleh orang tuanya. Ini adalah salah satu hal yang sangat di bibenci oleh fiki
"Mah pah udh dong jangan ribut terus"ucap fiki yang baru saja menginjakkan ruang keluarga
"Ini bukan urusan kamu fik" ucap Tyo (ayah fiki)
"Bukan urusan aku gimana yah,aku capek liat kalian setiap hari brantem terus"ucap fiki dengan intonasi tinggi
"Udh fik kamu gak ush ngurusin kita lebih baik kamu masuk kekamar"timpal shanti (mama fiki)
"Aaarrrgghh"teriak fiki frustasi dan fikipun pergi meninggalkan kedua orang tuanya menuju kamar
Saat sudah sampai dikamar fiki langsung mengunci kamarnya dan dia melampiaskan semua amarahnya dengan membanting barang' yang ada di sekitarnya.
"Aarrrgghh kenapasi mereka gk bisa ngertiin gw,gw capek ngeliat mereka ribut terus"geram fiki dan tanpa sadar dia telah menjatuhkan bulir bening dati pelupuk matanya
Fiki selalu memikirkan gimana caranya agar kedua orang tuanya bisa berdamai seperti dlu. Ia rindu dengan kasih sayang dari kedua orang tuanya,rindu perhatian kedua orang tuanya,rindu akan leharmonisan keluarganya. Pertengkaran kedua orangtuanya sudah sering fiki lihat sejak dia masih duduk di kelas 3 SMP,hanya karna masalah lecil orangtuanya selalu membahas hingga masalah itu mdjadi besar dan berakhir menjadi pertengkaran.
Shandy baru sampai di rumah pukul 20.00 saat dia ingin memasuki kamarnya tak sengaja ia mendengar barang' jatuh dari kamar sang adik,siapa lgi klo bukan fiki. Kamar shandy dan fiki memang bersebelahan,jadi tentu saja shandy akan mendengar kegaduhan yang sedang adiknya perbuat.
"Fik buka pintunya lu lagi apa di dalam?"ucap bang shandy sambil mengetuk pintu kamar fiki,tetapi sang pemilik kamarpun tak kunjung membukakan pintunya
"Fik klo lu gk mau buka pintunya gw dobrak sekarang juga ya"ucap shandy yang mulai panik,pasalnya suara barang pecahan di kamar fiki itu semakin terdengar jelas.
Shandy memang terlihat cuek di depan banyak orang tetapi percayalah dia adalah sosok abang yang sangat peduli dengan adiknya. Dia tau sekarang adiknya sangat membutuhkan dia,adiknya butuh suport dan dukungan darinya.
Shandy bingung dengan apa yang adiknya lakukan di dalam kamar,dia sudah mulai panik. Tanpa pikir panjangpun shandy mendobrak pintu kamar fiki dengan brutal dan alhasil pintu itupun terbuka dan menampakkan fiki yang tengah menangis dan menahan sakit karna tangan fiki berluran darah.
" fik apa yang udh lo lakuin kenapa lo nonjok lampu belajar?lu udh gila?!"tanya shandy yang panik melihat tangan sang adik berlumuran darah.
"Bang gw capek denger mereka ribut terus,gw capek bang"rancu fiki di sela isakan tangisnya.
"Udh fik anggap aja mereka gk pernah ngelakuin pertengkaran itu,lo gk boleh kya gini"ucap shandy menenanggkan adiknya.
"Gimana bisa bang,mereka ribut di depan gw. Gw gk bisa geliat mereka kya begitu terus"ucap fiki
"Fik udh sabar,mereka udh dewasa pasti mereka bakal bisa menyelesaikan masalahnya masing masing"ucap bang shandy
"Udah mending sekarang kita bersihin luka lo dlu ya,gw gk mau klo nanti luka lo infeksi"lanjut bang shandy sabil berjalan menuju laci meja belajar fiki untuk mencari obat luka.
Shandy dengan sangat hati hati mebersihkan luka yang ada di tangan adiknya. Ia metatap mata adiknya dengan tatapan sendu dan kelhawatiran. Ia tahu bahwa di usia adiknya adalah usia dimana dia membangun jatidirinya dengan cara mendapat dukungan kedua orangtuanya. Tapi,adiknya itu tidak mendapat dukungan itu dari kedua orangtuanya melainkan mendapatkan banyak penderitaan dari masalah kedua orangtuanya
"Udh sekarang lu tidur fik udh malem"ucap bang shandy sambil membelai surai hitam rambut adiknya.
"Bang gw gk mau mama sama ayah pisah"ucap fiki dengan suara paraunya
"Itu gk akan terjadi fik"jawab bang shandy
"Udah sekarang lu istirahat besok pagi sekolah"lanjutnya sabil beranjak dari kasur king size milik fiki
"Good night adek gw yang imut"ucap bang shandy di selingi senyman manisnya
"Good night too bang"jawab fiki
Shandy keluar dari kamar fiki dan menutup kamar fiki dengan rapat dan ia masuk menuju kamarnya yang terletak persis di samping kamar fiki.
"Gw tau fik lo adek gw yang kuat,lo itu salah satunya alasan gw masih bertahan di rumah ini. Gw ngalamin apa yang lu rasain selama ini,tpi gw gak mau nunjukkin kelemahan gw di depan lo. Karna gw tau lu butuh dukungan dan pondasi untuk tetap semangat,klo bukan gw siapa lagi fik"ucap shandy dalam hati.
Seusai bergelut dengan fikirannya sendiri shandy pun memutuskan untuk beristirahat. Esok ia harus memasang topeng lagi di depan sang adik,ia melakukan semua itu hanya karna tak ingin melihat adiknya bersedih.
Gimana ceritanya??asik gk ni??
Klo mau di lanjut komen dan jgn lupa votenya ya makasih😊
Ooh iya BTW itu mana ortunya fiki sengaja aku ubah ya kan ini hanya crita ilusi heheh😂
KAMU SEDANG MEMBACA
ABOUT FIKI
FanfictionTerlihat ceria di depan banyak orang bukan berarti tidak mempunyai masalah atau beban dalam hidup seseorang. Ini kisah seorang anak remaja yang terlihat bahagia seakan tak memiliki beban dan selalu ceria didepan banyak orang, ternyata mempunyai seb...
