Chapter XVI : Road to Wonderland

45 3 0
                                        

" wow periwinkle kau tidak bercanda bukan ?! " seru Jade ketika aku menceritakan cerita yang Anthony mengatakan aku mirip dengan seseorang (2 orang) kemarin. ia langsung bertanya banyak, saking banyaknya aku tidak bisa menyela pertanyaannya. saat ini kami sedang berada di salah satu kantin universitas menikmati makan siang kami, jam pelajaranku sudah berakhir sedangkan Jade ia masih memiliki 1 kelas lagi untuk diselesaikan.

" staph Poopey ! beri aku hak untuk menjawab pertanyaanmu satu persatu ! " aku langsung membekap mulutnya dan ia hanya bisa terdiam menatapku lalu mengangguk dengan pelan.

" .... begitulah, ia juga sempat berkata kalau pemasukannya besar ia ingin mengajakku untuk melihat lukisan dan dengan cepat aku menolaknya ! gila saja mungkin aku bisa terpegok oleh pihak museum  " ujarku.

" oh god untung kau tolak ! oopss ini sudah waktunya aku masuk kelas ! sampai jumpa di klub periwinkle ! love ya ! " Jade langsung pergi begitu melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 1 dimana ia ada kelas. jadi aku memilih untuk menghabiskan waktuku membaca novel yang aku beli beberapa hari lalu diperpustakaan.

sesampainya di perpustakaan aku mengambil tempat kosong dipojok dan menunggu waktu hingga pukul 3 dimana kegiatan klub dimulai. dengan ditemani lagu - lagu musikal Les Miserables ditelingaku aku cukup menikmati buku novel yang bertema Roman Fantasi menceritakan sebuah kerajaan yang terkenal memiliki anak - anak yang tampan dan cantik hingga terungkap bahwa mereka semua tidaklah bersaudara kandung yang akhirnya mereka mengalami cinta terlarang namun sayangnya pangeran tersebut merupakan anak perjanjian sanga raja dengan iblis sehingga membuatnya terkutuk, yah walaupun ujung - ujungnya mereka berdua bisa bersatu lagi. 

tiba - tiba saja sebuah tangan menghempaskan novelku hingga terjatuh kelantai, begitu aku mendongkak aku melihat Ellie yang merupakan sahabat dari Cathlin menatapku dengan garang, dengan cepat aku mencabut earphone yang sedari tadi menempel ditelingaku.

" apa yang kau lakukan ?! " ujarku sedikit berbisik. ia masih memperlihatkan wajah marahnya.

" ok listen aku tidak mempunyai masalah denganmu dan sekarang kau datang begitu saja disaat aku menikmati waktu senggangku lalu menghempaskan novel milikku, apa maksudmu nona Brooks ? " lanjutku bertanya.

" kau memang masalah ! dengar aku disini untuk membela sahabatku Cathlin, aku ingin kau menjauhi senior Zayn sebelum sesuatu yang buruk terjadi padamu, Winston ! " peringat Ellie padaku. wow apa masalahmu ? 

" saat ini sahabatku terbaring sakit karena ia sudah ditolak senior Zayn ! ya karena dia lebih memilih wanita murahan sepertimu ketimbang Cathlin yang berkelas ! "

WHAT ?

" kau tidak perlu bersikap bodoh ! kami tahu kalau kalian sudah ber-pa-shit-caran ! aku tak mengerti apa bagusnya darimu ? rambutmu yang menggangu pemandangan, kulitmu yang bagaikan mayat hidup, tawamu yang bagaikan lengkingan kuda, apalagi badanmu yang--- "

" STOP !! " jeritku dan ia langsung terkejut lalu terdiam.

" bisakah kau pergi sekarang juga ? tinggalkan aku sendirian ! apa hakmu melarangku hah ? kau bukan keluargaku bahkan aku tak mengenalmu selebihnya anggota klub musikal ! " kini emosiku sudah cukup menggebu - gebu karena omongannya yang tidak sopan.

FREEDOMWhere stories live. Discover now