***
⚠️Perhatian⚠️
Fanfiction ini banyak mengandung cacat logika. Sekian terima batu 🗿
***
.
.
.
"Aku kembali Bobyboy! Aku kembali! Muahahahahah!"
"Adodo?!"
Layar televisi menampilkan sesosok alien berkepala kotak yang tertawa jahat. Taufan dan Gempa menatap antusias kartun pagi favorit mereka itu. Biasanya Halilintar juga ikut menonton. Tapi entah kemana anak itu, pergi tidak berpamitan. Begitu juga dengan Ice. Mentang-mentang kucing pergi tidak bilang-bilang.
Oh ya, di sofa itu bukan hanya ada mereka. Blaze, Thorn dan Solar juga ada. Kucing-kucing itu tampak sangat penasaran dengan alur cerita yang tengah berlangsung.
"Meong (Waduh. Kepalanya seksi sekali. Lain daripada yang lain,)" celetuk Blaze kagum.
"Mweah (Iya, kok bisa warna ijo gitu? Thorn juga mau,)" Thorn membayangkan jika dirinya berwarna hijau.
Solar mengangguk antusias, "Meng (Nggak nyangka. Ternyata Alien bisa diajak syuting.)"
Tatapan penasaran masing-masing makhluk masih pada layar televisi.
"Semuanya siap sedia!" seru Bobyboy Tanah. Segera saja semua orang disekitarnya membentuk formasi. Bersiap untuk menyerang.
"Tumbukan tinju berapi!" Bobyboy Api menyerang lebih dulu. Blaze yang melihat itu berbinar-binar.
"Meowo! (Wah, Bobyboy Api itu mirip aku. Tampan dan berani!)" kucing itu berdiri kemudian meninju-ninju udara dengan semangat.
"Hanya itu? Heh!" Adodo menyeringai. Meskipun terkena serangan api yang cukup kuat, tampaknya robot dari si alien berkepala kotak masih baik-baik saja.
"Muahahahaha! Lemah! Kalian semua lemah!" Adodo tertawa mengejek.
Probi si robot ikut menyelutuk, "Ish! Ish! Ish! Tak patut~ Tak patut~" robot itu terus menghujani para superhero dengan bom dan pelurunya.
"Aaaaaaaa!"
"Gopeng! Frengki! Yong! Yeye!" Bobyboy Tanah berseru melihat teman-temannya terhempas. Meskipun dirinya telah menciptakan dinding tanah, rupanya serangan Adodo dan Probi berhasil meretakannya.
Untung saja Gopeng sempat mengubah landasan yang keras menjadi permen kapas sehingga mereka berempat tidak merasakan kerasnya tanah.
"Ish!" Bobyboy Cahaya menggeram marah. Setelah mengumpulkan tenaganya pada jarinya ia berseru lantang, "Tembakan cahaya!"
Solar mengusap hidungnya. "Meng (Kuasa manusia yang jarinya keluar laser itu estetik sekali, kayak aku. Ganteng lagi, kayak aku.) Seketika aura bling-bling mengitari si kucing.
"Eit! Gak kena!" si alien serta si robot tertawa mengejek.
"Sekarang Daun!" seru Bobyboy Tanah.
"Akar pengikat!" Bobyboy Daun mengeluarkan sulur-sulur yang kemudian mengikat alien beserta robot yang tengah lengah itu. Membuat tangan dan kaki sang robot tak bisa bergerak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Meow Attack!
FanficSekelompok makhluk berbulu lebat menyerang. Selamatkan ikan kalian! *** Musim liburan telah tiba. Akan tetapi tiga anak kembar malah kedatangan tamu tak diundang. Tunggu! Emang ada tamu yang datang-datang main nyerang minta ikan?! *** Genre : Famil...
