004

3.8K 467 46
                                    

Keluarnya asahi dari mobil mewah mendapat tatapan dari siswa disana bahkan sudah ada yang bergosip ria.

"Asahiyaa!" Panggil Haruto sahabat asahi.

"Eoh hai Haruya" sapa asahi saat haruto sudah sampai di depanya. Mereka kemudian berjalan bersama menuju kelasnya.

"Siapa yg mengantar mu?" Tanya haruto.

"Kau mau tau?" Tanya asahi sembari tersenyum penuh arti.

"Tentu saja!" Jawab haruto.

"Akan ku jawab nanti!" Ucap asahi lalu berlari.

"Hei!" Kesal haruto.

...

Skip istirahat.

Asahi dan Haruto sedang di dalam perpustakaan. Haruto yg memaksanya sebenarnya asahi hendak ke kantin tapi ia malah di tarik haruto.

"Aku lapar Haruya" rengek  asahi dengan suara pelan.

"Katakan siapa yg mengantarmu?" tanya haruto tak memperdulikan  rengekan asahi.

"Aku akan mengatakannya, tapi janji kau tak akan menceritakannya pada orang lain"   ucap asahi mengacungkan jari kelingkingnya. Haruto menautkan jari kelingking mereka berdua.

"Mendekat" ucap asahi memberi haruto gestur mendekat ke arahnya. Haruto menurut lantas mendekatkan telinganya pada bibir Asahi.

"Yang mengantarku adalah...." jeda asahi membuat haruto kegelian karena nafas asahi.

"Suamiku.." lanjutnya membuat haruto terdiam, seketika rasa gelinya hilang walau bibir asahi masih ada di telinganya.

Asahi sedikit mengintip wajah haruto untuk melihat reaksinya.

"Hei.." bisiknya sembari menggoyangkan tubuh haruto.

"Eoh hmm, a-apa kau serius?"  Tanya haruto hati hati.

"Tentu saja, sebenarnya aku pun tak menyangka...tapi ya itu memang kenyataannya" ujar asahi.

"Berapa umur suamimu?" Tanya haruto lagi.

"Dua puluh lima tahun aku rasa" ucap asahi mencoba mengingat umur jihoon.

"Waw sugar daddy" Pekik haruto dengan suara pelan.

"Hishh, jangan mengatakan itu"

"Kau! Kenapa tak mengundangku?" Kesal haruto. Asahi dengan cepat menutup mulut haruto, lantas sedikit mengintip ke arah meja pengawas..yg untungnya tak ada siapa pun. Asahi melepas tangannya dari bibir haruto.

"Pelankan suaramu... aku bukan bermaksud seperti itu, hanya ya menyembunyikannya hehe" ucap asahi cengengesan.

"Kau menyebalkan" kesal haruto pura-pura merajuk dengan melipat kedua tangannya di depan dada.

"Tapi apa kau sudah melakukannya?" Tanya haruto menatap asahi sembari tersenyum penuh arti. Asahi menatap haruto bingung.

"Melakukan apa?" Tanya balik asahi.

"Ah benar asahi masih polos" gumam haruto.

"Kau mengatakan apa?"

"Aku masih kesal padamu" ucap haruto kembali merajuk untuk mengalihkan topik.

"Maaf ya" ucap asahi.

"Kau traktir aku makan selama seminggu, aku maafkan"

"Kau gila?, aku tak punya uang" tolak asahi.

"Kau kan punya sugar daddy,minta saja padanya" ucap haruto enteng.

"Berhenti mengatakan Sugar Daddy" ucap asahi.

"Baiklah baiklah, final! Kau traktir aku makan seminggu" ucap haruto lantas berdiri dan keluar perpustakaan.

Ingin rasanya asahi meneriaki haruto, namun ia urungkan karena ia masih punya sopan santun.

...

"Halo asahi" tanya jihoon saat asahi menghubunginya.

"..."

"Sudah keluar kelas?"

"..."

"Baiklah akan aku jemput"

"..."

"Tidak, aku sedang tidak sibuk"

"..."

"Baiklah Tunggu aku"

"..."

"Iya"

Tut

"Halo..., batalkan miting hari ini" ucap jihoon pada Yoonbin sekretarisnya.

"..."

"Ada urusan bersama eomma"

Tutt

Jihoon segera membereskan berkas-berkasnya serta menutup laptopnya. Lantas keluar menuju arah parkir mobilnya berangkat untuk menjemput istri kecilnya di sekolah.

Sampai di depan sekolah dapat ia lihat asahi sedang berdiri di dekat gerbang, jihoon mengernyitkan dahinya saat asahi tidak sendiri tetapi bersama pemuda yg jauh lebih tinggi dari asahi sembari merangkulnya.

Jihoon segera mengambil ponselnya untuk menghubungi asahi.

"Halo hyung" jawab asahi di seberang.

"..."

"Ahh kau sudah sampai, baiklah aku melihat mobilmu...aku akan kesana" ucapnya lalu menutup telfon itu.

"Haruyaa, aku sudah di jemput" ucap asahi lantas berlalu sembari melambaikan tangannya pada haruto.

...

"Hyung~" sapa asahi setelah memasuki mobilnya.

"Tadi siapa" tanya jihoon sembari menjalankan mobilnya.

"Yang tadi bersamaku?, dia haruto sahabatku" jawab asahi.

"Apa dia tau kau sudah bersuami?" Tanyanya lagi.

"Sudah, hanya dia yg tau"

"Oh"

"Hyung, bisakah kita kerumah eomma...aku ingin mengambil barang"

"Baiklah"

Tbc

𝐎𝐧𝐥𝐲 𝐘𝐨𝐮 || 𝐉𝐢𝐬𝐚𝐡𝐢[✓]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang