023

2.2K 275 32
                                    

Hari-hari jihoon kembali di sibukkan dengan pekerjaannya dan hari-hari Asahi disibukkan dengan pelajaran memasaknya bersama kim ahjuma. Ilmu memasak asahi masih sedikit, sebab itulah ia ingin sekali belajar memasak bersama kim ahjuma agar menjadi lebih hebat. Dan kim ahjuma dengan senang hati membantu mengajari majikannya yg menggemaskan ini.

"Ahjuma..." Panggil asahi, kini mereka telah selesai sesi pelajaran memasak asahi.

"Ada apa nyonya?" Tanya kim ahjuma.

"Akhir-akhir ini aku merasa aneh" ucap asahi memulai keluh kesahnya kepada kim ahjuma.

"Merasa aneh bagaimana?" Tanya kim ahjuma.

"Aku merasa nafsu makanku berkurang" ucap asahi, bibirnya melengkung ke bawah.

"Apa nyonya sudah mencoba memakan makanan favorit?" Tanya kim ahjuma.

"Sudah, tetap saja terasa tidak enak bahkan saat melihatnya saja aku merasa ingin muntah" ujar asahi.

"Apa nyonya sudah memeriksakannya ke rumah sakit? Mungkin nyonya butuh suplemen"

"Belum, jihoonie hyung terlalu sibuk...jadi tidak ada yg menemaniku, jika aku meminta pada eomma aku takut dia akan panik, bukannya mengantarku mungkin dia akan pingsan duluan, jika minta bantuan pada haruto...aku tak mau mengganggunya dia sedang fokus pada kuliahnya" ujar asahi.

"Bagaimana jika ahjuma saja yg mengantar nyonya.." saran kim ahjuma.

"Apa ahjuma tidak sibuk?" Tanya asahi.

"Tentu saja tidak! Ahjuma akan dengan senang hati mengantarmu" ucap kim ahjuma.

"Kalau begitu nanti siang antar aku ya ahjuma" pinta asahi.

"Baiklah"

Kini kim ahjuma dan Asahi tengah berada di ruang tunggu, setelah melakukan pemeriksaan mereka diminta agar menunggu sebentar hingga hasil keluar.

"Ahh sudah datang" bisik kim ahjuma. Asahi yg tadinya masih berkutat dengan ponselnya, berdiri mengikuti kim ahjuma..membungkuk sedikit pada dokter lee dan kembali duduk setelah dipersilahkan.

"Setelah melakukan pemeriksaan dan mengetes urinmu, kami mendapat hasil bahwa kau tengah mengandung" ucap dokter lee tanpa basa-basi.

"B-benarkah?" Tanya kim ahjuma.

"Benar, usia kandungan masih tiga minggu" ucap dokter lee.

Kim ahjuma dengan pelan menggenggam tangan asahi yg diam mematung, bingung menggambarkan ekspresi apa yg harus ia tampilkan.

"Karena usia kandungan masih tiga minggu, kau sebaiknya lebih sering mengonsumsi makanan yg membuat nafsu makan meningkat dan tentu saja sehat, agar pertumbuhan janin menjadi baik" ucap dokter lee.

"Baiklah, terima kasih dokter" ucap kim ahjuma sopan.

Kim ahjuma dan asahi meninggalkan ruangan, lalu berjalan ke tempat pembayaran. Setelahnya mereka berdua kembali ke apartement dengan asahi yg masih sibuk dalam pikirannya.

Asahi mendudukkan dirinya di atas sofa, diikuti kim ahjuma. Ia memegang map berisi laporan tentang kehamilannya.

"Nyonya...." Panggil kim ahjuma.

"Huh?" Asahi tersadar dari lamunannya.

"Nyonya kenapa? Apa nyonga tak senang dengan kehamilanmu?" Tanya Kim ahjuma.

"Tidak! Aku senang...sangat senang! Aku hanya sedang bingung bagaimana cara menyampaikan pada jihoonie hyung" ucap asahi.

"Sampaikan saja, suruh dia membaca map ini" tunjuk kim ahjuma pada map yg asahi pegang.

"Apa dia akan percaya? Aku takut dia akan menuduh bahwa ini bukan anaknya, seperti yg di drama-drama"

Ucapan asahi membuat Kim ahjuma tertawa pelan, ada-ada saja nyonya kecilnya ini.

"Tidak akan seperti itu, tuan sangat mencintai nyonya mana mungkin tuan akan menuduh seperti itu" ucap kim ahjuma.

"Lagipula nyonya hanya melakukan itu dengan tuan kan?..." Lanjutnya menggoda asahi.

"Tentu saja! Aaahh kim ahjuma membuat malu" ucap asahi sambil menutup wajahnya.

"Hahaha, aigoo lucunya calon ibu ini"



Jihoon sudah pulang dari bekerja, saat masuk kedalam apartement ia tak menemukan siapa-siapa. Ia sudah memanggil nama asahi namun tak kunjung ada suara dari istri kecilnya itu.

"Jihoonie hyung!" Jihoon menoleh saat mendengar suara dari kamarnya. Lalu ia berjalan dengan jas ditangannya ke arah kamarnya.

"Asahi-ya..." Panggil jihoon saat setelah masuk ke dalam kamarnya.

Sepi, tak terdengar lagi suara dari dalam kamar itu. Lalu saat jihoon menaruh tasnya di atas kasur, matanya tak sengaja menangkap sebuah map tepat di bawah miniatur dragon ball.

"Ini apa ya?" Tanya jihoon pada dirinya sendiri.

Karena penasaran jihoon membuka map itu, lantas membaca isinya secara perlahan-lahan. Dahinya mengkerut saat mendapati nama rumah sakit dan nama istrinya disana, detik berikutnya matanya melebar saat membaca kalimat bahwa istrinya tengah mengandung pada secarik kertas itu, ia terus mengulang kalimat itu membacanya secara benar, dan terus mengamati bahwa nama istrinya lah yg ada di kertas itu.

"Kita akan punya aegi hyung...." Sebuah suara menghentikan aktivitas mengamati jihoon.

Jihoon menoleh dan melihat asahi tengah berdiri di ambang pintu kamar mandi, dan sudah menggunakan piyama.

"Apa ini sungguhan?" Tanya jihoon, mengangkat kertas hasil pemeriksaan dengan ekspresi bahagia, walau sedikit masih ada ekspresi terkejut.

"Tentu saja, tiga minggu hyung" ucap asahi sambil menyentuh perutnya.

"Kemari peluk aku, bersama dengan aegi kita" jihoon merentangkan kedua tangannya menyuruh asahi agar mendekat dan asahi menurut. Asahi Berjalan pelan dan langsung masuk ke dalam pelukan suaminya.

"Aku bahagia asahi" ucap jihoon.

"Aku juga sama hyung, akhirnya kita akan punya aegi yg menggemaskan" ucap asahi.

"Aku juga ingin memberi tahumu kabar" ucap jihoon.

"Kabar apa?" Tanya asahi, mendongak untuk melihat wajah jihoon.

"Perusahaan akan segera dialihkan atas namaku, dan acaranya dua hari lagi" ucap jihoon.

"Benarkah??! Wah selamat hyung, akhirnya atas kerja kerasmu, kau berhasil" ucap asahi.

"Benar, aku mendapat banyak kebahagiaan karenamu" ucap jihoon kembali membawa asahi ke pelukannya.

"Aku mencintaimu hyung" ucap asahi. Jihoon melepas pelukannya untuk melihat asahi.

"Kau mengatakan apa?" Tanya jihoon.

"Aku mencintaimu" ucap asahi lagi, kali ini dengan wajah sedikit memerah dan matanya tak berani menatap jihoon.

"Aku juga mencintaimu! Sangat-sangat!" Ucap jihoon.

"Tapi cintaku mungkin akan terbagi" lanjutnya, membuat senyum asahi memudar.

"Dengan aegi kita" jihoon berjongkok untuk mengecup perut asahi yg masih rata.

"Kau membuatku takut hyung" ucap asahi.

"Jangan takut, aku...kau...dan aegi kita akan selalu bersama"

Asahi mengangguk mendengar ucapan suaminya. Jihoon kembali berdiri dan memeluk asahi lagi.

"Karena kau hamil, kita akan pindah ke rumahku"

"Tidak Mau!!"

𝐎𝐧𝐥𝐲 𝐘𝐨𝐮 || 𝐉𝐢𝐬𝐚𝐡𝐢[✓]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang