"Hyung, apa kau punya adik atau kakak kandung?" tanya Donghae penasaran.
Saat ini, Hyukjae, Donghae, dan tentunya si sopir andalan Siwon sedang menuju ke suatu butik langganan Hyukjae untuk mencoba setelan jas yang akan mereka pakai nanti.
Hyukjae tersenyum, "Eobseo (Tak ada). Sebenarnya dulu aku punya seorang noona sama sepertimu. Ia juga sering menggodaku seperti Daeyoung noona".
"Nugu? (Siapa?)" ujar Donghae setelah mendengar jawaban Hyukjae.
"Lee Sora. Aku memanggilnya memanggilnya noona dulu. Kadang saat kami bertengkar aku kerap memanggilnya dengan namanya" jelas Hyukjae sambil tersenyum mengingat bagaimana ia sangat tak akur dengan sang kakak dulu.
"Sekarang, dimana Sora noona?"
Senyum yang bisa dikatakan sebagai 'fake smile' itu kembali mengembang, "Dia sudah meninggal bertahun-tahun lalu".
"Mianhae. Sungguh tak seharusnya aku bertanya. Aku hanya bingung akan hidupmu" titah Donghae.
Hyukjae tertawa, "Hidupku memang rumit dan tak bahagia. Tak sepertimu. Kau memiliki keluarga. Dan juga, kau bahagia".
"Memangnya kau tak bahagia denganku?" sungut Donghae sambil mem-pout kan bibirnya.
"Kebahagiaanku baru dimulai saat kau datang dan masuk ke dalam kehidupanku" Hyukjae tak berbohong. Itu memang benar. Sejak Donghae mencampuri hidupnya, sehari-hari lelaki bermarga Lee ini menjadi lebih berwarna. Sehari-harinya diwarnai oleh tingkah lucu Donghae, sifat ceria Donghae, dan aura positif yang tanpa sadar Donghae sebarkan di mansion.
Mendengar yang Hyukjae katakan Donghae bersemu. Pipi merah itu kembali mendapat cubitan gemas dari Hyukjae.
"Berhenti bersemu atau aku akan terus menggodamu, Nyonya Lee"
Puk!
Donghae memukul belakang kepala Hyukjae.
"Aku namja!" sungutnya kesal.
"Tapi wajahmu tak mendukungmu sebagai namja. Kau cantik" Hyukjae tetap menggodanya membuat Donghae berdecih dengan kesalnya. Menurut Hyukjae melihat Donghae bersungut-sungut dengan pipi menggembung sangat lucu, itu yang membuatnya sangat suka menggoda Donghae.
"Sampai," Siwon menyela kegiatan pertengkaran kedua lelaki dibelakang. Mobil hitan Hyukjae diparkirkan Siwon di tepi jalan, tepat di depan butik.
Donghae dan Hyukjae keluar dari mobil dan segera masuk ke butik khusus pria ini.
***
Kling! (* Anggap aja bunyi bell)
"Eoh? Hyukjae Hyung?" seorang lelaki bertubuh mungil dan berparas imut menghampiri Donghae dan Hyukjae.
"Annyeong!" sapa Hyukjae saat melihat sosok Ryeowook dihadapannya.
"Annyeong, Hyukjae Hyung. Dan kau-" ucapan Ryeowook terpotong ketika melihat Donghae.
"Donghae, Lee Donghae" sambung Donghae dengan senyum terukir di bibir plum itu.
"Omo! (Astaga!) Dia sangat imut! Aku baru tahu seleramu selama ini tinggi, Hyung" goda Ryeowook pada Hyukjae.
Yang digoda hanya menggerutu kesal, "Dasar! Seleraku tinggi, namun diriku saja yang terlalu-", "Pemilih. Ya, aku tahu kau memang pemilih" potong Ryeowook.
Donghae hanya tertawa puas melihat Hyukjae digoda seperti itu. Donghae pun baru tahu Hyukjae juga bisa tergoda seperti itu juga.
"Annyeong, Ryeowook!" tentu itu bukan suara Hyukjae. Seorang pria bertubuh tinggi memasuki butik.
"Yesung Hyung? Untuk apa kau kesini?" pria itu menghampiri Ryeowook memeluknya tak lupa mencium dahinya. Dialah Kim Yesung. Kekasih Ryeowook yang lebih tua darinya. Umur Ryeowook dan Yesung terpaut tiga tahun.
"Yesung? Sepertinya aku mengenalnya? " nama Yesung terasa familiar di benak Donghae hingga Yesung menyapanya dan memperkenalkan dirinya.
"Kim Yesung imnida. Aku kekasih Ryeowook. Changkamman (Tunggu), sepertinya aku mengenalmu" Yesung mengenalkan dirinya kepada Donghae.
"Annyeong, Yesung sunbae. Ya, aku Lee Donghae" sela Donghae.
"Panggil aku dengan sebutan Hyung saja! Aku sudah bukan mahasiswa, tak usah terlalu formal" Yesung tertawa renyah.
"Kau mengenal Yesung Hyung?!" itu Ryeowook. Donghae hanya mengangguk.
"Yesung sun- maksudku Yesung Hyung dulu berada satu tingkat diatasku. Kau berkuliah di Chung-Ang benar, 'kan?" jelas Donghae.
"Itu benar. Aku berada di jurusan teater dan film, namun dipindahkan menjadi jurusan musik karena semua dosen bilang suaraku unik" sahut Yesung menyombongkan dirinya.
Hyukjae berdehem, "Itu universitasku juga, kalau kalian lupa. Dunia ini sempit, ya?" keempat namja tampan itu tertawa.
"Baiklah, Hyukjae Hyung. Aku sudah menyiapkan jas untuk kalian berdua" Ryeowook menuntun mereka ke tempat jas itu berada.
"Baiklah, aku akan mencobanya duluan" Donghae maju lalu mengambil jas formal berwarna hitam itu.
Tiga menit Donghae habiskan untuk mencoba. Ia keluar dari ruang ganti dan menunjukka baju yang ia gunakan. Seketika semua lelaki disana menatap Donghae terus-menerus. Betapa imutnya ia memakai jas formal seperti itu.
"Apa ada yang salah? Kenapa kalian menatapku begitu!" Donghae melihat kesekelilingnya. Yesung, Ryeowook, maupun tunangannya memperhatika dirinya dengan tatapan yang tak bisa diartikan oleh dirinya.
"Kyeopta (Menggemaskan)" kata-kata itu tercelos begitu saja dari mulut mungil Ryeowook.
Melihat Hyukjae yang tak juga beranjak dari duduknya Yesung mengernyit, "Ya! Kau tak mau mencoba jas itu juga?".
"Tak usah, aku akan langsung membayarnya" cetus Hyukjae.
"Cih, dasar sombong" gumam Yesung emosi. Tak usah ditanyakan sedari mereka masih menjadi mahasiswa di Chung-Ang, jika Hyukjae dan Yesung bertemu, mereka akan bertengkar apapun masalahnya. Dimanapun, kapanpun ada saja sesuatu hal yang sepele maupun tidak yang membuat keduanya bertengkar. Bahkan mereka berdua mendapat julukan, Tom & Jerry dari para sahabatnya.
Sementara itu di meja kasir..
"Berapa totalnya, Ryeowook?"
"Satu juta tiga ratus won"
Hyukjae dengan santainya mengeluarkan black card miliknya. Ryeowook yang sudah terbiasa disuguhkan orang semacam Hyukjae hanya tersenyum dan menatapnya sinis.
"Aku tahu kau kaya, Lee" Ryeowook masih memperhatikan Hyukjae dengan tatapan mematikannya.
"Jika kau tahu tak usah menatapku sinis seperti itu, Kim" Hyukjae menyeringai dan menekan marga Ryeowook, yang dibicarakan hanya terkekeh pelan.
"Ya! Berhenti beradu mulut! Kapan Hyukjae akan pergi jika kau terus memancing nya, Wookie" solot Yesung yang sedang melihat-lihat setelan tanpa memalingkan wajah tampannya.
Ryeowook mendengus kasar, "Baiklah! Baiklah! Aku tak akan menggodamu lagi" jika sudah dihadapkan dengan Yesung, Ryeowook tak bisa mengelak atau melawan entah mengapa. Hyukjae hanya tertawa penuh kemenangan dihadapan Ryeowook yang menekuk wajahnya kesal.
"Baiklah, aku sudah selesai, ayo pulang?" ajak Hyukjae pada Donghae yang sedari tadi hanya berdiri diam disampingnya.
Donghae mengangguk lalu berpamitan dengan Ryeowook juga Yesung, "Baiklah. Ryeowook-ah, Yesung Hyung, aku akan kembali lain waktu".
Ryeowook dan Yesung tersenyum cerah.
"Kembalilah jika ada waktu!" teriakan terakhir dari Ryeowook menjadi penutup pertemuan keempat lelaki ini.
To Be Continue~
Vote & Comment adalah cara kalian menghargai karya seseorang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cover [EunHae]
FanfictionSeorang lelaki muda diculik oleh seorang raja mafia karena sang ibu memiliki masalah dengan mereka. Si lelaki justru jatuh cinta dengan mafia yang menculiknya dan teringat akan hal di masa lalu. Lama-kelamaan sebuah hubungan terjalin. Masalah rumit...
![Cover [EunHae]](https://img.wattpad.com/cover/250410635-64-k946429.jpg)