0 6 : Honolulu, we're on our way!

335 36 0
                                        

Hyukjae menyodorkan sebuah kotak kecil berwarna biru laut dengan pita berwarna biru dongker diatasnya.

Donghae menerima kotak itu, dan perlahan mulai membukanya. Terpampang jelas dua tiket pesawat berwarna putih dengan tertulis keberangkatan menuju Honolulu, Hawaii.

"Bhuya ige? (Apa ini?) Kau mengajakku berlibur?" tanya Donghae.

"Tentu saja, Wae? Shireo? (Kenapa? Tak mau?)" titah Hyukjae dengan nada cepat.

"Tentu aku mau!" rona bahagia terpancar dari anggukan yang Donghae berikan. Itu juga membuat hati Hyukjae seakan berbungan melihat Donghae yang senang dengan tiket itu.

Grep!

Donghae berdiri dan memeluk Hyukjae seraya berkata, "Gomawo-yo. Jeongmal gomawo".

Hanya kata-kata itu bisa membuat Hyukjae tersenyum tanpa sadar. Itu kata-kata yang tulus, bahkan sangat tulus bagi Hyukjae, setidaknya begitu.

"Tunggu, kapan kita akan berangkat?" tanya Donghae kembali.

"Besok" jawab Hyukjae singkat.

"T-tapi, aku belum.."

"Semua sudah disiapkan oleh para maid. Kau tinggal membawa barang pribadimu" jelas Hyukjae.

Sebenarnya jika dikata lega, ya, Donghae lega karena ia tak perlu repot-repot lagi membereskan baju dan lain sebagainya. Donghae mulai berpikir maid di mansion Hyukjae berguna.

"Tidurlah, kita harus bangun lebih pagi esok" perintah Hyukjae.

"Tapi Hyung, aku terbiasa mandi sebelum tidur. Jadi, aku akan mandi terlebih dahulu"

Donghae pergi mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi yang ada di dalam kamar Hyukjae. Ia tak berendam, karena ini hampir larut malam.

15 menit setelahnya..

Donghae keluar dengan handuk dipinggangnya. Seperti yang kalian pikirkan, bagian atas tubuh berototnya ter-ekspos begitu saja.

Hyukjae yang masih membaca novel apalah itu dengan tiba-tiba melongo saat melihat Donghae memperlihatkan bagian atas tubuhnya. Tanpa sadar, mata Hyukjae terus melekat kepada manusia indah buatan tuhan itu. Ya, setidaknya begitu menurut Hyukjae.

"Waeyo? Kenapa kau terus menatapku seperti itu!" solot Donghae yang merasa terintimidasi dengan tatapan yang Hyukjae berikan.

"Ani. Tubuhmu sempurna" Hyukjae berjalan kearah Donghae dan berbisik.

"Kau sempurna. Lekuk indah tubuhmu yang kumaksud. Jaga mereka untukku. Jangan biarkan orang lain menyentuh milikku. Aku tak suka" bisik Hyukjae seduktif.

Percaya padaku, Donghae menelan ludahnya dengan susah payah. Ia mulai berkeringat mendengar apa yang Hyukjae katakan. 

"Keumanhaeyo, jeball (Berhenti, kumohon)" rengek Donghae. Hyukjae pun terkekeh sesaat dan mulai membaringkan tubuhnya di kasur berukuran sangat luas itu. Ia menepuk-nepuk spot disebelah tubuhnya tanda memberi petunjuk untuk Donghae agar berbaring disebelahnya.

"Hyung, bisakah aku tidur di kamarku saja?" Donghae yang merasa canggung, sedangkan Hyukjae senang bisa tidur dengannya.

"Kau tahu aku tidak bisa ditolak, Aiden Lee" ucapnya tegas.

* buat yang gatau, owen kasih tau, Aiden Lee itu nama inggrisnya Hae ya! ini buat yang gatau aja, soalnya, owen yakin dari kalian banyak yang dah tau:)

"Sigh, baiklah-baiklah" dengusnya kesal.

Dan berakhir seperti itu. Akhirnya Donghae mengalah. Ia membaringkan tubuhnya disamping Hyukjae, namun ia memilih memunggungi Hyukjae. Situasi ini sangat canggung, sungguh!

Cover [EunHae]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang