4;Kenan

652 66 20
                                        

"Woi Jen bantuin kek dah tau gue gak pinter kek lu masa disuruh bantuin murid baru gimana sih" protes Angga sedangkan Jeno langsung menghampiri bangku Angga yang berjarak 4 kursi darinya ya cukup dekat dengan kursi Qilla.


Tadi dia tukar tempat duduk dengan Xena dengan alasan mata Xena minus jadi dia perlu duduk didepan.


"Sana tuh duduk dikursi samping Reza Jan ngomel terus" Angga langsung pergi duduk kesamping Reza tak lupa membawa bukunya dan hpnya mungkin sekalian Mabar.


"Ngomongnya Lo gue aja oke" Kenan mengangguk lalu mengeluarkan bukunya.


Mungkin ia akan akrab dengan Jeno karena Jeno lebih banyak diam ketimbang Angga yang rada cerewet.


Akrabnya cowok pendiem beda emang, kalau sama-sama diem pasti bakal akrab soalnya enggak akan risih satu sama lain.


"Temen gue tadi gue harap Lo maklumin dia emang agak cerewet"


"Oh yang tadi? Gak papa kok" pembicaraan mereka berhenti disitu karena keduanya fokus mengerjakan tugas.






---






Jam pulangan...


"Woi anak baru rumah Lo dimana?" Tanya Reza yang tampaknya tidak bisa santai.


"Jl. **** berjarak 100 meter dari lapangan futsal" jawab Kenan, Reza tampak berfikir lalu langsung menggebrak meja.


"RUMAH LO SEBELAHAN SAMA QILLA?" teriak Reza sedangkan Jeno yang mendengar nama Qilla disebut langsung nengok kearah Reza bahkan sekelasan nengok kearah Reza dan Kenan.


"Hah? Iya mungkin" jawab Kenan yang sedikit ragu, Kenan keluar kelas diikuti dengan Arza dan Reza.


"Kita temenan oke jangan lupa nama gue Reza"


"Kalo gue Arza" Kenan hanya mengangguk-anggukan kepalanya sedangkan Reza dan Arza merangkul bahu Kenan.


"Serius rumah Lo sebelahan sama murid baru Qi?" Qilla mengangguk membalas pertanyaan Acell, dan Kiran.


"Ih gue sering-sering deh kerumah Lo lumayan kali aja bisa ketemu cogan"dasar Acell pecinta cogan, ngeliat cogan dikit langsung Pepet.


"Heh Lo tuh serius suka Arkhan apa enggak sih?" Tanya Kiran sedikit sewot.


"TETEH SHILAH" Qilla langsung berlari mendahului Kiran dan Acell.


"Dijemput Abi?" Tanya Qilla saat menghampiri Teteh Shilah.


"Iya paling gatau juga tapi kalo gak dijemput ngeri ae orang dari rumah lumayan jauh yakali jalan kaki" Qilla mengangguk-angguk lalu langsung mengalungkan lengannya dilengan kiri Teteh Shilah.


"Nah coba liat ku mau gaya dulu" ucap Qilla sembari menunjukkan hpnya- lebih tepatnya PC Baekhyun yang ada dibelakang hpnya.


"Wanjay PC Baekhyun dong" ya mereka EXO-L kalau biasnya Qilla Baekhyun maka biasnya Teteh Shilah Chanyeol.


Eits mereka bukan orang yang suka shipperan, bias mereka Chanyeol Baekhyun bukan berarti mereka ngeship ya.


Lebih tepatnya karena Chanyeol first sight nya Teteh Shilah sedangkan Baekhyun first sight nya Qilla.




---




Jeno😾

Qilla aku didepan rumah kamu

HAH!?



Qilla bergegas memakai kerudungnya lalu turun kebawah dan membuka pintunya.


"Eh Jeno ada apa nih kesini" Jeno menyodorkan sekantong makanan yang seperti nya Qilla hapal itu apa.


"Kesukaan kamu, tadi kebetulan aku beli sekalian nganter kakak aku beli ini juga" Qilla menerima nya dengan senang hati.


"Makan bareng yuk lagian ini nggak bakal habis aku makan sendiri" Jeno tampak ragu dengan ajakan Qilla.


"Di taman belakang makannya sekalian ada yang mau gue obrolin hehe" enggak ada yang mau Qilla obrolin tapi Qilla males aja makan dikamar sendirian.


"Yaudah deh"


Benar saja setelah duduk ditaman belakang sambil makan tidak ada yang mereka obrolin.


"Hari Minggu Lo sibuk?" Tanya Jeno.


"Enggak, kenapa emangnya?"


"Mau jalan? Tapi habis gue pulang ibadah" Qilla terdiam sejenak kemudian mengangguk.
















"QILLA YANG CANTIK TAPI MASIH CANTIKAN GUE MAIN YOK QI" pengacau datang.


Padahal Qilla masih pengen ngobrol berdua bareng Jeno.






-TBC-

Istiqlal and Katedral✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang